Home / Berita / Opini / Yahudi Tunjukkan Kekuatan Syi’ah di Dunia

Yahudi Tunjukkan Kekuatan Syi’ah di Dunia

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi - Peta Iran (inet)

dakwatuna.comBeberapa hari terakhir, nasional mengalami pergolakan yang luar biasa karena isu BBM yang akan naik. Kenaikan BBM ditengarai oleh hal yang paling mendasar, menurut pemerintah kemampuan APBN yang tidak mencukupi untuk melakukan subsidi di saat harga minyak dunia naik. Beberapa hari terakhir harga minyak dunia salah satu harga minyak dunia naik dikarenakan isu timur tengah antara Amerika dan Iran memanas. Amerika melakukan serangan politik dan ekonomi terhadap Iran dengan alasan Iran melakukan pengayaan uranium untuk pembuatan senjata nuklir. Amerika dibantu oleh zion Israel melobi negara-negara dunia untuk memboikot Iran terutama memutus kerja sama impor minyak dari Iran. Di sinilah dalam hitung-hitungan ekonomi membuat harga minyak dunia yang juga membuat dampak hingga Indonesia.

Ada yang harus diperhatikan, khususnya Amerika, Iran, dan Israel. Latar belakang pemerintahan mereka adalah Yahudi dan Syi’ah. Dari banyak penemuan informasi, Iran dengan basis Syi’ah adalah saudara akrab Yahudi, bahkan beberapa riwayat menjelaskan bagaimana Syi’ah itu ada dan bertahan sampai saat ini dilatarbelakangi oleh orang-orang Yahudi.

Amerika telah memposisikan Iran sebagai musuh dengan basis ideologi Islamnya, negara Islam yang harus dikhawatirkan. Iran tampil dengan pidato-pidatonya sebagai republik Islam yang tidak takut kepada Amerika. Menunjukkan kepada dunia, Iran adalah sebagai negara yang memperjuangkan Islam. Secara langsung maupun tidak, masyarakat dunia melihat Iran sebagai negara Islam sehingga akan banyak yang berkiblat untuk melihat Islam itu seperti apa kepada Syi’ah Iran. Di Indonesia saja sudah banyak artikel-artikel memuji Iran sebagai negara yang berani kepada Amerika, lalu sosok seperti Ahmadinejad adalah sosok pemimpin ideal seharusnya.

Salah satu kepentingan yang dilakukan Amerika dan Israel ialah menunjukkan kekuatan Iran ke pada dunia, bisa dianalisis isu-isu yang dikeluarkan Amerika adalah kekuatan-kekuatan yang dimiliki Iran. Ada apa dengan isu Iran memiliki nuklir? Negara yang memiliki nuklir adalah negara yang kuat dalam militer. Negara yang mampu mengaya uranium adalah negara yang maju dalam hal keilmuan, politik maupun ekonomi. Lalu kenapa minyak? Hampir di seluruh negara yang maju saat ini, berasal dari dua komoditas yang dimiliki yakni minyak atau nuklir. Lihatlah bagaimana Amerika melakukan sanksi politik maupun ekonomi kepada Iran, sebagian besar negara di dunia mengalami dampak krisis minyak, ekonomi maupun politiknya. Dibuktikan ketika kemarin Amerika baru bicara tentang pemboikotan minyak Iran, dunia sudah mengalami krisis tak hanya dalam negeri bahkan antar negara saling berselisih. Dilanjutkan dengan isu Israel akan menyerang Iran dan Amerika akan melakukan sanksi kepada Iran, seluruh dunia menanggapi dengan berbeda satu sama lain. Hingga isu-isu saat ini berkutat kepada Amerika, Israel, dan Iran.

Inilah strategi mereka, Amerika ingin menunjukkan bahwa seluruh dunia membutuhkan Iran, ingin menunjukkan eksistensi Iran pada dunia. Jika Iran diserang, jika Iran menghentikan impor minyak, jika macam-macam dengan Iran, seluruh dunia akan mengalami krisis global. Inilah yang diinginkan mereka, mereka menginginkan Iran diterima di dunia sehingga ketika ada rasa kebutuhan atau ketergantungan pada Iran, Amerika, Israel, dan negara-negara yang ada hubungan dengan Yahudi dan Syi’ah, mereka mudah memasukkan kepentingan mereka ke dalam negara-negara dunia, khususnya misi-misi agama mereka, yahudisasi dan penyebaran Syi’ah. Juga bisa ditengok bagaimana kepentingan-kepentinngan mereka begitu mudahnya masuk ke dalam negeri ini, Indonesia. Bahkan negeri ini bagai boneka yang telah berjalan di rute perjalanan, pembekalan, dan garis finish yang telah ditentukan mereka musuh-musuh Islam.

