Home / Pemuda / Cerpen / Pertemuan yang Indah

Pertemuan yang Indah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (kawanimut)

dakwatuna.comPertama dan awal masuk kuliah, perasaanku begitu haru, bahagia, senang, terkejut, semangat dan tak lupa juga nikmat syukurku kepada Allah SWT bertambah yang telah memberikan jalan kemudahan dan kelancaran-Nya sehingga aku bisa kuliah di kampus tercinta yaitu UNTIRTA. Kampus negeri yang terkenal di Banten ini membuat pengalamanku bertambah banyak dan pelajaran yang sungguh bermanfaat. Banyak orang yang ingin kuliah namun belum juga diberi kesempatan oleh-Nya. Oleh karena itu kesempatan ini tak akan aku sia-siakan dengan hal yang merugikan bagi diriku dan orang lain azamku.

Ini merupakan perjalanan hidupku selama di kampus. Ketika aku masih tingkat pertama dan masih mencari jati diri, siapa aku? Saat itu juga aku dipertemukan dengan salah satu kakak tingkat yang berjilbab panjang dengan senyuman ramahnya menghampiriku usai melaksanakan shalat Zhuhur di Masjid kampus.

“Assalamu’alaykum.” Kakak perempuan itu menyapaku.

“Wa’alaikumsalam.” Jawab aku sambil melipatkan mukena yang aku pakai.

“Perkenalkan nama Kakak, Kak Sabrina, nama Adik siapa?” Sambil menyodorkan tangan kanannya kepadaku.

“Nama saya Alifia, Kakak boleh panggil saya Fia. Biar gak terlalu panjang. Hehe.” Sambil menatap Kak Sabrina yang menunggu jawaban namaku.

“Wah nama yang bagus,” Kak Sabrina memujiku.

“Terima kasih Kak,” Jawabku sambil tersenyum manis.

Saat itu juga aku dan Kak Sabrina mendatangi stand LDK yang ada di depan Masjid kampus dengan penuh wajah ceria dan bahagia ketika melihat muslimah yang baik hati sibuk menjaga stand. Aku dan Kak Sabrina banyak berdiskusi tentang kegiatan LDK (Lembaga Dakwah Kampus) yang sudah dilakukan baik lingkup kampus atau luar UNTIRTA. Sebut saja nama LDKnya Baabussalam dengan arti pintu keselamatan. Saat itu juga aku mulai interest untuk mengikuti Baabusalam. Kak Sabrina menyarankanku untuk tidak KULIAH saja akan tetapi aktif juga di organisasi yang ada di kampus. Karena gaya hidup seorang mahasiswa yang cenderung KULIAH saja membuat aktivitas hidupnya tidak teratur dan membosankan. Bayangkan kalau kita kuliah. Misalnya di hari senin kita masuk kuliah pukul delapan sampai pukul sepuluh untuk mata kuliah pertama. Setelah itu ada jam kuliah berikutnya lagi pukul tiga sore. Jadi rentang waktu yang kosong tersebut bila orang yang berorganisasi dia dapat mengatur waktunya dengan sebaik mungkin jadi waktu tidak ada yang terbuang dengan cuma-cuma. Misalnya dengan memanfaatkan waktu kosong tersebut untuk mengikuti kegiatan yang memang mendukung kebutuhan kita untuk masa depan, seperti menghadiri acara seminar-seminar, training, workshop, kajian Islam, rapat, dan lain-lain. Memang waktu SMA dan kuliah sangatlah berbeda, kalau di SMA kita masih diatur dengan aturan di sekolah bahkan setiap harinya sama, masuk pukul tujuh dan selesai belajar di sekolah maksimal sampai pukul tiga. Jadi anak kuliah waktunya sangat banyak kosongnya dibanding anak SMA dan ilmu yang didapat pun hanya sekitar 30% selebihnya kita yang mencari sendiri di luar perkuliahan.

