Home / Pemuda / Essay / Untuk Jakarta, Pilih yang Terbaik Atau Tunjuk Dirimu

Untuk Jakarta, Pilih yang Terbaik Atau Tunjuk Dirimu

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.comHari ini aku pergi kelilingi ibukota negara Indonesia. Yap, Jakarta! Suasananya begitu indah. Kicau burung yang hinggap di pepohonan jalan menghiasi pendengaranku. Hijau pepohonan pun mewarnai sepanjang perjalananku. Semua orang berpakaian rapi. Anak-anak yang dulu kulihat sedang mengamen di jalan, kini berpakaian sekolah, berdasi tut wuri handayani. Pedagang kaki lima yang dulu kulihat selalu memadati bahu jalan, kini sudah berjejer rapi di tempat-tempat yang sudah disediakan pemerintah negeri ini. Tidak ada kemacetan lagi. Semua kendaraan melaju dengan lancarnya. Pengemis itu, pengemis yang dulu sering kulihat menengadahkan tangannya, kini sedang di training untuk jadi wirausaha, tuh lihat aja dia lagi bersikeras menjajakan dagangannya. Rumah sakit ini, rumah sakit yang dulu hanya dipenuhi orang-orang yang ‘berada’, kini dipenuhi pula dengan orang-orang tak mampu. Sehat bukan lagi hak orang kaya semata. Ya, sekarang orang miskin wajib sehat. Mengerti maksudku? Pemerintah sudah mencanangkan program terbarunya, “biar miskin, kudu sehat”. Jadi semua orang miskin yang sakit, di wajibkan untuk menyehatkan dirinya dengan berobat ke rumah sakit. Tanpa perlu mengkhawatirkan biayanya. Ya, sebagaimana wajib belajar 9 tahun yang memiliki biaya dari dana BOS, wajib sehat pun memiliki biaya khusus pula.

Huh betapa indahnya Jakartaku hari ini. Oya aku hampir lupa menyatakan hal lain yang amat sangat membahagiakan. Sekarang sudah gak zaman tuh wajib belajar 9 tahun, hari gini pemerintahku yang super duper oke dah mencanangkan program spektakulernya, “wajib belajar sampai sarjana” wuidiih, mantep gak tuh?! Pendidikan itu gratististis. Asyik. Masih soal pendidikan, Jakartaku hari ini seperti gudangnya ilmu. Di mana-mana aku melihat ada perpustakaan, ya sebagaimana dulu aku melihat shalter busway yang mudah sekali ditemui. Yang bikin lebih keren lagi, itu perpustakaan beda deh sama yang dulu-dulu… perpustakaan itu selalu membuat pengunjungnya keluar dengan sumringah. Kenapa? Kan katanya perpustakaan itu jendela dunia, nah pas masuk situ orang akan merasakan ‘jendela dunia’. Aduh pokoknya keren banget! Jangan lupa cobain yaa! Satu hal lagi, perpustakaan ini sekarang mengisi ruang kosong kolong jembatan…

Sampah?? Oh gak la yau. Jalanan, selokan, pokoknya Jakarta sekarang dah clink! Bercih. Oops bersih maksudnya. Dan jangan khawatir soal sungai… yaa meski dah gak bening kayak waktu jaman baheula tapi sungai hari ini bebas sampah dan bebas perumahan kumuh. Ya aku inget banget, dulu emang waktu awal-awal pemerintahku ini memimpin, dia buat program “Jakarta clink”. Eh pasti kalian bertanya-tanya deh, “penghuni bantaran kali apa kabarnya kalo sungai dah bebas dari perumahan kumuh?”, oh gak perlu khawatir jeng, pemerintahku kan oke, jadi dia dah pikirin semuanya dengan matang-matang. Jadi, semua penghuni bantaran kali yang kena gusur itu dah tinggal dengan nyaman di rumah susun bersubsidi. Alhamdulillah yah. Sekarang tepi-tepi sungai itu ditanami pepohonan cuy…

Huh pemerintahku, lop yu pul deh!! Nggak salah milih kamu.

***

Indah ya?

Itu bisa kok jadi nyata! Pasti bisa! Harus bisa!

“Perubahan itu ada di tanganmu!”

Jangan lupa pilih GUBERNUR DKI Jakarta yang terbaik. Jangan sampai Golput!

Dan nanti kalau mereka tak bisa mewujudkan Jakarta yang seindah itu maka saatnya kau pilih dirimu sendiri untuk memimpin kota ini. Tunjuk dirimu, wujudkan impianmu.

Untuk Jakarta yang lebih baik.

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Pilihan Terbaik-Nya