Home / Berita / Nasional / Buku Misykat MIUMI Upaya Bendung Liberalisme

Buku Misykat MIUMI Upaya Bendung Liberalisme

dakwatuna.com – Jakarta. Buku Misykat (Sebuah Refleksi tentang Islam, Westernisasi dan Liberalisasi) karya Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Hamid Fahmy Zarkasyi sebagai upaya membendung paham bertentangan ajaran Islam, seperti liberalisme.

“Kami beryukur pada Allah SWT karena terhindar dari konser Lady Gagal, sebuah ritual yang tidak sesuai akidah Islam,” kata Sekjen MIUMI Ustaz Bachtiar Nasir, pada peluncuran Buku Misykat karya Ketua MIUMI Hamid Fahmy Zarkasyi di Jakarta, kemarin.

Dalam keterangan tertulisnya, Senin, Bachtiar Nasir mengajak umat Islam untuk terus bersatu melawan kemungkaran dan menjadikan kasus batalnya konser Lady Gaga sebagai pelajaran berharga bahwa umat mampu mengusir penjajahan budaya dan bentuk-bentuk lainnya.

Sementara itu, Hamid Fahmy Zarkasyi yang karib dipanggil Gus Hamid, putra salah satu pendiri pesantren Gontor Jatim itu menyebutkan bahwa protes terhadap rencana konser tersebut bukan hanya dilakukan oleh FPI, tetapi juga hampir semua ormas Islam.

“Banyak yang mengira hanya FPI yang menolak Lady Gaga, padahal ada ormas Islam yang lain, seperti MIUMI pun menolak, begitu juga Kementerian agama,” katanya.

Menurut Gus Hamid, saat ini masyarakat khususnya umat Islam sedang dihadapkan pada sebuah realitas yang memprihatinkan, di mana umat seperti sedang digiring bersikap relatif atau sulit membedakan mana benar dan salah.

“Ada gelombang liberalisasi dan kesetaraan dalam segala hal. Kasus Lady Gaga, contohnya, merupakan satu yang membawa kevulgaran di Indonesia, negeri berpenduduk Islam besar di dunia,” katanya.

Gelombang liberalisme dan Islam sedang bertarung dalam ranah filsafat. Wacana filosofis yang dihadirkan para penganut liberal, kemudian turun menjadi praktik-praktik kehidupan.

“Jika pemikiran ini terus ditekankan kepada umat, maka akan semakin merusak tatanan moral maupun agama di Indonesia,” kata Gus Hamid.

Menurut Gus Hamid, Buku Misykat itu merupakan sumbangan pemikirannya yang menegaskan bahwa identitas bangsa harus dipertahankan, tantangan dari luar harus dihadapi dan diselesaikan secara intelektual.

“Ini untuk mempertahankan kultur Indonesia dan menyelamatkan dari kekuatan asing yang ingin memarginalkan bukan hanya budaya, melainkan agama. Menghadapi tantangan pemikiran dari negeri luar, harus dihadapi dengan pemikiran dan kebudayaan juga. Kultur di dalam bangsa Indonesia yang di dalamnya agama agama harus dipertahankan,” demikian Hamid Fahmy Zarkasyi. (Ruslan Burhani/ANT)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Tasyakuran dan Launching buku 'Suatu Subuh di Sukamiskin'. (LNA/dakwatuna)

Bedah Buku ‘Suatu Subuh di Sukamiskin’, Majlis Ilmu yang Lahir dari Rahim Penjara