21:42 - Sabtu, 18 Mei 2013

Asal Mula Istilah Ladies First

Rubrik: Opini Pembaca | Kontributor: Fahni Febrianika - 08/05/12 | 09:30 | 17 Jumada al-Thanni 1433 H

Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com - Ladies first…

Mungkin kalimat ini sudah tidak asing lagi di telinga para akhwat sekalian. Kalimat yang dipakai para kaum laki-laki yang ditujukan untuk mempersilakan wanita yang ada di depannya. Untuk lebih dahulu melangkah, masuk ke dalam mobil, masuk lift, bahkan antri sekalian. Wanita yang mendengarnya tidak jarang, atau dapat dikatakan pasti, melayang jika mendengar kata ini. “Wah, sopan sekali orang ini,” “bener-bener cowok yang gentlemen ….” Atau pikiran lain yang tak tentu arahnya.

Pertanyaannya budaya manakah ini? Tak dapat dipungkiri lagi ini adalah budaya Barat yang mendunia seiring dengan perkembangan bahasa Inggris yang menjadi bahasa Internasional -tapi bukan berarti bahasa akhirat (harap dicatat)-. Nah, sebenarnya para pemakai istilah ini, atau kita yang ikut-ikutan memakainya pernahkah berfikir tentang asal muasal istilah ini sendiri. Asalnya dari mana? Banyak istilah atau adat istiadat yang berasal dari Barat, walaupun tidak semuanya jelek, tapi sebagian besarnya pasti jelek. Tidak sesuai dengan kebudayaan Timur apalagi ajaran agama Islam. Ini adalah rahasia umum. Bukankah begitu?? Kita liat saja, seperti April Mop, Valentine Day, Mother Day, dan lain sebagainya. Baiklah, untuk tidak selamanya buta, mari buka mata….

Istilah Ladies First berawal dari sebuah kisah yang datang dari Italia pada abad 8 Masehi.

Seorang pemuda kaya, keturunan bangsawan Italia mencintai perempuan miskin yang seperti cerita umumnya, tak kan direstui orang tua si pemuda.

Mereka pun berniat untuk menikah. Segala rintangan pun dijejali sang pria akan tetapi tak pelak lagi harapan mereka kandas. Tak mungkin orang tua dapat ditentang. Akhirnya pun mereka sepakat untuk bunuh diri bersama. Caranya adalah terjun dari sebuah batu besar, yang di bawahnya menganga lautan yang siap menelan.

Mereka pun berdiri di sana. Berikrar setia. Diakhiri dengan loncatan sang pemuda dari batu tersebut dan tentu saja langsung hilang terbawa gelombang dan dapat dipastikan, mati. Ketika melihat pemandangan tragis ini, sang perempuan pun mengurungkan niat bunuh diri. Mengkhianati slogan sehidup semati bersama dan kemudian pulang ke desanya dan menikah dengan laki-laki yang semartabat dengannya (kelas rendah).

Kejadian ini pun yang memberi ilham kepada penduduk desa untuk tidak lagi mempercayai perempuan dan mengedepankan mereka dalam segala urusan. Takut kejadian ini akan terulang kepada mereka.

Dari kisah ini kemudian menyebar istilah Ladies First yang telah kita ketahui.

Dan juga sekedar tambahan, bahkan ketika ada peperangan, tentara Barat yang laki-laki selalu mengedepankan perempuan untuk melangkah. Kenapa? Karena kalau ada jebakan atau bom yang terinjak, bukan mereka yang langsung terkena, akan tetapi perempuan tadi. Karena bagi mereka perempuan tak ada harganya.

Masih kah percaya ladies first lebih baik dan lebih gentle dan mempertanyakan kenapa di kisah nabi Musa AS, cowok yang jalan duluan. Kenapa cewek tak boleh berjalan di depan cowok. Dan lain sebagainya.

Silakan berikan komentar…

Tentang Fahni Febrianika

Nama langkap Fahni Febrianika pernah mengenyam pendidikan di LIPIA Jakarta dan sekarang aktif menjadi penulis artikel di berbagai media m... Selengkapnya.