Kehati-hatian pada diri kita sebagai umat muslim, seumum apapun masalah ekonomi, politik, maupun bidang yang lainnya yang dilakukan Amerika, Iran, Israel, jika iya dikatakan itu hanya masalah hubungan kenegaraan inilah yang harus diwaspadai. Bahwa ada hubungan agama dalam kasus ini, terutama sasarannya adalah umat muslim. Tidak bisa dilepaskan kaitan operasi Yahudi dan Syi’ah pada urusan yang dilakukan oleh Amerika, Israel dan Iran.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (48 votes, average: 8,13 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Mahasiswa Aktif Fisika UGM 2010 @adamputras
  • Bingung…..

  • test

    • turu ae kon bela syiah dapat apa,

      • Putra Bentan

        noor bukan membela menjadi adil adalah fitrah dr Allah, mencari kebenaran adalah tugas loe

  • Setahu saya, isu bahwa Syiah adalah buatan Yahudi, adalah isu yang dibuat oleh kelompok orang yang sangat berlebihan dalam memusuhi syiah. Bagi mereka, kalau perlu, semua syiah itu disesat-kan, semua syiah itu diklaim membenci para shahabat, semua syiah itu Al-Qur’annya 41 juz. Padahal beberapa waktu lalu, kita semua mengetahui bahwa ada anak kecil 7 tahun dari Iran, yang hafal Al-Qur’an. Al-Qur’annya berapa juz? 41 juz atau 30juz? jawabannya adalah 30juz. Jadi untuk yang satu ini saja, tuduhannya tidak tepat. Jadi, jangan-jangan tuduhan yang lain juga asal saja. :)Berikutnya, kelompok yang memusuhi Syiah secara berlebihan ini, kalau mau ditarik garis historis-nya, semuanya kembali pada kelompok Islam yang berada di sisi Muawiyah bin Abi Sofywan. Pada masa itu, terjadi pertentangan politik antara Muawiyah dan Ali bin Abu Thalib. Dan pada saat inilah nama Syiah muncul.Efek politiknya, semua orang yang berada di sisi Ali, semua diberi label syiah, atau, semua di-image-kan seolah-olah berfaham syiah.Padahal, hanya sebagian kecil saja yang faham aqidahnya keliru. Dan juga hanya sebagian kecil saja yang membenci para shahabat nabi. Selebihnya, orang-orang yang berada di sisi Ali adalah para shahabat nabi yang mulia.Coba lihat orang-orang yang dijamin masuk surga, para ahli badar atau lainnya, mereka ada di sisi mana? di sisi Muawiyah? atau di sisi Ali?Jawabannya, adalah di sisi Ali. Semua shahabat nabi tahu bahwa Muawiyah-lah yang memberontak terhadap khalifah Ali.Jadi, dalam konflik politik ini, pihak Ali dibuat menjadi lemah dengan isu Syiah ini.Padahal, mayoritas orang-orang di pihak Ali adalah sunni, dan justru mereka adalah orang-orang yang benar.Sayangnya, hampir sebagian besar orang islam yang ada pada masa ini, mereka berfikir bahwa orang-orang yang membela Ali adalah syiah. Padahal ini salah besar. Yang sebenarnya salah adalah orang-orang yang membela Muawiyah, dan mereka inilah yang sampai sekarang sangat sangat getol untuk mengangkat isu syiah.Berikutnya,orang-orang yang berada di sisi muawiyah, mereka juga yang menyebarkan isu bahwa Syiah sangat aktif dengan faham Taqiyyah-nya. (Taqiyyah adalah faham berpura-pura, agar belang-nya sebagai syiah tidak ketahuan).Tuduhan ini, sangat keterlaluan karena memaksa kita untuk menuduh semua orang syiah pasti berpura-pura menyembunyikan aqidah mereka. Dan ini artinya, kita dibolehkan menuduh semua orang sebagai syiah, meskipun kalau orang itu berkata bahwa dia adalah bukan syiah. Hal ini sangat bertentangan dengan Al-Qur’an serta Hadits yang memerintahkan kita untuk melihat orang dari sisi lahirnya. Kalau dia mengaku syiah, kita perlakukan dia sebagai syiah, kalau dia mengaku sunni, kita perlakukan dia sebagai sunni, kalau dia mengaku islam, kita perlakukan sebagai islam, dan kalau dia mengaku sebagai kafir, maka kita perlakukan dia sebagai kafir. Kalau masalah hati-nya, kita serahkan kepada Allah. Inilah ajaran Al-Qur’an dan sunnah yang benar.Realita saat ini, Iran malah di-isu-kan “ada main” dengan Israel dan amerika hanya karena katanya dulu faham syiah dibuat oleh orang yahudi.Padahal, realitanya, pangkalan militer amerika itu adanya di saudi, dan bukan di iran. Coba cari di google dengan keyword “Eskan Village”, ini pangkalan militer Amerika yang ada di Saudi.Dan bulan desember atau januari kemarin, Amerika mengirimkan 84 pesawat tempur ke Saudi, agar digunakan sebagai sarana untuk menyerang Iran.Ini realita, dan seharusnya realita inilah yang kita gunakan sebagai dasar untuk menentukan pendapat kita.Yang ada main dengan Israel dan Amerika adalah Saudi, bukan Iran. Bukti-buktinya mengatakan begitu.Inilah ajaran Al-Qur’an.

