Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Pedagang Tempe Ingin Naik Haji

Pedagang Tempe Ingin Naik Haji

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ibadah Haji (inet)
Ilustrasi - Ibadah Haji (inet)

dakwatuna.com – Ada kabar baik, bisa juga dianggap kabar buruk, tinggal dari sisi mana orang menilai. Daftar tunggu haji di beberapa propinsi telah menembus tahun di atas 2020. Artinya jika kita hari ini mendaftarkan diri untuk menunaikan ibadah haji reguler yang dilayani pemerintah maka baru bisa berangkat setelah tahun 2020. Meskipun kita membayar lunas saat ini juga.

Untuk bisa memesan satu nomor antrian haji, kita harus membayar minimal 25 juta rupiah sebagai setoran awal, maka kita akan mendapatkan nomor urut. Hal ini secara ‘cerdas’ ditangkap sebagai peluang oleh pihak perbankan, mereka kemudian mengeluarkan layanan yang sering disebut dana talangan haji. Pihak bank ‘meminjami’ uang setoran awal tersebut dan calon haji melunasinya dengan sistem angsuran beberapa tahun, jadi ketika tiba tahun keberangkatan pinjaman tersebut sudah lunas dan tinggal menggenapi sisa kekurangan biaya haji.

Lamanya antrian haji sebetulnya ada sisi positif yang bisa ditebak. Kesejahteraan masyarakat yang meningkat, atau kesadaran beribadah yang kian tinggi. Masyarakat semakin relijius. Meskipun ada juga yang apriori dengan hal tersebut, dengan berbagai prasangkan buruknya.

Syahdan, jika beberapa tahun lalu dalam pemberitaan kita sering mendapati seorang pedagang kaki lima, penjual tempe, atau pedagang bakso keliling naik haji, untuk tahun-tahun mendatang mungkin jumlah mereka akan berkurang dengan beberapa alasan.

Pertama, bagi para pedagang tempe kecil-kecilan untuk mengumpulkan dana 25 juta untuk setoran awal, mungkin butuh waktu bertahu-tahun. Sementara antrian haji kian memanjang dengan adanya dana talangan dari pihak bank.

Kedua, para pedagang tempe kecil kemungkinan punya inisiatif mengajukan dana talangan haji ke pihak bank, dan kalaupun mengajukan, prosentase disetujuinya kecil.

Jika Allah mengizinkan, saya juga ingin bisa menunaikan ibadah haji, dan akan berusaha sekuat mungkin untuk menghindari menggunakan dana talangan haji dari bank. Mohon doanya.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 8,71 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

E Hamdani
Seorang lelaki dusun, eks pedagang kerupuk singkong keliling yang bercita-cita menjadi jurnalis. Pernah magang menjadi wartawan Harian Solopos, tetapi ternyata menjadi wartawan bukanlah jiwanya. Maka hobi menulisnya disalurkan dengan menulis artikel lepas di beberapa media dan menulis buku.

Lihat Juga

Menteri Agama Lukman Hakin Saifuddin mengatakan, hingga saat ini, visa jamaah haji  gelombang dua mendatang belum semua selesai. (kabarmakkah.com)

Hingga kini, Visa Haji Gelombang Dua Belum Selesai