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (36 orang menilai, rata-rata: 9,42 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • Rosalina Suhartono

    Kalo masalah wanita dianggap inferior, di segala bentuk budaya gitu semua kali.. nggak cuma di budaya barat.. di budaya Jawa juga, di budaya Arab juga, semua juga gitu kalo diliat berdasar sejarah masa lampau.. Karena itulah Rosulullah diutus untuk menyebarkan Islam karena di dalam islam, semua orang itu sama di mata Allah, yg membedakan hanya ketaqwaannya. Kalo ada pihak2 yg masih menganggap bahwa wanita itu inferior, itu karena mereka masih menjalankan budaya nenek moyangnya dulu yg meski salah tetep diikutin. Dan sekali lg, itu ada di semua budaya.  Lain kali artikelnya jangan argumentatif n subjektif gini dunk. 

  • http://twitter.com/ocv_visa OCTAVIAN ISA

    mungkin maksud dari artikel tersebut adalah bahwa kita juga sebagai manusia “BUDAK”/hamba/makhluk ALLAH SWT tidak lupa pada aturan-aturan yang sebenarnya yang berasal dari “TUAN”/”MAJIKAN’/”ATASAN”/”BOS” kita, yaitu ALLAH SWT…kita jangan sampai secara konyol,penuh sentimen,membabi-buta baik secara disengaja maupun tanpa disengaja menerjemahkan/menganggap bahwa harus menerapkan disegala aspek perempuan didahulukan, karena paham “LADIES FIRST ini terkesan lebih banyak merupakan perwujudan GOMBAL-nya pria terhadap wanita karena sang pria “MENGINGINKAN SESUATU” dari sang wanita.

    jadi yang musti diingat, bahwa jangan menggunakan istilah LADIES FIRST ini secara general sebagai acuan dasar dalam menetapkan semua hukum atas sesuatu perkara, karena istilah LADIES FIRST ini musti ada konteksnya khusus, dan jangan lupa kita UMAT ISLAM bukan umat yang tercipta seakan-akan tiba-tiba tanpa ada ujung pangkalnya, tapi kita adalah umat yang BENAR-BENAR DICIPTAKAN OLEH TUHAN YANG MAHA ESA yaitu ALLAH SWT yang mana telah disiapkan juga untuk kita ATURAN-ATURAN YANG SUDAH JELAS OLEH ALLAH, so jangan lancang mengarang-ngarang hukum sendiri yang tidak sesuai dengan HUKUM ALLAH SWT seakan-akan tidak ada TUHAN yang telah menetapkan semua hukum atas sesuatu di alam ini.

    JANGAN LATAH TERBAWA-BAWA OLEH TREND IDEOLOGI ORANG-ORANG KAFIR/JAHILIYIAH, YANG MANA KEBANYAKAN IDEOLOGI MEREKA TERKESAN SEPERTI ORANG YANG BARU MENGETAHUI SESUATU PERKARA SEAKAN-AKAN PERKARA TERSEBUT BELUM ADA PENJELASANNYA DI ALAM INI, SEAKAN-AKAN TIDAK ADA TUHAN YANG TELAH MEMBERIKAN PEDOMAN PENJELASAN TENTANG PERKARA ITU. SIALNYA IDEOLOGI MEREKA TERSEBUT SUBYEKTIF DAN TENDESIUS SEPIHAK. LEBIH KONYOLNYA UMAT ISLAM YANG TERMAKAN JUGA OLEH IDEOLOGI JEBAKAN PRODUK KAUM KAFIR/JAHILIYAH YANG BERNILAI SUBYEKTIF DAN TENDENSIUS TERSEBUT…

  • http://twitter.com/iib_ibrims ☀Imαm BukhÖri Muslim

    Ngarang cerita dari mana Om…? hahahaha…:D

  • http://www.facebook.com/profile.php?id=1733679448 Yudha Pratama Putra

    Kalau dalam konteks
    kepemimpinan, gentlemen first. Tapi kalau soal yang diutamakan duluan,
    ladies first. Bukan soal asal mulanya bagaimana, tapi soal pemaknaannya
    terhadap keberadaan wanita. Bukan feminis, tapi bukan juga patriarki.
    Wanita (ibu) 3 kali disebut lebih duluan drpd pria (ayah).

  • doblay

    Itu dahulu..tapi sekarang rubahlah kata ladies first menjadi bahasa yang patut saja..kan kita disuruh menyaring budaya dari Barat..yah ameliorasikan bahasa tersebut..contoh : Dahulu Freeman artinya adalah orang bebas tapi sekarang ber-ameliorasi menjadi bahasa yang jelek..yaitu Preman si tukang bikin keonaran di pasar dan terminal.

Iklan negatif? Laporkan!
50 queries in 0,756 seconds.