21:13 - Senin, 22 September 2014

Komisi Fatwa MUI: Bekicot Haram Dikonsumsi, Tapi Boleh untuk Penggunaan Luar

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 12/05/12 | 14:38 | 21 Jumada al-Thanni 1433 H

Ilustrasi (wikipedia)

dakwatuna.com – Jakarta. Setelah melakukan eksplorasi yang komprehensif, dan kajian yang mendalam terhadap Qaul (pendapat) dari Jumhur Ulama (para ulama, mayoritas imam Madzhab terkemuka) Komisi Fatwa (KF) MUI menetapkan fatwa tentang bekicot pada Sidang KF yang baru lalu di Jakarta. Dalam hal ini ada dua ketetapan. Pertama, “Bekicot itu haram untuk dikonsumsi secara umum, “ ujar Ketua Komisi Fatwa MUI, Prof.Dr.H. Hasanuddin AF, MA.

Menurut Qaul dari Jumhur Ulama, jelasnya lagi, bekicot itu termasuk kategori Hasyarot, dan hasyarot itu haram untuk dikonsumsi. “Kami di MUI mengambil pendapat ini. Walaupun memang ada sebagian kecil Ulama Salaf yang berpendapat lain,” tambahnya.

Maka kami mengingatkan umat agar memahami fatwa ini. Karena di sebagian masyarakat ada yang mengolah bekicot menjadi menu konsumsi, seperti sate bekicot. Termasuk juga menu Escargot, yang terkenal di Eropa. Haram bagi umat Islam untuk mengkonsumsinya. Demikian ditandaskan oleh Ketua KF MUI ini.

Memang, kini di Eropa, utamanya, bekicot sering digunakan sebagai bahan baku makanan yang disebut Escargot. Menu Escargot semula menggunakan bahan baku Helix pomatia (jenis siput yang dapat dimakan dari daratan Eropa). Karena Helix pomatia lama kelamaan sulit diperoleh, maka bekicot jenis Achatina fulica yang relatif lebih mudah dikembang-biakkan, menggantikannya sebagai bahan baku Escargot.

Boleh Intifa’

Ketetapan kedua, berkenaan dengan intifa’ (pemanfaatan) bekicot untuk penggunaan luar. Dalam Sidang KF MUI yang lalu itu juga ditetapkan, Intifa’ atau pemanfaatan bekicot untuk penggunaan di luar tubuh diperbolehkan. Seperti untuk kosmetika luar. Termasuk juga penggunaan untuk obat kalau memang betul-betul diperlukan berdasarkan hasil penelitian medis kedokteran. Dalam hal ini berlaku kaidah Haajiyat, yakni kebutuhan yang memang sangat diperlukan untuk pengobatan, selama belum ada alternatif bahan penggantinya.

Pemanfaatan itu seperti pada kulit bangkai. Pada dasarnya, bangkai itu haram dikonsumsi. Seperti bangkai kambing atau bangkai sapi. Tapi kalau disamak, kulitnya menjadi suci dan boleh dimanfaatkan, misalnya untuk alas kaki, sepatu dan peralatan lainnya. Jadi dari sini memang dapat dipahami, bahwa tidak semua yang haram itu bersifat najis. Demikian Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini menambahkan penjelasannya.

Namun hukumnya tetap, kulit dari bangkai yang telah disamak itu tidak boleh untuk dikonsumsi. “jadi, memang ada perbedaan fatwa tentang bekicot ini, dalam hal pemanfaatan dengan untuk dikonsumsi,” tandasnya. (Usm/halalmui).

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (13 orang menilai, rata-rata: 7,46 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • http://www.facebook.com/people/Nurhid-As-Hidayah/100000099583115 Nurhid As Hidayah

    kalo keong sawah bagaimana???

  • http://profile.yahoo.com/VE35JZMFRCACNKAQWE73B22R3Q antho

    Kalau kulit bangkai kambing, sapi atau kerbau haram, berarti kerupuk kulit yang terbuat dari kulit ketiga jenis binatang tadi haram juga, dong?

    • http://twitter.com/c_sachiyo Nurul Septiani

      maaf emangnya kerupuk kulit diambil dari sapi atau kambing atau kerbau yang udah jadi bangkai ya pak? setahu saya kerupuk kulit juga diambil dari hewan yang disembelih

    • http://www.facebook.com/Msslowking Hanif Al-faruq Abad

      Setahu saya kalau hewan yang sudah disembelih dengan menyebut nama Allah halal

  • http://www.facebook.com/Msslowking Hanif Al-faruq Abad

    Saya sebenarnya sih setujuh mungkin ini dibuat supaya tidak rakus xD

  • didin

    kalau misalkan hewan lain yaitu babi..dia memang lebih banyak mudhorotnya,,krna diolah dengan suhu 100 derajatpun cacing2 didalam jaringan dagingnya tdak mati,,,jadi haram untuk di konsumsi krna membahayakan kesehatan,,,apakah bekicot itu berbahaya bagi kesehatan,,efek yg paling bahaya apa.??

    mohon maff sebelumnya,,kami hanya membutuhkan penjelasan.
    trma kasih..

    • asep sopian

      Halal-haram tidak didasarkan pada manfaat atau mudarat. Perkara ada mudarat dibalik pengharaman tersebut (misalnya babi), itu adalah hikmah dibalik pengharaman. Saat ini sudah banyak teknologi yang membunuh cacing (apalagi di eropa peternakannya bersih2 dan canggih), tetap saja babi haram.

Iklan negatif? Laporkan!
91 queries in 1,437 seconds.