Home / Berita / Opini / Lady Gaga dan Akhlak Bangsa

Lady Gaga dan Akhlak Bangsa

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.comLady Gaga (artis fenomenal), sosok manusia yang memiliki sejarah hidup yang niscaya lepas dari pergaulan bebas di tempat ia beranjak dewasa, hingga pada akhirnya ia harus tumbuh menjadi perempuan yang sulit diketahui identitas agamanya. Beberapa sumber terkait lady pun tidak ditemukan keterangan bahwasanya ia beragama. Jelas ini menyalahi kodratnya sebagai manusia.

Artis terkenal Lady Gaga, penyanyi yang fenomenal dengan ‘konser erotisnya’ berusaha menebar keyakinan abnormal (mudharat). Acapkali berpakaian penuh intrik seksual mengambil perhatian publik, berdalil dan mengatasnamakan ‘masyarakat LGBT’ (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) dalam turnya. Padahal Lady memiliki penggemar remaja yang rentan dan kurang meyakinkan, sehingga mencoba menjadi aktivis pembela masyarakat LGBT untuk menambah daftar penggemarnya.

Artis Mudharat?

Ketahuilah bahwa Artis dikenal sebagai profesi tidak tetap, dan berpeluang jaya jika mampu membius masyarakat dalam ‘menjual’ potensi (kemampuan) dalam bidangnya semisal bidang seni. Upaya membius masyarakat dengan berbagai intrik sudah sangat lazim dilakukan aktor dan aktris dalam menarik penggemarnya. Namun intrik dengan segala cara dapat berujung mengindahkan norma yang ada.

Sebagai artis papan atas,  tampil ‘erotis’ menjadi perempuan atau lelaki bukanlah masalah baginya, sehingga LGBT adalah komunitas yang tepat dan menjadi bahtera untuk mengarungi samudra dunia. Dunia yang ia rasa harus menerima kenyataan bahwa LGBT itu layak dibenarkan. Its wrong, salah besar bila membenarkannya di atas kebenaran manusia, manusia yang tidak lain memiliki keterbatasan dan seringkali mengedepankan nafsu dan egonya saja.

Apalagi lagi Lady itu penggila musik. Musik, salah satu seni pembius yang dapat menimbulkan sifat tabiat buruk dan baik pada manusia. Lagu remaja (muda-mudi) saja sudah menggeser nilai-nilai agama dengan nilai persepsi sendiri akan esensi kehidupan (mudharat dianggap budaya). Hal itu (musik) ada di skala nasional dan internasional. Musik luar seperti artis penyanyi dari jepang saja juga telah merasuki sanubari pergaulan remaja saat ini dan tidak dipungkiri di antara kita akan menemukan banyaknya remaja ‘gila-gilaan’ meniru artis yang bukan teladan hidup (dunia-akhirat).

Langkah Lady Gaga untuk melakukan tur keliling dunia, telah meniadakan norma dan ideologi setiap negara di belahan dunia ini. Negara Filipina jelas-jelas telah menolak konser yang dimaksud, kota Seoul (Los Angeles) dari komunitas Kristen (yang dikenal taat) juga menolaknya. Apalagi Indonesia, sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai Pancasila, di sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Sila ketuhanan yang jelas mengartikan bahwa Indonesia negara beragama. Bukan negara yang tidak berdasar.

Menyoal kehadiran Lady Juni 2012 mendatang, terdengar hingar bingar penolakan keras dari berbagai organisasi, dan masyarakat. Mengingat Lady termasuk artis yang menampilkan busana intrik sensual yang tidak sesuai dengan pembangunan akhlak bangsa kita. Akhlak bangsa yang cenderung masih terbawa ketidaklaziman hiruk-pikuk kehidupan. Misalnya dalam masalah fenomenal seperti korupsi. Persoalan yang belum tertangani ini saja sudah menjadi PR (pekerjaan rumah) setiap orang, dan bukan berarti kita layak menambah daftar masalah pemicu bobroknya moral anak bangsa Indonesia.

Penutup

Negara Indonesia menjadi satu contoh keberagaman yang tidak membenarkan hadirnya upaya merusak moral remaja (penerus bangsa). Lady (artis tanpa agama) menyurut kontroversi yang tidak diketahui khalayak ramai terutama masyarakat Indonesia. Sosok kontroversi tersebut pernah mengenakan ‘baju daging’, baju yang dirancang menggunakan daging hewan mati, dipotret dalam cover album ‘born this way’ yang memamerkan tato dan aurat yang tidak sepatutnya,  melakukan aksi ‘burlesque’ senang menjadi gadis menari erotis di bar, dan kampanye lesbian dan seks bebas di beberapa video klipnya seperti ‘Alejandro’ dan ‘Telephone’.

Tidak saja moral (sikap dan perbuatan secara konsensus) yang bangsa Indonesia ingin bangkitkan kembali, namun akhlak (nilai perbuatan dari ajaran agama) sebagai esensi dari tujuan peradaban manusia sekarang dan masa yang akan datang. Sehingga dapat memberikan pengertian pada kita bahwa kebenaran secara perspektif pribadi dalam menilai sesuatunya sering mengganggu kejernihan hati dalam menilai tabiat (perilaku) buruk dan baik. Sehingga akhlak yang benar seyogianya muncul sebagai solusi untuk membangun peradaban bangsa Indonesia tanpa sedikit pun membiarkan keburukan merasuki para penerus bangsa kita. Lady Gaga salah satu contoh dari banyaknya artis dunia dan bahkan di skala nasional berupaya mengalihkan anak bangsa dan berusaha membius dengan musik ‘erotisnya’. Ironis.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Darwin Putra Sitepu
Saya seorang muslim, di waktu bulan ramadhan 2011 saya menerima hidayah dari Allah SWT, sehingga saya tergolong Mualaf. Semoga kita tetap istiqomah dan tawakal.

Lihat Juga

Ilustrasi. (Foto: footage.shutterstock.com)

Akhlak Mujahid Dakwah

Organization