  • Berikutnya, apa benar Islam Saudi adalah keturunan dari islam Muawiyah?
    Bukti-buktinya mengatakan begitu.
    Yang pertama adalah, islam saudi melarang kita untuk ikut politik. Ini persis dengan islam zaman muawiyah yang melarang pengikutnya untuk ikut-ikut urusan politik. Tujuannya, tentu saja, agar posisi Muawiyah bisa tetap kuat, dan agar semua orang lupa bahwa kursi kekuasaan Muawiyah sebenarnya didapat dari jalan memberontak.Bukti kedua, pada zaman muawiyah, muncullah banyak hadits palsu, yang sebagian besar bertujuan politik, untuk melanggengkan kekuasaan penguasa, dan untuk menjauhkan orang dari Al-Qur’an, dan untuk membuat orang agar sibuk dengan hal-hal yang kecil, seperti bid’ah dan lain sebagainya. Padahal, tema bid’ah sama sekali tidak ada di dalam Al-Qur’an. Nah kita lihat, Islam saudi (yang masuk ke Indonesia dengan nama salafy) justru memiliki dua ciri ini: sibuk membahas kitab-kitab ulama, atau maksimal kitab-kitab hadits, dan kedua, sibuk membahas masalah bid’ah.Kalau tidak percaya, coba lihat pengajian-pengajian salafy yang ada di sekeliling kita, apa ada yang menyibukkan diri untuk membahas 5-10 ayat Al-Qur’an, lalu mengajak para pengikutnya untuk mengamalkan ayat-ayat tersebut dan kalau perlu mengevaluasi hasilnya? jawabannya adalah tidak ada. Karena di pengajian salafy, kita akan disibukkan dengan perkataan-perkataan ulama, atau maksimal hadits, dan kita tidak diarahkan untuk kembali pada Al-Qur’an. Padahal, ini kesalahan yang amat besar. Hadits memang penting, tapi jangan lupa, posisinya tetap berada di bawah Al-Qur’an.Metode mendahulukan hadits daripada Al-qur’an seperti ini adalah metode islam zaman Muawiyah.Sedangkan metode mendahulukan Al-Qur’an daripada hadits adalah metode Rasulullah, dan para khulafaur rasyiidin, termasuk di dalamnya adalah Ali bin Abi Thalib.Berikutnya,pihak islam muawiyah juga mengklaim bahwa pihak syiah sangat membenci para shahabat. Hal ini mungkin ada benarnya, karena sebagian (KECIL) dari orang-orang yang berada di sisi Ali memang berfaham seperti itu. Tapi jangan lupa, jumlah mereka kecil, dan mereka bukan mayoritas.Sebaliknya, pihak islam muawiyah juga sebenarnya sangat getol untuk menjelek-jelekkan Ali bin Abi Thalib dan keluarganya. Dan kebencian ini, justru diabadikan dalam acara sholat jum’at pada masa itu, yang wajib menyertakan kalimat-kalimat cacian pada keluarga Ali bin Abi Thalib.Tahukah kita pada khalifah Umar bin Abdul ‘Aziz? yaitu khalifah dari bani Umayyah yang disebut-sebut orang sebagai salah satu khalifah yang tingkat ketakwaannya paling dekat pada khulafaur Rasyiidin ?Beliau hidup pada masa bani Umayyah (masa islam Muawiyah). Dan salah satu prestasi terbesar beliau adalah ketika beliau berhasil menghapus tradisi cacian-cacian pada keluarga Ali ini pada setiap khutbah jum’at yang ada.Kalau tidak percaya, silakan search di google dengan keyword “khutbah jum’at cacian keluarga ali”.Dan bersamaan dengan dengan penghapusan cacian ini, beliau menggantinya dengan ayat Al-Qur’an sampai saat ini masih sering kita dengar dalam khutbah jum’at di indonesia, yaitu ayat “Innallaaha ya`muru bil ‘adli wa ihsaan wa iitaaidzil qurbaa wa yanha ‘anil fahsyaa wal munkar wal bagh. Ya’izhukum la’allakum tadzakkarun”. Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS. An-Nahl, ayat 90)Ini adalah sunnah dari Khalifah Umar bin Abdul ‘Aziz. Dan ini adalah bukti yang sangat real bahwa islam muawiyah-lah yang justru sangat aktif untuk menjelek-jelekkan Ali bin Abu Thalib dan keluarganya.Maka, jangan heran kalau saat ini islam saudi (salafy) sangat membenci syiah, dan kalau perlu, semua orang yang “mirip-mirip syiah” lantas dituduh sebagai orang yang telah memiliki faham aqidah yang sesat. Persis seperti zaman Ali dahulu, ketika banyak para shahabat nabi yang dituduh sebagai syiah.Kesimpulannya,Ada sebagian aqidah syiah yang memang salah tapi tidak semua orang syiah aqidahnya salah.Yang benar adalah yang ber-aqidah sunni, tapi yang berada di sisi Ali dan bukan yang berada di sisi Muawiyah.Fihak sunni yang berada di sisi Muawiyah, saat ini diwakili oleh kerajaan Saudi, dan mereka itulah yang justru ada main dengan Israel dan Amerika.Kalau mau ikut pengajian, ikutilah pengajian yang membahas Al-Qur’an dan tafsirnya, jangan ikuti pengajian yang menyibukkan diri dengan perkataan syaikh anu bin anu bin anu atau pengajian-pengajian yang menyibukkan diri untuk membahas masalah bid’ah.

