06:29 - Sabtu, 19 April 2014

Syumuliyatul Islam

Rubrik: Artikel Lepas | Oleh: Dina Fauziah - 16/05/12 | 19:30 | 25 Jumada al-Thanni 1433 H

Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com - Integral, menyeluruh (syaamil), universal, global adalah sederet makna singkat dibalik kata syumuliyatul ini. Syumuliyatul Islam dapat disimpulkan sebagai agama Islam yang menyeluruh. Menyeluruh berarti dapat memenuhi kebutuhan dari berbagai aspek dan berbagai pandangan. Mulai dari aspek  sosial, ekonomi, politik, dan lain-lain. Islam dapat meng-cover seluruh aspek ini. Islam adalah agama rahmatan lila’lamin, agama yang tak hanya menjadi rahmat bagi para pemeluknya tersendiri, namun juga pemeluk agama lain.

“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah syetan. Sungguh, ia musuh nyata bagimu” (Q.S 2:208)

Sebagai seorang muslim sepatutnya kita bersyukur kepada ALLAH SWT, terlahir sebagai seorang muslim insya Allah memperoleh nikmatnya tersendiri dunia dan akhirat. Muslim menjadi selamat karena Islam diciptakan sebagai agama yang sempurna. Ketenangan yang dirasakan seseorang Muslim karena ALLAH  memberikan segenap rasa nikmat kepada penganutnya, dan kepada mereka yang mengamalkan Islam karena sesuai dengan fitrahnya.

Islam adalah agama yang sempurna. Kesempurnaan yang tercipta dalam Islam adalah kesempurnaan dalam 3 hal, yakni:

  • Waktu
  • Minhaj
  • Tempat

1. Kesempurnaan dalam waktu

Islam sudah ada sejak zaman nabi Adam sampai zaman Rasulullah. Risalah yang dibawa adalah risalah yang sama, Islam. Firman Allah:

“Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam” (Q.S 21:107)

Rasul-rasul ALLAH memiliki kewajiban untuk menyebarkan agama Islam kepada kaumnya. Mengembalikan kemuliaan Islam pada tempatnya. Nabi Nuh membawa risalah Islam untuk kaum Tsamud, nabi Luth untuk kaum Sodom, dan sebagainya. Dan Rasulullah, sebagai rasul akhir zaman mendapatkan tugas mulia dari sang Pencipta untuk menyempurnakan agama Islam dan dirisalahkan kepada seluruh umat manusia di muka bumi ini. Perjuangan Rasulullah dan rasul-rasul yang lainnya dalam menyebarkan Islam bukanlah perkara yang mudah. Hinaan, cemoohan, menjadi bumbu-bumbu dakwah dalam perjuangan Islam di muka bumi. Perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan Islam tentunya mengutamakan kesabaran dan sikap yang lemah lembut.  Islam mudah tersebar karena Islam adalah agama yang fleksibel.

2. Kesempurnaan Minhaj

Islam adalah agama yang menyukai keteraturan sebuah jamaah di dalamnya. Keteraturan dan kerapihan jamaah dalam Islam ibaratkan sebuah bangunan yang terdiri dari batu bata. Bangunan tersebut membutuhkan batu-batu bata lain untuk membentuk sebuah bangunan yang  kokoh, tanpa celah, tanpa rongga sehingga tak memungkinkan orang asing masuk di dalamnya.

Asas dari Islam adalah aqidah yang kuat. Seorang muslim dapat dikatakan kaffah apabila dapat menempatkan aqidah sebagai asasnya dalam menjalani kehidupan. Profil pertama sebagai seorang muslim adalah salimul aqidah(aqidah yang selamat). Sehebat apapun amalan seorang muslim, jika tidak dilandasi dengan aqidah yang kuat, amalnya akan bernilai sia-sia.

Contoh sederhana namun seringkali dilupakan adalah ibadah shalat. Bukan mengerjakan shalat namun yang benar adalah mendirikan shalat. Mendirikan shalat didasari dengan niat ikhlas, tulus dan semata-mata mengharap ridha ALLAH SWT. Alhasil, shalat tersebut tidak akan dilakukan dengan terburu-buru, karena shalat adalah media untuk mendekatkan diri kepada sang Pencipta. Ibadah bukan hanya shalat, zakat, infaq, shadaqah bahkan senyum ikhlas kepada orang lain adalah ibadah yang memiliki nilainya tersendiri.

Bangunan Islam tak hanya didasari dengan ibadah, namun juga akhlaq yang mulia. Seorang muslim selain memiliki ibadah yang baik, juga harus berakhlaqul karimah. Hablumminallah, hablumminannas  menjadi prioritas  seimbang antar keduanya.

3. Sempurna dalam tempat

Islam mengajarkan keramahan pada setiap orang. Kasih sayang ALLAH meliputi semua makhluk-Nya tanpa terkecuali.

Firman ALLAH:

“Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang maha esa, tidak ada Tuhan melainkan Dia yang maha pemurah lagi maha penyayang” (Q.S.2:163)

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengar air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi: sungguh terdapat tanda-tanda (keesaan dan kebesaran ALLAH) bagi kaum yang memikirkan.”

Islam adalah agama yang komprehensif. Mempelajari, mengajari dan mengamalkannya adalah kewajiban bagi setiap muslim. Bukankah manusia yang terbaik adalah manusia yang ilmunya bermanfaat bagi orang lain. Semakin ilmu kita selami dan pelajari, semakin banyak pula ilmu yang belum kita kuasai. Sebarkan nilai-nilai positif mengenai Islam. Doakan mereka jika hati mereka belum tersentuh cahaya Islam. Karena rasul mengajarkan kita berlemah-lembut pada siapapun. Dan Islam adalah agama yang penuh dengan kasih sayang di dalamnya.

NB : Akumulasi materi 1 DM dan sedikit perubahan penulis.

Tentang Dina Fauziah

a long life learner, staff humas KAMMI MADANI, Aktivis Forum Remaja Masjid Jakarta Islamic Centre (FORMAS JIC).     [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (6 orang menilai, rata-rata: 9,83 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
91 queries in 1,083 seconds.