Home / Berita / Nasional / Dilarang Khutbah, Ini Jawaban Hidayat Nur Wahid

Dilarang Khutbah, Ini Jawaban Hidayat Nur Wahid

Hidayat Nur Wahid (inet)

dakwatuna.comCalon Gubernur asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid sangat kaget karena dilarang berkhutbah di Masjid An-Ni’mah Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, pada Jumat lalu (4/5).

Hidayat pun mengatakan yang justru sangat disayangkan adalah karena pelarangan tersebut bukan dari pengurus Masjid, melainkan diduga dilakukan oleh jajaran pemerintahan Kepulauan Seribu. Padahal kedatangannya itu untuk menjadi khatib bukan membawa misi kampanye atau melanggar aturan setempat.

“Ini saya sudah datang malah dilarang, padahal gratis pula,” ujar Hidayat saat ditemui di sela-sela deklarasi paguyuban Solo mendukung Hidayat-Didik di Lenteng Agung, Jakarta (Minggu, 6/5)

Hidayat pun mengatakan dirinya sudah sering khutbah di setiap tempat, seperti di Masjid Istiqlal setiap bulan bahkan sampai di Sarajevo.

“kita bukan di masa orde baru dimana kemudian penguasa seenaknya melarang orang khutbah di masjid dan kita harus punya Surat Izin Mubaligh (SIM). Kalau perilaku ini dibiarkan, ini akan mengembalikan orde baru yang represif,” ujar Hidayat

Hidayat memberikan apresiasi kepada Takmir masjid yang akhirnya menyerahkan kesempatan untuk melakukan khutbah kepada dirinya. Hidayat juga berharap kejadian ini adalah yang terakhir kalinya. (ysa/Ihsan Dalimunthe/RMOL)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (54 votes, average: 9,61 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • desi agustina

    siapa tu dalangnya???

  • Alasan…! Masih ngeyel…! gak boleh.. ya gak boleh Pak ustad.. :P

    •  nama anda sangat bagussss….namun nama tdk sesuai dgn akhlaq orangnya ^_^

    • kayanya ente sentimen banget sm  pak HNW emangnya beliau salah apa sm ente sampe sewot gitun komentnya,ga sesuai sm nama ente yang membawa nama perawi hadits yg hatinya bersih.

    • namanya seeh bagus,tapi lisannya…..????

    • Menghalangi (apalagi melarang) orang dakwah itu zhalim namanya, termasuk katagori menghalangi orang dari jalan Allah. Siapa pun orang yg dilarangnya (kecuali jika orang tsb diduga kuat dpt menimbulkan mudharat bagi Umat dan Islam). Ee lha sampeyan kok malah mendukung barang busuk macem gini. Mbok ya malu dikit, istighfar, sadar,  inget mati. Hidup ini nggak lama lho mas….!

  •  MUNGKIN ITU MASJID SUDAH ADA JADWAL KHOTIB NYA JADI TIDAK BISA SEENAKNYA LANGSUNG KHUTBAH SAJA KASIAN KHOTIB YANG SUDAH TERJADWAL JAUH-JAUH HARI

    • Iya Jadwalnya Pas Pak Hidayat yang Khutbah .
      Mangkanye di baca Pake Mata + Hati

    •  pengurus sudah izinkan sejak 2 pekan yang lalu, pelarangan itu hanya beberapa menit sebelum waktu jumatan

    • hermantoabdljbar

       bp khutoba kalo belum jelas masalahnya ga perlu komentar, jgn pake mungkin2 segala. Ini pemda yang melarang. hak ini hanya khatib dan pengurus kalau keduanya setuju ya no prroblem, kalau pemda melarang jika yg kan berkhatib itu menjelek2an pemerintah… ini hanya ketakutan oknum aja, maklum lagi musim kampanye, piiiiis

    • YUSUF ANDRI

      ahk loo Bp Khutoba kros chek yg benerr… komen asal ..

  • Mudah-mudahan yg melarang mendapatkan petunjuk agar segera insyaf…

  • Pejabat (otaknya) yang melarang itu adalah musuh Allah yang nyata alias syetan bin iblis, smg Allah melaknat pejabat tsb didunia dan diakhirat nanti. 

  • sudah jelas yg ngelarang bukan pengurus masjidnya, pi PEMDAnya…. emangnya mesjid punya pemda..punya umat tahu, tempe… jd siapapun boleh beramar ma’ruf  dan nahyi mungkar dimesjid…

  • hukum berdakwah adalah wajib
    jd klw org yg melarang org laen berdakwah maka orang itu adalah musuh dan ia merupakan orang munafik dan bisa menjadi musuh Allah SWT

  • kalau memang bukan jadwalnya gak mungkin lah beliau hadir untuk berkhutbah…..buat anda yg tidak tahu permasalannya mohon kroscek dulu ke pengurus masjid tersebut…jgn hanya bisanya membombardir seperti pengecut ( menggunakan nama palsu )

  • orang mau menyiarkan kebaikan dilarang,,,gmana pemerintah,,ari orang yang korupsi di biarin,,,

  • yah, biasa lah itu kalau ulama udah terjun ke dunia politik. ada banyak yang sirik

    • YUSUF ANDRI

      Politik adalah tanggung jawab bersama,,, nabi Muhammad adlalah seorang Politikus Ulung,, juga sebagai Panglima Perang yg Handal,, Sebagai pedagang yg Jujur, dan seorang yg amanah meskipun pemberi amanah dari musuhnya,, hayoo mau apa lagi ,, makanya berislam itu yg Syumul… lengkap jngan sepotong sepotong,, BRoooo

  • r

    Doktor Lulusan Univ.Madinah ko tergiur yg bginian ya.. disana bljrnya bgmn? Ana yakin bkn Masyaikh yg salah..

  • arief adi nugroho

    “Ini saya sudah datang malah dilarang, PADAHAL GRATIS pula,” ujar Hidayat <– ckckckckck…

  • kepada seluruh pengurus masjid agar memperhatikan tentang jadwal khotib jum’atnya, dan jangan sampai ada pesan sponsor bagi yang memangnya sudah terjadwal, kemudian di “cancel”, apalagi sampai ada istilah DILARANG MEMBERIKAN KHUTBAH,  opo iki re !

  •  kenapa harus protes, bukankah kita sudah terbiasa melarang ustadz yg sudah keluar dari kelompok utk berkhutbah, atau bahkan kita sudah biasa menyuruh/disuruh teman kita utk tidak lagi mencari ilmu kpd ustadz yg sudah keluar dr klmpok…???? coba kita renungkan bersama..

    • YUSUF ANDRI

      maksud looo

  • kenapa harus protes, bukankah kita sudah terbiasa melarang ustadz yg
    sudah keluar dari kelompok utk berkhutbah, atau bahkan kita sudah biasa
    menyuruh/disuruh teman kita utk tidak lagi mencari ilmu kpd ustadz yg
    sudah keluar dr klmpok…???? coba kita renungkan bersama..kalau sikap itu salah, kenapa kita juga melakukannya??? MELARANG ORANG LAIN UTK BERDAKWAH/BERKHUTBAH walaupun sudah terjadwal atau MENGAJAK ORANG LAIN (MENGINSTRUKSIKAN) UTK MENJAUHI USTADZ tersebut.. walaupun ilmu ustadz tsbt banyak..!!!!

Lihat Juga

Khutbah Idul Adha 1437 H: Tiga Pelajaran Dari Ibadah Haji