    •  Saya bukan salafy, tapi saya mau menyinggung masalah pengajian. Pengajian itu tidak mesti harus membahas tafsir melulu, karena banyak kitab yang mencoba menyusun ajaran Islam dengan klasifikasi khusus untuk memudahkan pembelajaran dan di dalamnya tentu ada dalil-dalil naqli berupa Al-Quran dan hadits. Ada juga kitab fiqih yang mengklasifikasikan syariat Islam mulai dari bersuci dan seterusnya yang juga wajib untuk dipelajari. Kalau kitab tafsir memang membahas Al-Quran, tetapi tidak berdasarkan tema, tetapi berdasarkan urutan ayat dalam Al-Quran. Jadi, semuanya perlu dipelajari.

      • Mengikuti kajian apa saja, insya Allah itu baik. Tapi jangan sampai yang paling utama malah ditinggalkan. Untuk kasus salafy, realitanya, ada banyak anak muda salafy yang hafal hadits perpecahan ummat, hafal hadits ttg bid’ah, hafal hadits2 tentang haramnya musik, isbal, atau lainnya, tapi mereka tidak tahu apa isi Al-‘Aadiyat, al-Lail, Asy-Syams, Adh-dhuhaa, dll …. padahal sudah bertahun-tahun ikut kajian salafy.

        Berarti, memang ada yang salah dalam pengajiannya.

  • Maaf, harusnya comment yang ini yang muncul duluan.

    Setahu saya, isu bahwa Syiah adalah buatan Yahudi, adalah isu yang dibuat oleh kelompok orang yang sangat berlebihan dalam memusuhi syiah. Bagi mereka, kalau perlu, semua syiah itu disesat-kan, semua syiah itu diklaim membenci para shahabat, semua syiah itu Al-Qur’annya 41 juz. Padahal beberapa waktu lalu, kita semua mengetahui bahwa ada anak kecil 7 tahun dari Iran, yang hafal Al-Qur’an. Al-Qur’annya berapa juz? 41 juz atau 30juz? jawabannya adalah 30juz. Jadi untuk yang satu ini saja, tuduhannya tidak tepat. Jadi, jangan-jangan tuduhan yang lain juga asal saja. :)

    Berikutnya, kelompok yang memusuhi Syiah secara berlebihan ini, kalau mau ditarik garis historis-nya, semuanya kembali pada kelompok Islam yang berada di sisi Muawiyah bin Abi Sofywan. Pada masa itu, terjadi pertentangan politik antara Muawiyah dan Ali bin Abu Thalib. Dan pada saat inilah nama Syiah muncul.
    Efek politiknya, semua orang yang berada di sisi Ali, semua diberi label syiah, atau, semua di-image-kan seolah-olah berfaham syiah.
    Padahal, hanya sebagian kecil saja yang faham aqidahnya keliru. Dan juga hanya sebagian kecil saja yang membenci para shahabat nabi. Selebihnya, orang-orang yang berada di sisi Ali adalah para shahabat nabi yang mulia.
    Coba lihat orang-orang yang dijamin masuk surga, para ahli badar atau lainnya, mereka ada di sisi mana? di sisi Muawiyah? atau di sisi Ali?
    Jawabannya, adalah di sisi Ali. Semua shahabat nabi tahu bahwa Muawiyah-lah yang memberontak terhadap khalifah Ali.
    Jadi, dalam konflik politik ini, pihak Ali dibuat menjadi lemah dengan isu Syiah ini.
    Padahal, mayoritas orang-orang di pihak Ali adalah sunni, dan justru mereka adalah orang-orang yang benar.
    Sayangnya, hampir sebagian besar orang islam yang ada pada masa ini, mereka berfikir bahwa orang-orang yang membela Ali adalah syiah. Padahal ini salah besar. Yang sebenarnya salah adalah orang-orang yang membela Muawiyah, dan mereka inilah yang sampai sekarang sangat sangat getol untuk mengangkat isu syiah.

