Home / Dasar-Dasar Islam / Hadits / Syarah Hadits / Hadits-Hadits yang Terkait dengan Sabar (bagian ke-6)

Hadits-Hadits yang Terkait dengan Sabar (bagian ke-6)

Hadits ke-8

وعن عائشة رضي الله عنها أنها سألت رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الطاعون فأخبرها أنه كان عذابا يبعثه الله تعالى على من يشاء فجعله الله تعالى رحمة للمؤمنين فليس من عبد يقع في الطاعون فيمكث في بلده صابرا محتسبا يعلم أنه لا يصيبه إلا ما كتب الله له إلا كان له مثل أجر الشهيد رواه البخاري

Ilustrasi (cipto.net)

dakwatuna.com – Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah tentang Tha’un. Beliau menjawab bahwa Tha’un adalah siksa yang diturunkan Allah kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya. Juga sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman. Orang yang ditimpa Tha’un, lalu ia menetap di daerahnya dengan sabar dan ikhlas, dan ia menyadari bahwa tidak ada yang akan menimpanya, kecuali yang sudah ditentukan oleh Allah, maka orang itu akan mendapatkan pahala sebagaimana yang diterima oleh orang yang mati syahid. (HR. Bukhari)

Pelajaran dari Hadits

  1. Ibnu ‘Allan berkata, “Jika yang diharapkan seorang mukmin adalah pahala yang dijanjikan Allah, maka ia akan menyadari bahwa musibah Tha’un adalah takdir dari Allah. Seandainya musibah Tha’un menimpanya, ia sabar menghadapinya. Apabila ia mati karena Tha’un yang menimpanya, ia mendapatkan pahala orang yang mati syahid.”
  2. Orang yang sabar menghadapi Tha’un atau penyakit lain yang sejenis dengan penyakit itu, akan selamat dari siksa kubur.
  3. Seseorang yang berada di daerah berjangkitnya Tha’un, hendaknya tidak pergi ke daerah lain, agar wabah tersebut tidak menular ke daerah lain.
  4. Pahala mati syahid tidak terbatas hanya untuk orang yang mati di medan perang. Pahala itu juga dapat diperoleh oleh orang yang mati karena menderita Tha’un, tenggelam, atau melahirkan.

Hadits ke-9

وعن أنس رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول إن الله عز وجل قال إذا ابتليت عبدي بحبيبتيه فصبر عوضته منهما الجنة يريد عينيه رواه البخاري

Anas RA berkata, “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya, Allah ta’ala berfirman, “Apabila aku menguji salah seorang hamba-Ku dengan kebutaan pada kedua matanya kemudian ia sabar, maka Aku akan menggantikannya dengan surga.”’” (HR. Bukhari)

Pelajaran dari Hadits

  1. Nabi menyebutkan dua mata secara khusus karena mata adalah anggota tubuh yang paling disukai oleh manusia.
  2. Surga adalah pahala yang paling besar, karena nikmat penglihatan akan sirna dengan berakhirnya usia seseorang di dunia. Sedangkan nikmat surga adalah nikmat yang abadi, yang akan Allah SWT berikan kepada orang yang bersabar saat diuji dengan kebutaan.

— Bersambung

(hdn)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 7,11 out of 10)
Loading...Loading...
Lembaga Kajian Manhaj Tarbiyah (LKMT) adalah wadah para aktivis dan pemerhati pendidikan Islam yang memiliki perhatian besar terhadap proses tarbiyah islamiyah di Indonesia. Para penggagas lembaga ini meyakini bahwa ajaran Islam yang lengkap dan sempurna ini adalah satu-satunya solusi bagi kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat. Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw adalah sumber ajaran Islam yang dijamin orisinalitasnya oleh Allah Taala. Yang harus dilakukan oleh para murabbi (pendidik) adalah bagaimana memahamkan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw dengan bahasa yang mudah dipahami oleh mutarabbi (peserta didik) dan dengan menggunakan sarana-sarana modern yang sesuai dengan tuntutan zaman.

Lihat Juga

Clarence Moore saat muda menjadi buron dan saat menyerahkan diri (bbc.co.uk)

Serahkan Diri Agar Dirawat Setelah Buron 40 Tahun