Home / Berita / Nasional / Pangsa Pasar Asuransi Syariah Dipatok Lima Persen

Pangsa Pasar Asuransi Syariah Dipatok Lima Persen

Ilustrasi - Suasana di sebuah Kantor Asuransi (kontan.co.id)

dakwatuna.com – Jakarta. Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) menargetkan market shared asuransi syariah tahun ini bisa mencapai 5% dari industri asuransi secara keseluruhan.

Namun, target tersebut dapat dipengaruhi oleh masalah dalam penentuan harga premi. Demikian ditegaskan Ketua Umum AASI M Shaifie.

Dia mengatakan, saat ini perusahaan asuransi bebas memasang tarif premi. “Apabila harga premi tidak ditetapkan secara seimbang, menjadi masalah. Masalah harga premi akan pengaruh terhadap pada industri dan kehidupan bisnis tidak akan berkelanjutan,” ujarnya di Jakarta, Senin (14/5).

Menurutnya, peran aktuaris menjadi penting dalam menentukan harga premi yang seimbang. Aktuaris harus memiliki pengetahuan dalam penetapan harga sesuai keinginan pemegang saham, pemilik premi, dan pembuat regulasi.

“Dengan berkembangnya industri syariah yang begitu pesat, perbaikan masalah operasional, terutama kebijakan underwriting dan klaim yang terukur, menjadi penting. Peran aktuaris menjadi sentral dalam penetapan harga,” klaimnya.

Apalagi, industri asuransi syariah saat ini telah tumbuh secara berkesinambungan. Market shared asuransi syariah telah mencapai 4% untuk produk asuransi jiwa dan 3,5% untuk asuransi umum.

Adapun premi kotor yang dibukukan industri asuransi syariah hingga akhir Desember 2011 sebesar Rp4,97 triliun.

“Total premi bruto itu telah tumbuh 10 kali lipat dibandingkan pada 2006 sebesar Rp499 miliar. Untuk tahun ini kami menargetkan pendapatan premi kotor tumbuh sebesar 30%,” terangnya. (WR/OL-5/MICOM)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

bank syariah

Good Corporate Governance (GCG) di Bank Syariah dan Bank Konvensional