***

Awalnya memang sempat ragu juga karena aku pribadi belum siap seperti yang lainnya dengan balutan jilbab yang panjang, rapih dalam berpakaian, dan akhlak hampir sempurna mendekati orang-orang shalih. Basmalah yang akhirnya pun aku masuk dalam UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) LDK Baabussalam. Sedikit bocoran saja tapi jangan terkejut yah? Segala puji bagi-Mu ya Allah. Selama perjalanan di kampus yang begitu indah dan aku alami hampir empat tahun lebih aku mengenalnya langsung saja yah. Aku memiliki persahabatan yang begitu manis dan indah sampai kapan pun akan selalu teringat dalam memoriku tentangnya satu persatu, di lingkungan ini aku tumbuh menjadi dewasa, lebih peduli sesama orang lain, lebih rajin ibadahnya, lebih hati-hati dalam bersikap, lebih semangat lagi, lebih kuat dalam menghadapi ujian ataupun musibah, yang pastinya insya Allah lebih dekat dengan ALLAH dan lebih baik. Alhamdulillah aku dipertemukan dengan sahabat-sahabatku yang terbaik yang membuat aku merasa nyaman di dekatnya, membuat aku bahagia, membuat aku paham arti kehidupan dan kebersamaan, dan membuat aku termotivasi akan kehadiran mereka. Terkadang persahabatan itu penuh warna dan warnai kehidupan, adakalanya kita suka dan duka, dihibur dan disakiti, diperhatikan dan dikecewakan, didengar dan dicuekin, dibantu dan ditolak, semua itu dilakukan oleh kita dengan tujuan mengharapkan keridhaan Allah SWT.

Persahabatan kami berawal dari ketika kita sama-sama masuk LDK Baabusalam dan kita di kumpulkan dalam satu lingkaran atau halaqah (pengajian). Di dalam halaqah ini kita sama-sama duduk melingkar dengan penuh semangat dalam menerima taujih dari sang Murabbi atau guru. Al Qur’an dilantunkan, taushiyah pun di berikan. Ku tatap wajah-wajah tenang dari mereka, adapun yang penuh ceria yang menunggu siraman hati, agar bersih hati kami, dalam ukhuwah yang telah Kau anugerahkan.

Sahabat, kau bagaikan mentari yang selalu menyinari kehidupanku. Aku belajar dari setiap satu darimu. Tak henti ku bersyukur kepada Allah yang telah mengenalkanmu semua padaku. Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu, maka kuatkanlah pertaliannya. Ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya, dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak akan pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma’rifah-Mu, matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Amin.

Pertemuan yang indah karena Allah sebagaimana yang telah dijelaskan dalam firman Allah dalam surah Az-Zukhruf ayat 67, “Sahabat-sahabat karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali orang-orang yang persahabatannya berdasarkan TAKWA (iman dan amal shaleh)”. Semoga persahabatan kita akan langgeng sampai ke Surga-Nya. Amin.

Senandung kasih untukmu sahabatku
Untaian kata menari mengukir meniti masa
Hari-hari tak terasa
Buih-buih berkembang menjadi asa
Setiap langkah yang bertapak menyirat syair
Menyongsong dalam kedamaian abadi
Sahabatku…
Doaku menyertaimu setiap titik gerak nafasmu
Harapan teraih masa depan yang gemilang
Sahabatku…
Namamu telah terpatri dalam hati sanubariku
Ingatlah namaku, pasti kan teringat namamu di hatiku
Sahabatku berjuanglah…
Raihlah mentari, raihlah bintang, raihlah bulan, dan
Raihlah yang membuatmu merasa indah
Demi tercapainya kebahagiaan di dunia dan akhirat

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 7,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Alzena Valdis Rahayu
Alzena Valdis Rahayu, bernama asli Ririn Rahayu. Lahir di kota Serang 5 September 1988. Selama di kampus dulu ia aktif di berbagai organisasi internal dan eksternal salah satunya UKM TRAS (Tirtayasa Research Academic and Society), LDK Baabussalam, Himagron, Bem Faperta, KAMMI Untirta, dan FLP Serang. Selain itu juga penulis hobinya menulis, membaca, diskusi, dan travelling. Alumni Agroekoteknologi UNTIRTA. Aktivitas sekarang penulis sedang menempuh S2 Alhamdulillah penulis mendapatkan Beasiswa Unggulan Kemdiknas 2011 di Departemen Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi IPB. Motto hidupnya Selalu Belajar Sungguh-sungguh dan Berdoa.

Lihat Juga

Ilustrasi. (multnomahathleticfoundation.com)

Indahnya Bersama Jamaah