Home / Berita / Daerah / Irwan Prayitno: Ada Lima Tahapan Pendidikan Berkarakter

Irwan Prayitno: Ada Lima Tahapan Pendidikan Berkarakter

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno (ant)

dakwatuna.com – Batusangkar. Sumbar sedang gencar menggalakan sistem pendidikan berkarakter di Sumatera Barat. Ini berkaitan dengan perkembangan dan hasil yang bangsa ini peroleh setelah sekian lama berkutat dengan arah pendidikan yang lebih menerapkan domain kognitif dalam sistem pendidikannya. Yang dimaksud dengan domain kognitif adalah sistem pendidikan yang hanya menerapkan pengajaran tentang bagaimana mengenal dan memahami suatu masalah dan persoalan tanpa mengerti, mengahayati, menerapkan ajaran-ajaran posistif serta keteladanan dari para pendidik dalam memberikan pengajaran dan pendidikan. Dapat kita lihat bersama pada saat sekarang ini banyaknya timbul kekerasan dan perilaku-perilaku menyimpang yang dilakukan oleh pelajar-pelajar dan generasi muda. Ini adalah efek dan dampak secara tidak langsung kurangnya pengahayatan, pengertian serta penerapan hal-hal positif dalam ajaran pendidikan kita.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno ketika memberikan Studium General di STAIN Batusangkar, Jumat pagi (28/4). Hadir pada kesempatan tersebut, Kakanwil Kemenag Sumbar, Ketua STAIN Batusangkar, Wakil Bupati Tanah Datar, Ketua DPRD Tanah Datar, Kadis Sosial Pemprov. Sumbar serta jajaran Muspika Kab. Tanah Datar.

Gubernur Irwan Prayitno menjelaskan pentingnya penerapan pendidikan berkarakter ini sesuai dengan tuntutan dari UUD 1945, pasal 31 ayat 3 yang menjelaskan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Jadi sebenarnya secara legalitas Undang-Undang telah dijelaskan bahwa pentingnya pendidikan yang bisa menghasilkan generasi yang cerdas, berkarakter mulia, dan profesional. Dan ini yang belum diterapkan secara lebih rinci dalam pendidikan kita selama ini. Pendidikan kita selama ini hanya menerapkan ajaran-ajaran pendidikan yang bersifat kognitif tanpa dilanjutkan dengan domain afektif (penghayatan) dan psikomotorik (penerapan). Dimana peran domain afektif dan psikomotorik bisa dikatakan sangat vital dalam pengaruhnya membentuk cara pandang, prilaku serta karakter seseorang.

Lebih lanjut Gubernur mengatakan bisa dikatakan pendidikan kita pada saat sekarang ini belum menyentuh pendidikan berkarakter, meskipun pendidikan tersebut diajarkan dalam bentuk pendidikan agama atau kewarganegaraan. Pendidikan berkaraker bukan dalam bentu pendidikan agama atau kebangsaan saja, tapi lebih kepada upaya pemahaman, penghayatan dan penerapan dari semua pendidkan yang diperoleh, dan menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari dalam bermasyarakat. Gubernur menyampaikan skema pendidikan berkarakter tersebut terbagi dalam 5 tahapan, antara lain, pengenalan pendidikan, kemudian pembiasaan (pengahayatan), dilanjutkan pemberian contoh (keteladanan), kemudian pemberian punishment/reward dan terakhir pemeliharaan (penjagaan ilmu tersebut). Apabila kelima tahapan tersebut terpenuhi, maka mewujudkan manusia atau generasi yang cerdas, memiliki akhlak mulia, bermoral, berkepribadian, cinta agama , tanah air dan bangsa dan negara akan terpenuhi dengan baik.

Saat ini telah banyak penawaran model proses pendidikan berkarakter di sekolah-sekolah, namun jika tidak ada komitmen yang kuat maka proses pendidikan berkarakter itu tidak akan dapat diwujudkan secara baik. Ke depan kita akan membuat Pergub yang jelas dalam mengimplementasikan pendidikan berkarakter tersebut di Kab/Kota. Karena selama ini ada perbedaan persepsi yang berbeda dengan proses penyelanggaraan pendidikan di daerah kab/kota di Sumatera Barat. Kendala utamanya adalah kesiapan para guru-guru memberikan contoh tauladan kepribadian yang utuh kepada setiap siswa, sehingga mereka dapat mencontoh dan mempraktekannya dalam proses pendidikan berkarakter tersebut, ungkapnya.

Pada Kesempatan tersebut juga di gelar MoU kesepakan antara Kakanwil Kemenag Sumbar dan STAIN Batusangkar dalam rangka peningkatan SDM aparat Kakanwil Kemenag. (ist)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 9,20 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Untuk melahirkan peserta didik yang berkarakter kokoh, suri tauladan dari guru memang harus menjadi hal yang nomor satu yang harus diperhatikan. Jangan sampai guru melarang murid merokok sementara gurunya masih menjadi ahli hisap?

  • Untuk membentuk Sumber daya Manusia berkualitas dan berkarakter sebenarnya tidak sulit asalkan semua tokoh masyarakat berkomitmen untuk mau sadar dan taubat dari gaya hidup jelek (pendusta, penipu, pencuri, korupsi, angkuh, arogan, selingkuh dan lain sebagainya) menjadi gaya hidup baik yang bisa diteladani ( Jujur, bertanggung jawab, rendah hati, sopan, suka menolong orang lain dalam kesusahan, setiap prilaku yang ditampilkan sangat bermaafaat bagi setiap manusia dan lingkungannya
       

Lihat Juga

Peringati Hardiknas, Rohis SMA Bogor Sosialisasi Pendidikan Berdasarkan UUD 1945