Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Penerimaan-Mu adalah Harapan Diri

Penerimaan-Mu adalah Harapan Diri

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (temy-spirit.blogspot.com)

dakwatuna.com

Ketika hati tlah demikian lelah, lelah yang sangat
Ketika qolbu merintih, rintihan panjang yang tak terdengar
Ketika luka masih terasa perih, keperihan dalam setiap tarikan nafas
Ketika kekeringan mencipta dahaga, kering walau di musim hujan
Ketika tidak lagi teduh, tak teduh walau di bawah pohon rindang

Kalau demikian, Al Qur’an pengobatnya
Kalau demikian, janji Allah SWT penghiburnya
Kalau demikian, kesabaran merubah kesesakan menjadi kelapangan
Kalau demikian, ridha menghadirkan cinta-Nya
Kalau demikian, doa menjadi senjata
Kalau demikian, nasihat Rasulullah SAW menuntun langkah

Segala puji pada-Mu ya Rabbi atas segala karunia ini
Hitam putih karunia adalah tetap yang terbaik bagi hamba-Nya
Ridha, walau perih seperih apapun
Berpengharapan, walau berat seberat apapun
Bahagia, walau sedih sesedih bagaimanapun
Senyuman dibalik kepahitan, keceriaan dibalik kedukaan

Belas kasih pada sesama dalam kondisi apapun jua
Ketaatan kepada-Nya dan sunnah Rasul-Nya, kapan pun juga
Ketika pagi menjelang, ketika siang dan petang yang berlalu cepat, pun ketika malam
Akhirnya bertemu dengan kebahagiaan berdoa saat sujud,
saat turunnya hujan disertai rahmat dan kala sahur,
kala terdengar kumandang azan, antara azan iqomah dan kala berbuka,
kala selesai shalat dan kala hati dalam keperihan yang sangat,
kala pintu-pintu langit di buka dan kala hari Jum’at, serta kala berpuasa.

Akhirnya bertemu dengan kenikmatan dan kebahagiaan mujahadah yang mengalahkan luka,
kenikmatan ketika menghindar dari maksiat dan kenikmatan saat ruku’ dan bersujud,
kenikmatan berjamaah, menyahut azan, berdzikir, bertilawah, berpuasa, berzakat, dan bersedekah
kenikmatan ketika sekadar menyunggingkan sedikit senyuman untuk membahagiakan sesama,
kenikmatan sekadar menyingkirkan paku di lorong kampus,
Kenikmatan menutup mulut dari mengucapkan yang tercela dan menghiris hati sesama
Kenikmatan menjaga mata dari memandang yang dilarang-Nya
Kenikmatan bertarung dengan nafsu dan membungkamnya
kenikmatan mengikuti majelis ilmu yang selalu kubayangkan ribuan malaikat turut menghadirinya dan sayapnya mengembang sampai ke langit yang ke tujuh, mendoakan dan mengaminkan doa.
subhanallah… subhanallah semuanya telah menjadi indah…

Kenikmatan bermujahadah tlah menjadi hadiah
Walau ridha-Nya yang dituju semata-mata
Diri berjuang untuk ikhlas, sabar dan ridha karena itu yang Allah SWT kehendaki
Diri tetap berpengharapan karena semua ada masanya,
Tidak ada yang kekal di muka bumi ini, pun ujian
Ketika kesulitan tlah sampai di puncaknya, kuyakin kebahagiaan akan segera hadir

Mungkin kebahagiaan dalam meniti ujian-ujian
Mungkin kebahagiaan seperti yang banyak dipersepsikan manusia
Mungkin juga kebahagiaan dalam wujud yang tidak dipersepsikan manusia
Semua adalah baik, semuanya baik, dan semuanya baik, kalau itu yang Engkau kehendaki
Semua adalah indah, semuanya indah, dan semuanya indah, bila itu dapat mencapai Ridha-Mu
Alhamdulillah, syukur pada-Mu atas semua taufik hidayah yang berlimpah

Moga berkekalan sampai menutup mata
Moga Engkau tetapkan hamba dan mukminin mukminat di jalan lurus-Mu
Moga Engkau tetapkan qolbu hamba dan saudara seiman tetap dalam kesucian, keimanan ketaqwaan
Moga dapat selalu memberi sebagaimana Engkau kehendaki
Moga dapat membahagiakan semua yang di sisi dan yang Engkau cintai
Moga tlah Engkau terima sembah bakti diri
Moga tlah Engkau ampuni semua salah sebelum menghadap-Mu kembali

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 7,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Lihat Juga

Berilmu Hanya Usaha Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT