10:44 - Selasa, 21 Oktober 2014

Apapun Peranmu, Surga Obsesimu!

Rubrik: Artikel Lepas | Oleh: Dina Fauziah - 01/05/12 | 19:20 | 10 Jumada al-Thanni 1433 H

Dunia ini panggung sandiwara
Ceritanya mudah berubah…
Setiap kita dapat satu peranan…
Yang harus kita mainkan…

Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Banyak sekali peran di dunia ini. Menjadi seorang pelajar, public figure, politikus, wartawan, guru, dsb. Mereka memilih perannya masing-masing. Mereka memiliki tujuan yang berbeda satu sama lain. Jika keadaan terpuruk tak sedikit dari mereka memilih peran yang tidak halal. Tanpa disadari mereka memakan rezeki yang tidak barokah. Sikap pun menjadi tidak bermoral. Naudzubillah.

ALLAH menyediakan segala macam kenikmatan, rezeki dan rahmatNYA yang tiada henti untuk setiap makhlukNYA di muka bumi, tanpa terkecuali. Manusia sebagai makhluk yang dianugerahi akal dan pikiran semestinyalah menjaga segala keseimbangan yang ada di muka bumi. Jika keseimbangan itu sedikit berubah niscaya banyak bencana yang datang.

Manusia memiliki peran yang luar biasa besar untuk terus memberikan kesejahteraan pada sesamanya. Setiap yang kita lakukan seharusnya memiliki tujuan. Diawali dengan niat yang baik, dalam proses yang baik, sedangkan hasil serahkan pada yang kuasa. Banyak orang yang menginginkan hasil yang baik, diawali dengan niat yang baik namun melalui proses yang tidak baik.

Seperti kisah seseorang yang dianggap Hero, karena peduli pada rakyat kecil dan tidak menyukai pemerintahan. Hero ini selalu berkeliaran setiap malam. Ketika orang-orang sedang tertidur lelap. Mencuri harta benda orang-orang kaya. Dan paginya dibagikan kepada rakyat kecil. Setujukah Anda dengan cara Hero ini?

Meskipun niat dan tujuannya baik untuk menolong rakyat kecil. Namun caranya salah. Tetap itu tidak barokah dan sia-sia.

Banyak di sekitar kita yang tidak lagi mempedulikan halal atau tidaknya sebuah pekerjaan yang digelutinya saat ini. Mereka tidak pikir panjang apa dampak dari perbuatannya tersebut. Jadi jangan salahkan jika generasi muda saat ini banyak yang sulit diatur, dan bertindak semaunya. Karena di dalam tubuh mereka mengandung rezeki yang tak halal. Naudzubillah

Kembali kepada niat, agar ALLAH senantiasa meridhai setiap usaha kecil yang kita lakukan. Setiap usaha yang kita lakukan kita niatkan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan. Kita niatkan agar kita doa-doa kita mudah dikabulkan. Agar ALLAH tidak menjatuhkan bencana karena murkaNYA kepada kita. Agar banyak generasi muda yang berakhlaqul kharimah.

Menjadi guru kita niatkan untuk mencerdaskan bangsa…

Menjadi penulis kita niatkan untuk menginspirasi banyak orang…

Menjadi pelajar kita niatkan untuk menjalankan amanah orang tua…

Menjadi wirausahawan kita niatkan untuk mandiri secara finansial…

Dan segala macam peran yang kita lakukan kita niatkan semata-mata hanya untuk mendapatkan ridhaNYA. Dengan cara yang disukaiNYA.

Surgakan Peranmu. Raih puncak bahagia penuh barokah. Tapaki peran, bahkan syukuri kegagalan sebagai pertolongan yang menyelamatkan. (Solikhin Abu Izzudin)

Pak Solikhin Abu Izzudin dalam buku HERO mempunyai rumusnya untuk mengemas dan mendesain peran sebagai jalan menuju syurga.

  • Clean, bersih dan berintegritas moral, shalih ritual alias shoolihun linafsih
  • Care, peduli sesama, berobsesi untuk selalu memberikan yang terbaik, give the best, shalih sosial alias naafi’un lighoirih
  • Competence, mampu mengemban amanah dengan handal dan profesional, service excellent.

Bukan peran yang kita permasalahkan dan kita keluhkan. Ubahlah cara kita menjalani peran itu. Jalani dengan penuh kesyukuran, keikhlasan. Semoga kita mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Apapun peranmu, surga obsesimu..!!

Tentang Dina Fauziah

a long life learner, staff humas KAMMI MADANI, Aktivis Forum Remaja Masjid Jakarta Islamic Centre (FORMAS JIC).     [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Hendra

Keyword: , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (15 orang menilai, rata-rata: 9,00 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
106 queries in 1,462 seconds.