03:43 - Sabtu, 19 April 2014

Belajar, Shalat Tahajud, Sedekah, dan Doa Orang Tua, Rahasia Lulusan Terbaik UN SMA 2012

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatun - 29/05/12 | 10:04 | 09 Rajab 1433 H

Triawati Octavia bersama kedua orang tuanya. (RADAR KUNINGAN/JPNN)

dakwatuna.com – Ujian Nasional (UN) SMA tahun 2012 telah usai. Di antara peserta UN SMA 2012 tersebut terdapat dua gadis berkerudung yang meraih nilai UN SMA tertinggi, yaitu Triawati Octavia dan Novi Wulandari. Triawati memperoleh nilai 58,6 diikuti secara tipis oleh Novi yang memperoleh nilai 58,5. Bagaimana mereka bisa memperoleh nilai setinggi itu?

Syahrul, orang tua Triawati menuturkan bahwa dia dan istrinya, Uhintawati, bersikap tegas. Saat belajar, Tria dilarang menonton TV atau keluar malam. Saking tegasnya, Syahrul melarang putri kesayangannya itu main Facebook. Apalagi, saat pelaksanaan UN, dia dan istrinya benar-benar mengawasi putrinya belajar. Disiplin yang ketat, rupanya, membuahkan hasil.

Selain soal belajar, Syahrul selalu meminta anaknya shalat Dhuha dan shalat malam. Sikap tegas dua orangtuanya itu diakui Tria. “Papah dan Mamah sangat tegas. Tapi, saya mematuhi karena ingin meraih masa depan yang baik. Saya hanya berusaha belajar yang baik dan tak pernah terpikirkan bisa meraih nilai ujian nasional tertinggi se-Indonesia,” tutur Tria yang memiliki obsesi menjadi dokter itu.

Menurut wali kelasnya, Raindra, mengungkapkan bahwa Tria memiliki kelebihan. Terutama dari sisi ketekunan dan kerajinan belajar. Motivasi belajarnya tinggi serta menunjukkan sikap yang sopan dan santun. “Mungkin karena dia merasa enjoy ketika mengerjakan soal unas. Didorong pula dengan rajin beribadah seperti puasa Senin-Kamis dan salat Dhuha,” tuturnya diamini Kepala SMAN 2 Kuningan Drs Bambang Sri Sadono MPd.

Sebagai wali kelas sekaligus guru kimia, Raindra tahu betul keseharian Tria. Setiap dirinya memberikan tugas, gadis kelahiran 28 Oktober 1993 tersebut mengerjakan dengan baik. Raindra pun menyatakan salut atas besarnya motivasi dua orang tua Tria. “Sewaktu UN, saya sempat menanyakan kepada Tria bagaimana dorongan orang tuanya. Dia menjawab, mamahnya rajin puasa selama UN dilangsungkan,” ujarnya.

Novi Wulandari (kiri), siswa SMA Negeri 2 Lamongan, peraih nilai tertinggi tingkat nasional. Dia adalah anak penjaga toko dan ibunya ibu rumahtangga biasa. (KCM)

Lalu bagaimana dengan Novi? Novi adalah seorang anak yang hidup dalam kesederhanaan karena orang tuanya hanya pekerja di toko sepatu. Kini Novi menjadi rebutan berbagai perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia untuk memberikan beasiswa untuknya. Saat diwawancari di televisi, ternyata ada rahasia dahsyat pada dirinya sehingga mampu menjadi lulusan terbaik dalam UN tahun ini. Novi adalah seorang anak yang tidak pernah meninggalkan shalat tahajud. Novi selalu bersedekah dari uang saku yang diterimanya sehingga ia rela berjalan kaki menuju sekolahnya. Selain itu Novi ringan tangan membantu ibunya mengerjakan pekerjaan sehari-hari.

Lalu kapan Novi belajar? Ternyata dia belajar setiap malam setelah shalat tahajudnya sambil menunggu waktu subuh. Bapak dan ibunya pun melakukan hal yang sama, menyertai anaknya dalam menuntut ilmu dengan doa yang tidak putus dipanjatkan. Hingga akhirnya kini Novi ditawari banyak beasiswa. Novi pun berpesan kepada teman-temannya agar jangan pernah lelah untuk berdoa dan yakin bahwa Allah SWT akan mendengar doa kita.

Sungguh sebuah pelajaran dari dua anak terbaik bangsa ini. (Bisnis.com / Harian Sumut / paljariatiyusral.net / hdn)

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , , , , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (44 orang menilai, rata-rata: 9,75 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • 8492 hits
  • Email 1 email
Iklan negatif? Laporkan!
65 queries in 1,016 seconds.