Home / Berita / Silaturahim / Akhirnya, Masjid Pertama di Kumamoto, Jepang, Terwujud!

Akhirnya, Masjid Pertama di Kumamoto, Jepang, Terwujud!

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Masjid Kumamoto (lmjaelani)

dakwatuna.com “Alhamdulillah, Masjid pertama di Kumamoto akhirnya terwujud” begitulah inti dari email syukur Ketua PPI Kumamoto, Raden Darmawan. Emailyang dikirim ke beberapa milis ini menjadi tanda kebahagiaan masyarakat Muslim Kumamoto, sebuah penantian akan hadirnya masjid sejak bertahun-tahun itu, kini telah tercapai.

Masyarakat Muslim Kumamoto yang tergabung dalam  organisasi Kumamoto Islamic Center (KIC) memiliki anggota sekitar 200 orang, dengan komposisi setengahnya adalah Warga Negara Indonesia baik pelajar maupun mahasiswa. KIC juga terdiri dari warga Jepang asli sejumlah 18 orang (7 dewasa, 11 anak), sementara sisanya berasal dari berbagai bangsa, terutama dari timur tengah dan Asia selatan.

Pembelian bangunan yang selanjutnya akan diubah menjadi Masjid Kumamoto menghadapi jalan berliku. Bangunan yang dibeli adalah bangunan jadi berlantai 3 yang  dilelang oleh pengadilan, karena pemilik lama bangkrut. Panitia pengadaan masjid, memiliki beberapa alasan untuk tidak membeli tanah dan membangun masjid, sebagaimana kebiasaan masyarakat muslim di tempat lainnya. Alasan membeli bangunan yang sudah jadi, sebagaimana disampaikan oleh Bapak Marlo Siswahyu, perwakilan Indonesia di kepanitiaan pengadaan masjid, di antaranya adalah sulitnya mendapatkan tanah di Kumamoto, bangunan yang dilelang dekat dengan kampus (hanya berjarak 150m), akses yang mudah dengan angkutan umum, serta harga yang sangat murah.

Setelah mengikuti lelang pada 28 Februari-6 Maret, akhirnya KIC dinyatakan menang dan berhak menguasai tanah seluas 352,33 m2 dan bangunan seluas 533,52 m2 ini. Namun, kewajiban untuk melunasi biaya sebesar 20 juta yen per 20 April menjadi tantangan sendiri bagi KIC dan masyarakat muslim di sekitarnya.

Penggalangan dana yang dilakukan oleh anggota KIC di Kumamoto, alumnus KIC di berbagai negara termasuk Indonesia, dan penggalangan dana ke masjid-masjid di seluruh Jepang dilakukan oleh panitia, siang dan malam. “Penggalangan dana akan berakhir dengan dua kesimpulan: Kumamoto memiliki masjid pertamanya atau kesempatan memiliki masjid itu akan hilang bersamaan dengan uang jaminan 6 juta yen” kata Darmawan melalui surat elektronik.

Sebelum memiliki masjid, KIC telah memiliki aktivitas rutin seperti shalat berjamaah (5 waktu), Jum’atan, pengajian setiap sabtu (laki) dan setiap ahad (putri), seminar keislaman dua kali setahun di Kumamoto International Center, ifthar dan tarawih (Ramadhan), serta trip.

Semua aktivitas diselenggarakan dengan menyewa tempat, baik di kampus maupun lainnya dengan cara berpindah pindah, bahkan untuk Jum’atan dipisah di dua tempat, di Kumamoto Univ. Kampus Kurokami dan Kumamoto Univ. Kampus Honjo. Alhamdulillah, kini masjid pertama di Kumamoto itu telah menjadi kenyataan.

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (15 votes, average: 9,47 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Lihat Juga

Gubernur Tokyo, Yuriko Koike. (aljazeera)

Ternyata Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, Fasih Berbahasa Arab