    Berikutnya,
    orang-orang yang berada di sisi muawiyah, mereka juga yang menyebarkan isu bahwa Syiah sangat aktif dengan faham Taqiyyah-nya. (Taqiyyah adalah faham berpura-pura, agar belang-nya sebagai syiah tidak ketahuan).
    Tuduhan ini, sangat keterlaluan karena memaksa kita untuk menuduh semua orang syiah pasti berpura-pura menyembunyikan aqidah mereka. Dan ini artinya, kita dibolehkan menuduh semua orang sebagai syiah, meskipun kalau orang itu berkata bahwa dia adalah bukan syiah. Hal ini sangat bertentangan dengan Al-Qur’an serta Hadits yang memerintahkan kita untuk melihat orang dari sisi lahirnya. Kalau dia mengaku syiah, kita perlakukan dia sebagai syiah, kalau dia mengaku sunni, kita perlakukan dia sebagai sunni, kalau dia mengaku islam, kita perlakukan sebagai islam, dan kalau dia mengaku sebagai kafir, maka kita perlakukan dia sebagai kafir. Kalau masalah hati-nya, kita serahkan kepada Allah. Inilah ajaran Al-Qur’an dan sunnah yang benar.
    Realita saat ini, Iran malah di-isu-kan “ada main” dengan Israel dan amerika hanya karena katanya dulu faham syiah dibuat oleh orang yahudi.
    Padahal, realitanya, pangkalan militer amerika itu adanya di saudi, dan bukan di iran. Coba cari di google dengan keyword “Eskan Village”, ini pangkalan militer Amerika yang ada di Saudi.
    Dan bulan desember atau januari kemarin, Amerika mengirimkan 84 pesawat tempur ke Saudi, agar digunakan sebagai sarana untuk menyerang Iran.
    Ini realita, dan seharusnya realita inilah yang kita gunakan sebagai dasar untuk menentukan pendapat kita.
    Yang ada main dengan Israel dan Amerika adalah Saudi, bukan Iran. Bukti-buktinya mengatakan begitu.
    Inilah ajaran Al-Qur’an. 

  • kota Depok

    Kembali kepada Al-Qur’an dan hadits itulah yang terbaik. Qur’an tanpa hadits tentu membingungkan, hadits tanpa Qur’an tentu tidak berdasar. Kembalilah pada tugas utama dibangkitkannya Rasulullah Muhammad saw sebagai nabi terakhir. Surat Al-Jumu’ah ayat 2. Baca sendiri. Kalo gak faham. itulah tugas anda untuk memahai ayat2 Qur’an dengan benar. Agar kita tidak terjebak dalam aksi dukung mendukung ana dan si anu. Wallahu’alam. semoga ummat ini cepat terlepas dari pertikaian dan perpecahannya. Amin.

  • terlalu dangkal dan penuh kecurigaan redaksi ini………lbh baik blokir postingan dakwatuna

  • Kenapa comment kedua saya tidak muncul?

  • Komentar pertama:

    Setahu saya, isu bahwa Syiah adalah buatan Yahudi, adalah isu yang dibuat oleh kelompok orang yang sangat berlebihan dalam memusuhi syiah. Bagi mereka, kalau perlu, semua syiah itu disesat-kan, semua syiah itu diklaim membenci para shahabat, semua syiah itu Al-Qur’annya 41 juz. Padahal beberapa waktu lalu, kita semua mengetahui bahwa ada anak kecil 7 tahun dari Iran, yang hafal Al-Qur’an. Al-Qur’annya berapa juz? 41 juz atau 30juz? jawabannya adalah 30juz. Jadi untuk yang satu ini saja, tuduhannya tidak tepat. Jadi, jangan-jangan tuduhan yang lain juga asal saja. :)

