Home / Berita / Internasional / Asia / Indonesia Tawarkan 3 Langkah untuk Kemerdekaan Palestina

Indonesia Tawarkan 3 Langkah untuk Kemerdekaan Palestina

Menlu RI, Marty Natalegawa (Antara/Andika Wahyu)

dakwatuna.com – Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengajukan tiga langkah pragmatis mengenai upaya kemerdekaan Palestina. Hal itu diungkapkannya dalam pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri (KTM) Gerakan Non-Blok (GNB) di Sharm El Sheilh, Mesir, Rabu (9/5).

Di hadapan para Menlu dari 120 negara anggota GNB, Marty yang didampingi Duta Besar RI untuk Mesir, Nurfaizi Suwandi, menjelaskan tiga langkah pragmatis tersebut dalam upaya mencari penyelesaian yang adil dan konprehensif bagi Palestina.

Langkah pertama, kata Marty, GNB harus terus mencari jalan untuk masuknya Palestina menjadi anggota PBB.

Menurut Marty, Komisi Palestina di GNB telah membuat keputusan bersejarah dengan menyetujui sebuah peta jalan untuk memperluas pengakuan terhadap Palestina, di Bali, tahun lalu.

“Sejak itu, cukup banyak negara yang telah mengakui status kenegaraan Palestina dan kemudian Palestina berhasil untuk menjadi anggota UNESCO,” katanya.

Ia menekankan, GNB harus mulai berbuat sesuatu berdasarkan keberhasilan-keberhasilan tersebut dengan menciptakan momentum permanen menuju diterimanya Palestina menjadi anggota PBB.

“Negara-negara anggota Komisi Palestina di GNB harus dapat menjaga momentum yang ada saat ini dengan memasukkan isu tersebut ke dalam agenda pertemuan bilateral mereka pada sesi Sidang Umum PBB ke-67 tahun ini,” ujarnya.

Organisasi-organisasi internasional, termasuk GNB, dapat didorong untuk mengikuti contoh UNESCO.

Kedua, lanjut Marty, tindakan ilegal Israel, termasuk pembangunan pemukiman di tanah Palestina, harus dihentikan.

“Tindakan ilegal tersebut telah menjadi batu sandungan bagi pencapaian hak-hak dasar rakyat Palestina,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Marty, upaya diplomatik harus tetap dilakukan setiap saat untuk mengingatkan dunia bahwa rakyat Palestina mengalami ketidakadilan yang merajalela.

Ketiga, GNB harus tetap menjalankan upaya membantu Palestina untuk membangun kapasitasnya demi pencapaian tata pemerintahan yang efektif.

“Seiring dengan persiapan Palestina untuk menyandang status kenegaraan, maka pembangunan negara dan penguatan institusi nasionalnya menjadi sangat penting,” katanya.

Marty menjelaskan, sejak diadopsinya resolusi Sidang Majelis Umum PBB 65/16, para pemimpin Palestina telah bekerja keras untuk menciptakan struktur-struktur untuk mengantisipasi berdirinya Negara Palestina.

“Kita harus mendukung Palestina dalam mencapai tujuan tersebut melalui kemitraan bersama. Komisi harus merancang modalitas yang praktis yang dapat meningkatkan dukungan internasional terhadap pembangunan kapasitas di Palestina,” paparnya.

Menyangkut Indonesia, Marty mengemukakan bahwa pemerintah sedang melaksanakan program pembangunan kapasitas untuk melatih 1.000 warga Palestina dalam berbagai bidang.

“Kami juga membuka kesempatan bagi negara-negara anggota GNB lainnya untuk terlibat dalam program ini dan program pembangunan kapasitas lainnya bagi rakyat Palestina,” ujarnya. (Ant/Wrt/knrp)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (14 votes, average: 9,14 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Aksi Solidaritas Palestina oleh LDK SSP STEI SEBI yang berlokasi di Car Free Day, Jakarta. Ahad (27/11/2016).  (Ahmad Jundi Taqiyuddin/LDK SSP STEI SEBI)

Aksi Solidaritas Untuk Palestina di Car Free Day Jakarta

Organization