Home / Berita / Internasional / Eropa / Istri Pangeran Andrew Kagumi Busana Muslim

Istri Pangeran Andrew Kagumi Busana Muslim

Ilustrasi (AP Photo)

dakwatuna.com – London. Istri Pangeran Edward, The Countess of Wessex, Sophie, mengagumi busana Muslim yang dibawakan oleh peragawan dan pragawati Inggris dalam acara Islamic Fashion Festival 2012 yang berlangsung di gedung The Natural History Musuem, London, Rabu malam yang juga dihadiri perancang Indonesia, Ghea Panggabean..

Ruang museum yang disulap menjadi catwalk dalam acara Charity Dinner untuk mengalang dana bagi The Duke of Edinburgh`s internasional Award dan The Wessex Youth Trust, para peragawati memperagakan busana muslim dari perancang terkemuka dari Malaysia, Marako, Lahore serta satunya dari Indonesia Ghea Panggabean.

“Acaranya sangat menarik, apalagi hasil dari Gala Dinner diperuntukkan untuk kegiatan sosial,” ujar Sophie kepada koresponden ANTARA London, Rabu malam.

Istri Pangeran Edward, putra bungsu Ratu Elizabeth itu yang berkecimpung dalam kegiatan social mengakui bahwa busana Muslim sangat bagus dan menarik.

Acara Islamic Fashion Festival (IFF) 2012 yang digagas pria muda asal Malaysia, Raja Rezza Shah digelar selain di London untuk kedua kalinya juga selenggarakan di Kuala Lumpur, Indonesia, Dubai, New York dan Monte Carlo.

“Saya bangga mengatakan bahwa Monaco mendapat kehormatan yang pertama digelarnya Islamic Fashion Festival di Eropa dua tahun lalu yang dihadiri oleh Pangeran Albert,” ujar Duta Besar Monaco di London, Evelyne Genta.

Avelyne Genta, yang menjadi Dewan IFF bersama Taty Bakrie dan Titiek Soeharto, mengakui penyelenggaraan IFF awalnya diadakan di Malaysia di tahun 2006 dan sejak itu IFF berkembang ke berbagai negara seperti di Abu Dhabi, Jakarta, Dubai, Singapura dan New York.

Diakuinya penyelenggaraan Islamic Fashion Festival adalah bertujuan untuk mempromosikan keberagaman yang dapat menarik bagi perempuan dari semua lapisan masyarakat di seluruh dunia.

Sementara itu istri Perdana Menteri Malaysia Datin Paduka Seri Rosma Mansor, salah seorang patron IFF mengatakan bahwa Islamic Fashion Festival kali ini bertemakan Diversity in Modesty.

Diakuinya sejak abad ke tujuh, seni Islamic terus berkembang dan esensi dari busana Muslim adalah kesederhanan yang menjadi potret dari tradisi dan cara hidup kita.

Dunia fashion dalam Islam, menurut Datin Paduka Seri Rosma Mansor , memiliki kesempatan besar untuk memperbaiki persepsi mengenai Islam itu sendiri.

“Islam merupakan kedamaian, keadilan, toleran dan kesamaan hak serta respek untuk keberagaman, sesuai tema Islamic Fashion Festival malam ini yaitu Diversity in Modesty,” katanya. (T.H-ZG/A011/Ruslan Burhani/Ant)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (20 votes, average: 8,30 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Alhamdulillah. Sesuatu yang sangat berharga memang harus dikemas dengan bahan dan cara yang juga sangat berharga, sehingga sesuatu yang sangat berharga itu hanya boleh dan berhak dilihat oleh pemiliknya yang sah. Pakaian Muslimah bahkan lebih berharga dari itu karena ia juga bernilai ibadah sebagai bentuk kepatuhan kepada Allah SWT dan Rasulullah saw.

  • وَأَنَّ اللهَ يُؤَيِّدُ هَذَا الدِّينَ بِالرَّجُلِ الْفَاجِرِ

Lihat Juga

Pauline Hanson dalam pidatonya yang bernada Islamofobia di Parlemen Australia, Rabu (14/9/2016). (abc.net.au)

(Video) Seorang Anggota Parlemen Australia: Kita Dalam Bahaya Dibanjiri Muslim