    Berikutnya, kelompok yang memusuhi Syiah secara berlebihan ini, kalau mau ditarik garis historis-nya, semuanya kembali pada kelompok Islam yang berada di sisi Muawiyah bin Abi Sofywan. Pada masa itu, terjadi pertentangan politik antara Muawiyah dan Ali bin Abu Thalib. Dan pada saat inilah nama Syiah muncul.
    Efek politiknya, semua orang yang berada di sisi Ali, semua diberi label syiah, atau, semua di-image-kan seolah-olah berfaham syiah.
    Padahal, hanya sebagian kecil saja yang faham aqidahnya keliru. Dan juga hanya sebagian kecil saja yang membenci para shahabat nabi. Selebihnya, orang-orang yang berada di sisi Ali adalah para shahabat nabi yang mulia.
    Coba lihat orang-orang yang dijamin masuk surga, para ahli badar atau lainnya, mereka ada di sisi mana? di sisi Muawiyah? atau di sisi Ali?
    Jawabannya, adalah di sisi Ali. Semua shahabat nabi tahu bahwa Muawiyah-lah yang memberontak terhadap khalifah Ali.
    Jadi, dalam konflik politik ini, pihak Ali dibuat menjadi lemah dengan isu Syiah ini.
    Padahal, mayoritas orang-orang di pihak Ali adalah sunni, dan justru mereka adalah orang-orang yang benar.
    Sayangnya, hampir sebagian besar orang islam yang ada pada masa ini, mereka berfikir bahwa orang-orang yang membela Ali adalah syiah. Padahal ini salah besar. Yang sebenarnya salah adalah orang-orang yang membela Muawiyah, dan mereka inilah yang sampai sekarang sangat sangat getol untuk mengangkat isu syiah.

    Berikutnya,
    orang-orang yang berada di sisi muawiyah, mereka juga yang menyebarkan isu bahwa Syiah sangat aktif dengan faham Taqiyyah-nya. (Taqiyyah adalah faham berpura-pura, agar belang-nya sebagai syiah tidak ketahuan).
    Tuduhan ini, sangat keterlaluan karena memaksa kita untuk menuduh semua orang syiah pasti berpura-pura menyembunyikan aqidah mereka. Dan ini artinya, kita dibolehkan menuduh semua orang sebagai syiah, meskipun kalau orang itu berkata bahwa dia adalah bukan syiah. Hal ini sangat bertentangan dengan Al-Qur’an serta Hadits yang memerintahkan kita untuk melihat orang dari sisi lahirnya. Kalau dia mengaku syiah, kita perlakukan dia sebagai syiah, kalau dia mengaku sunni, kita perlakukan dia sebagai sunni, kalau dia mengaku islam, kita perlakukan sebagai islam, dan kalau dia mengaku sebagai kafir, maka kita perlakukan dia sebagai kafir. Kalau masalah hati-nya, kita serahkan kepada Allah. Inilah ajaran Al-Qur’an dan sunnah yang benar.
    Realita saat ini, Iran malah di-isu-kan “ada main” dengan Israel dan amerika hanya karena katanya dulu faham syiah dibuat oleh orang yahudi.
    Padahal, realitanya, pangkalan militer amerika itu adanya di saudi, dan bukan di iran. Coba cari di google dengan keyword “Eskan Village”, ini pangkalan militer Amerika yang ada di Saudi.
    Dan bulan desember atau januari kemarin, Amerika mengirimkan 84 pesawat tempur ke Saudi, agar digunakan sebagai sarana untuk menyerang Iran.
    Ini realita, dan seharusnya realita inilah yang kita gunakan sebagai dasar untuk menentukan pendapat kita.
    Yang ada main dengan Israel dan Amerika adalah Saudi, bukan Iran. Bukti-buktinya mengatakan begitu.
    Inilah ajaran Al-Qur’an. 

