Home / Berita / Internasional / Amerika / Materi Anti-Islam Diajarkan oleh Oknum Perwira Militer AS

Materi Anti-Islam Diajarkan oleh Oknum Perwira Militer AS

Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Washington. Al Jazeera secara eksklusif berhasil memperoleh materi pengajaran diajarkan di pangkalan militer AS. Materi tersebut menyiratkan bahwa Hamas telah mempengaruhi pemerintah AS hingga tingkat tertinggi.

Materi pengajaran tersebut diajarkan pada kelas ‘Memahami Ancaman terhadap Amerika’. Ratusan slide yang digunakan dalam presentasi mengklaim adanya hubungan antara Organisasi Advokasi Kebebasan Muslim Sipil (CAIR) dan kelompok muslim Amerika lain dengan kelompok Hamas Palestina.

“Terdapat semacam industri di mana muslim berlatih penegakan hukum dan personel militernya. Kalian adalah generasi pemimpin di masyarakat yang punya kecurigaan dan permusuhan terhadap Islam, warga muslim Amerika dan muslim lain pada umumnya. Mereka berniat menjelekkan Islam dan meminggirkan muslim Amerika. ”

Begitu kira-kira bunyi materi yang diajarkan perwira militer senior di Joint Forces Staff College Universitas Pertahanan Nasional di negara bagian Virginia Utara. Militer AS sedang melakukan penelaahan atas seluruh materi yang diajarkan kepada prajuritnya. Materi tersebut adalah bagian dari kelas dan pelatihan sukarela bagi pejabat militer dan pemerintah.

Dooley kini telah diskors. Namun, ia tetap bertanggung jawab terhadap kelas tersebut. Materi tersebut diperoleh dari situs Wired.com. Belum jelas apakah materi serupa juga diajarkan di akademi militer lain.

Direktur Komunikasi Nasional CAIR Ibrahim Hooper mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tujuan pelatihan tersebut untuk menjatuhkan Islam dan meminggirkan muslim Amerika. Slide materi tersebut telah disetujui oleh dua pensiunan jenderal bintang tiga dan mantan direktur CIS James Woolsey.

“Materi yang disajikan dalam pelatihan kepada perwira muda jelas-jelas tidak sesuai dengan nilai-nilai yang kita anut. Bahkan tidak sesuai dengan strategi yang kita terapkan dalam ‘Perang Melawan Teror,” ujar Juru Bicara Departemen Pertahanan John Kirby seperti dilansir Daily Mail, Sabtu (12/5). (Dewi Mardiani/Ani Nursalikah/ROL)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 7,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Pelajar muslim

Dunia Islam Perlu Mendukung AS