Home / Berita / Agenda Umat / DERAP (Dari Rakyat Indonesia untuk Palestina) FSLDK DIY

DERAP (Dari Rakyat Indonesia untuk Palestina) FSLDK DIY

 “One Voice for Free Palestine”

dakwatuna.com Sejak awal era kemerdekaan, antara rakyat Indonesia sudah terjalin ikatan batin dengan bangsa Palestina. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan melihat beberapa catatan sejarah, diantaranya adalah pengakuan bangsa Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia yang diwakili oleh Mufti Besar Palestina, Syeikh Muhammad Amin Al Husaini melalui siaran Radio Berlin, jauh-jauh hari sebelum proklamasi dikumandangkan Soekarno serta saat bangsa lain belum ada yang berani menyatakan sikap yang sama yaitu pada 6 September 1944. Ini adalah jasa besar bangsa Palestina sebagai wujud dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia. Tetapi Palestina sendiri kemudian dijajah oleh Israel 3 tahun setelah Indonesia benar-benar memproklamirkan kemerdekaannya. Bulan Mei 1948 menjadi tonggak sejarah yang sangat penting bagi bangsa Palestina yang kemudian diperingati sebagai awal mulanya hari Nakbah, hari bencana. Ketika diadakan Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955 di Bandung, Presiden Soekarno tidak mau mengundang Israel yang menjajah Palestina, tetapi sebaliknya, beliau menghadirkan Mufti Besar Palestina, Syeikh Muhammad Amin Al Husaini.

Dalam konstitusi yang disusun oleh founding fathers bangsa Indonesia, paragraf pertama yang bertuliskan menghapuskan penjajahan diatas muka bumi. Ini artinya Israel yang secara terang-terangan menduduki wilayah Palestina sejak tahun 1948 adalah musuh bagi seluruh bangsa yang menjunjung tinggi keadilan dan kemanusiaan, khususnya bangsa Indonesia.

Sampai sekarang pun, dukungan dan solidaritas untuk kemerdekaan Palestina dari rakyat Indonesia yang sebagian besar terkoordinasi melalui LSM atau organisasi nonpemerintah (NGO) tidak henti-hentinya dilakukan dan semakin menjamur. Beberapa diantaranya adalah Sahabat Al Aqsha (SA), Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA, Spirit of Aqsha (SOA), Medical Emergency (MER-C, Aksi Cepat Tanggap (ACT, Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP), Aqsha Working Group (AWG) dan masih banyak lagi organisasi lainnya seperti PKPU, Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, ICMI, Spirit Al Aqsha, Persis, Mathla’ul Anwar, PUI dan lain-lain. Dari sekian banyaknya organisasi yang terlibat aktif mendukung perjuangan Palestina tersebut kemudian membentuk konsorsium bernama Asian Pacific Community for Palestine (ASPAC).

Komunitas yang concern mengenai isu Palestina dari elemen mahasiswa pun tidak mau kalah. Beberapa Lembaga Dakwah Kampus sudah membentuk lembaga khusus kepalestinaan. Jamaah Shalahuddin Universitas Gadjah Mada di Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Nasional yang mengampu fungsi BK IDI (Badan Khusus Isu Dunia Islam) telah membentuk Forum Solidaritas Palestina Universitas Gadjah Mada atau Forsipgama, di Universitas Indonesia (UI) dibentuk Salam Palestine Center (Space), di STEI SEBI dibentuk SEBI Solidarity for Palestine (SSP), dan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) telah dibentuk pula Kelompok Studi Palestina (KSP).

Kegiatan DERAP ini pertama kali dilaksanakan oleh LDK Jamaah Shalahuddin tahun 2009 untuk mengembalikan isu Palestina sebagai permasalahan pokok umat Islam, terutama setelah Gaza diserang oleh Israel pada penghujung akhir tahun 2008 yang terkenal dengan Operation Cast Lead, serangan udara untuk menggempur Jalur Gaza. Kegiatan tersebut menghadirkan beberapa tokoh nasional yang masih peduli dengan kondisi Palestina. Kegiatan DERAP kemudian dilaksanakan tahun-tahun berikutnya dengan kemasan acara yang semakin semarak dengan menghadirkan tim Nasyid tingkat nasional seperti, Izzatul Islam, Shoutul Harokah, Fathul Jihad dan lain-lain.

DERAP tahun 2012 ini adalah ke-4 kalinya dan menjadi kampanye bersama LDK-LDK seluruh Indonesia yang tergabung dalam FSLDK. Pelaksanaan DERAP diampu oleh FSLDK tingkat Daerah atau Puskomda (Pusat Komunikasi Daerah). Beberapa daerah yang telah melaksanakan DERAP tahun ini antara lain Puskomda FSLDK Solo Raya, FSLDK Jawa Barat, Madiun, Bali, Kalimantan, Surabaya, Banten. Secara Nasional, kegiatan DERAP ini di launching saat Rapimnas di Unila 6 Mei 2012 sekaligus dilaksanakan DERAP untuk Puskomda FSLDK Lampung Raya.

Untuk Puskomda DIY kegiatan DERAP akan dilaksanakan pada hari Ahad, tanggal 3 Juni 2012. Rangkaian kegiatan dimulai dengan aksi longmarch dari Taman Parkir Masjid Abu Bakar Ali menuju ke kawasan Nol Kilometer. Sampai disana akan disambut Nasyid oleh Fathul Jihad. Kemudian ada orasi dari para Tokoh Masyarakat tentang hubungan yang terjalin selama ini antara bangsa Palestina dengan bangsa Indonesia, harapan tentang masa depan Palestina. Selain itu juga akan dilakukan penggalangan dana dalam program Jejaring Donasi Nasional (JDN) yang akan disalurkan ke Palestina dalam proyek kemanusiaan pembangunan TK dan penyediaan bis sekolah untuk anak-anak Gaza, Palestina yang bekerjasama dengan salah satu lembaga kepalestinaan, Sahabat Al-Aqsha. Kegiatan tersebut akan diikuti oleh 2000 orang.

Dengan dilaksanakan kegiatan DERAP secara serentak disetiap daerah ini tujuannya antara lain untuk memperingati Hari Nakba yang ditandai dengan pendudukan tanah Palestina oleh Zionis Israel, yaitu selama 64 tahun sudah Palestina terjajah sejak 15 Mei 1948 yang sampai sekarang tanda-tanda akan merdeka belum tampak jelas, menempatkan masalah Palestina sebagai isu sentral dan global umat manusia sedunia. Menyampaikan kepada masyarakat tentang peran beberapa lembaga (LSM) dan organisasi massa (ORMAS) dalam upaya mendukung kemerdekaan Palestina, dan menggalang dana untuk Palestina yang akan disalurkan dalam program JDN sebagai partisipasi aktif dan nyata dari bangsa Indonesia untuk membantu rakyat Palestina. (Ervira Rusdhiana)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 3,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Sebelum Lengser, Obama Diminta Mantan Presiden AS Ini Akui Negara Palestina