  • Komentar pertama:
    Setahu saya, isu bahwa Syiah adalah buatan Yahudi, adalah isu yang dibuat oleh kelompok orang yang sangat berlebihan dalam memusuhi syiah. Bagi mereka, kalau perlu, semua syiah itu disesat-kan, semua syiah itu diklaim membenci para shahabat, semua syiah itu Al-Qur’annya 41 juz. Padahal beberapa waktu lalu, kita semua mengetahui bahwa ada anak kecil 7 tahun dari Iran, yang hafal Al-Qur’an. Al-Qur’annya berapa juz? 41 juz atau 30juz? jawabannya adalah 30juz. Jadi untuk yang satu ini saja, tuduhannya tidak tepat. Jadi, jangan-jangan tuduhan yang lain juga asal saja. :)Berikutnya, kelompok yang memusuhi Syiah secara berlebihan ini, kalau mau ditarik garis historis-nya, semuanya kembali pada kelompok Islam yang berada di sisi Muawiyah bin Abi Sofywan. Pada masa itu, terjadi pertentangan politik antara Muawiyah dan Ali bin Abu Thalib. Dan pada saat inilah nama Syiah muncul.Efek politiknya, semua orang yang berada di sisi Ali, semua diberi label syiah, atau, semua di-image-kan seolah-olah berfaham syiah.Padahal, hanya sebagian kecil saja yang faham aqidahnya keliru. Dan juga hanya sebagian kecil saja yang membenci para shahabat nabi. Selebihnya, orang-orang yang berada di sisi Ali adalah para shahabat nabi yang mulia.Coba lihat orang-orang yang dijamin masuk surga, para ahli badar atau lainnya, mereka ada di sisi mana? di sisi Muawiyah? atau di sisi Ali?Jawabannya, adalah di sisi Ali. Semua shahabat nabi tahu bahwa Muawiyah-lah yang memberontak terhadap khalifah Ali.Jadi, dalam konflik politik ini, pihak Ali dibuat menjadi lemah dengan isu Syiah ini.Padahal, mayoritas orang-orang di pihak Ali adalah sunni, dan justru mereka adalah orang-orang yang benar.Sayangnya, hampir sebagian besar orang islam yang ada pada masa ini, mereka berfikir bahwa orang-orang yang membela Ali adalah syiah. Padahal ini salah besar. Yang sebenarnya salah adalah orang-orang yang membela Muawiyah, dan mereka inilah yang sampai sekarang sangat sangat getol untuk mengangkat isu syiah.

    • Ini juga memahami sejarahnya sepotong. Mungkin perlu dibaca dari mulai pembunuhan terhadap khalifah Utsman bin ‘Affan dan isu politik apa saja yang terjadi setelah itu.

      Perlu diingat pula, sunni pun sangat menghormati Ali bin Abi Thalib karromallahu wajhah, sama seperti khulafaur-rasyidin yang lain.

      • kalau di iran juga ada sunni-nya, lantas kenapa isu syiah-nya itu yang dibesar-besarkan? Juga kenapa harus dikait-kaitkan dengan yahudi?

        Pangkalan militer Amerika itu adanya di Saudi. Coba googling “Eskan Village”, itu nama pangkalan militer Amerika di Saudi. Juga, januari kemarin, Amerika mengirimkan 84 pesawat tempur baru untuk angkatan udara Saudi. Jadi yang teman Amerika itu siapa? Iran atau Saudi?

        Al-Qur’an dan sunnah jelas-jelas memerintahkan kita untuk menilai segala sesuatu berdasarkan bukti-bukti, bukan berdasarkan prasangka atau tuduhan.
        Dan bukti-bukti jelas-jelas menunjukkan bahwa Iran bukan teman Israel, juga bukan teman Amerika.
        Yang merupakan teman Amerika adalah Saudi, bukti-buktinya jelas. Dan Israel adalah teman-nya Amerika. Jadi kesimpulannya bagaimana seharusnya?

        Kalau masih belum percaya, lihat link berikut:
        http://en.wikipedia.org/wiki/Armed_Forces_of_Saudi_Arabia http://en.wikipedia.org/wiki/Armed_Forces_of_the_Islamic_Republic_of_Iran 
        itu link military Saudi dan Iran.
        Lihat siapa supplier peralatan tempurnya, itulah teman mereka.Masih kurang bukti juga? Masih lebih suka mengedepankan tuduhan daripada bukti?Aqidah Syiah, memang salah.Tapi kebencian islam Saudi pada Syiah yang sangat berlebih-lebihan, itu juga mencurigakan.Sampai-sampai orang-orang salafy di indonesia sangat ribut membahas pembantaian yang dilakukan oleh rezim syiah di Lebanon, tapi mereka tidak pernah ribut ketika zionis Israel membantai rakyat Palestina. Kenapa bisa begitu?Karena di salafy, kita diajari untuk membenci syiah, tapi tidak diajari untuk membenci zionis israel.

      • Sunni memang menghormati Ali bin Abi Thalib. Tapi sunni yang mana? Yang ada di sisi Ali? atau yang ada di sisi Muawiyah?

        Ali radhiallahu ‘anhu itu khalifah yang dipilih oleh para shahabat nabi. Beliau adalah khalifah yang resmi. Lalu Muawiyah membangkang, dan menurut kelompok salafy, katanya Muawiyah salah dalam ber-ijtihad. Ini konsep dari mana? ketaatan kepada khalifah adalah mutlak wajib, dalilnya jelas, baik dalam Al-Qur’an maupun hadits. Lalu, apa boleh kita ber-ijtihad dalam masalah-masalah yang jelas-jelas dilarang oleh Al-Qur’an dan hadits? ya boleh … itu menurut kelompok salafy.

      • Sunni menghormati Ali bin Abi Thalib? itu sudah jelas.

