Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Catatan Bersama Murabbi: Maka Kuatkanlah Ikatannya…

Catatan Bersama Murabbi: Maka Kuatkanlah Ikatannya…

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

Sesungguhnya engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berpadu,
Berhimpun dalam naungan cintaMu…
Bertemu dalam ketaatan, bersatu dalam perjuangan…
Menegakkan syariat dalam kehidupan…

dakwatuna.com Hujaman rindu datang menusuk kalbu. Masa indah bersama kepingan mozaik jiwa. Berjuang, berderai tangis dan tawa, berdakwah. Jendela kamarku terbuka, mengantarkan hembusan angin yang membawa kesegaran batin. Aku terduduk di depan layar kehidupan, menatap goresan catatan perjuangan. Belum seberapa, mungkin, namun sangat bermakna.

Teringat di saat hujan tersenyum menghampiri. Malam hari, menghiraukan dingin yang menembus kulit. Kita hamparkan karpet yang seyogianya terletak hangat di tengah ruang tamu, yang juga ruang makan dan ruang ‘keluarga’ kita, di atas kepala seraya berjalan perlahan. Hanya demi satu hal. Sederhana, namun sarat makna. Untuk menyambut seruan adzan di masjid sebelah. Ya.

Menyisakan satu rasa sesak ketika rutinitas itu terlewatkan. Sungguh, di hari ini aku selalu mengingat momen itu ketika ada rasa futur ada rasa malas, ada rasa ingin meninggalkan rutinitas itu pada suatu waktu. Satu hal yang selalu memberi semangat ketika penat.

Di lain waktu, di hari Senin atau Kamis, kita terbangun saat panggilanNya sudah terdengar. Kita saling menatap satu sama lain. Tersenyum lucu. Terlewatkan apa yang telah kita niatkan. Tapi tidak berakhir, bahkan kalian selalu menjadi penguat untuk tetap menjalankan niat kita malam sebelumnya. Subhanallah, betapa indah azzam yang kita ikrarkan. Sungguh, Ana rindu.

Secangkir kehangatan di malam hari selalu kita lewati dengan diskusi. Apapun itu. Dan dari sana aku banyak mendapat penghangat jiwa. Satu hal yang sangat aku rindukan. Penghangat ketika iman ini sudah mulai membeku. Tetes demi tetesnya menghilangkan penat yang mengotori gelas hati.

Teringat juga ketika diskusi yang selalu menjadi topik lucu namun penuh makna bagi kita. Bukan banyolan, apalagi sekedar dustaan untuk mengundang tawa. Suatu hal yang selalu membawa senyum tersendiri bagi kita. Saling sindir satu sama lain. Tidak untuk memanasi. Memotivasi? Aku sendiri sangat ingat ketika salah seorang dari kita banyak menceritakan hal-hal terkait diskusi kita ini. Tentang cinta dan separuh agama kita. Aku hanya bisa tersenyum mengingatnya hari ini. Hehe…

Satu fase kita terdiam. Satu titik kita menangis. Satu sudut kita tersenyum. Tapi di sepanjang jalan, di manapun kita berada, dakwah senantiasa menuai kerinduan di dalam benak kita. Benakku, dan aku yakin kalian juga.

Karena memang seperti itulah dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semua yang ada pada dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai. Lagi-lagi memang seperti itulah dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging akhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.

Hari ini kita berada di dunia yang sama-sama baru dalam definisi realita kita masing-masing. Aku berada di sini, kalian berada di tempat yang juga berbeda. Aku dengan kehidupanku hari ini, kalian juga bersama realita kehidupan kalian masing-masing.  Ya, di tepian itu kita menatap ke depan. Tapi goresan itu takkan hilang. Karena ikatan kita, lebih kuat dari ikatan apapun yang ada di dunia. Kita bersaudara, dalam balutan aqidah!

Maka kuatkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukilah jalan-jalannya. Terangilah dengan cahayaMu yang tiada pernah padam. Lapangkanlah dada kami dengan karunia iman dan indahnya tawakal padaMu. Hidupkan dengan ma’rifatMu. Matikan dalam syahid di jalanMu. Engkaulah pelindung dan pembela.

Ya Rabbi, bimbinglah kami.
Dan semoga shalawat dan salam senantiasa bersama kekasihMu, Rasulullah saw…

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 9,78 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Muhammad Fathan Mubina
Ketua Majelis Syuro Salam UI 18 | QS Al-Fath : 1

Lihat Juga

Ilustrasi. (vivirconemociones.blogspot.co.id)

Muhammad bin Wasi’, Murabbi yang Rabbani