        Tapi Sunni yang mana? Sunni yang di sisi Ali atau sunni yang di sisi muawiyah?

        Muawiyah sudah jelas2 membangkang, kenapa masih disebut menghormati Ali?
        Menurut kelompok Salafy, Muawiyah itu “cuma” salah dalam ber-ijtihad. Ini teori dari mana? Ketaatan pada khalifah itu mutlak dan WAJIB. Dalilnya ada di dalam Al-Qur’an maupun hadits. Apakah kita boleh ber-ijtihad dalam masalah ini?

  • Komentar kedua:
    Berikutnya,orang-orang yang berada di sisi muawiyah, mereka juga yang menyebarkan isu bahwa Syiah sangat aktif dengan faham Taqiyyah-nya. (Taqiyyah adalah faham berpura-pura, agar belang-nya sebagai syiah tidak ketahuan).Tuduhan ini, sangat keterlaluan karena memaksa kita untuk menuduh semua orang syiah pasti berpura-pura menyembunyikan aqidah mereka. Dan ini artinya, kita dibolehkan menuduh semua orang sebagai syiah, meskipun kalau orang itu berkata bahwa dia adalah bukan syiah. Hal ini sangat bertentangan dengan Al-Qur’an serta Hadits yang memerintahkan kita untuk melihat orang dari sisi lahirnya. Kalau dia mengaku syiah, kita perlakukan dia sebagai syiah, kalau dia mengaku sunni, kita perlakukan dia sebagai sunni, kalau dia mengaku islam, kita perlakukan sebagai islam, dan kalau dia mengaku sebagai kafir, maka kita perlakukan dia sebagai kafir. Kalau masalah hati-nya, kita serahkan kepada Allah. Inilah ajaran Al-Qur’an dan sunnah yang benar.Realita saat ini, Iran malah di-isu-kan “ada main” dengan Israel dan amerika hanya karena katanya dulu faham syiah dibuat oleh orang yahudi.Padahal, realitanya, pangkalan militer amerika itu adanya di saudi, dan bukan di iran. Coba cari di google dengan keyword “Eskan Village”, ini pangkalan militer Amerika yang ada di Saudi.Dan bulan desember atau januari kemarin, Amerika mengirimkan 84 pesawat tempur ke Saudi, agar digunakan sebagai sarana untuk menyerang Iran.Ini realita, dan seharusnya realita inilah yang kita gunakan sebagai dasar untuk menentukan pendapat kita.Yang ada main dengan Israel dan Amerika adalah Saudi, bukan Iran. Bukti-buktinya mengatakan begitu.Inilah ajaran Al-Qur’an.

  • Komentar kedua:
    Berikutnya,orang-orang yang berada di sisi muawiyah, mereka juga yang menyebarkan isu bahwa Syiah sangat aktif dengan faham Taqiyyah-nya. (Taqiyyah adalah faham berpura-pura, agar belang-nya sebagai syiah tidak ketahuan).Tuduhan ini, sangat keterlaluan karena memaksa kita untuk menuduh semua orang syiah pasti berpura-pura menyembunyikan aqidah mereka. Dan ini artinya, kita dibolehkan menuduh semua orang sebagai syiah, meskipun kalau orang itu berkata bahwa dia adalah bukan syiah. Hal ini sangat bertentangan dengan Al-Qur’an serta Hadits yang memerintahkan kita untuk melihat orang dari sisi lahirnya. Kalau dia mengaku syiah, kita perlakukan dia sebagai syiah, kalau dia mengaku sunni, kita perlakukan dia sebagai sunni, kalau dia mengaku islam, kita perlakukan sebagai islam, dan kalau dia mengaku sebagai kafir, maka kita perlakukan dia sebagai kafir. Kalau masalah hati-nya, kita serahkan kepada Allah. Inilah ajaran Al-Qur’an dan sunnah yang benar.Realita saat ini, Iran malah di-isu-kan “ada main” dengan Israel dan amerika hanya karena katanya dulu faham syiah dibuat oleh orang yahudi.Padahal, realitanya, pangkalan militer amerika itu adanya di saudi, dan bukan di iran. Coba cari di google dengan keyword “Eskan Village”, ini pangkalan militer Amerika yang ada di Saudi.Dan bulan desember atau januari kemarin, Amerika mengirimkan 84 pesawat tempur ke Saudi, agar digunakan sebagai sarana untuk menyerang Iran.Ini realita, dan seharusnya realita inilah yang kita gunakan sebagai dasar untuk menentukan pendapat kita.Yang ada main dengan Israel dan Amerika adalah Saudi, bukan Iran. Bukti-buktinya mengatakan begitu.Inilah ajaran Al-Qur’an.

  • tulisan di atas menunjukkan ketakutan pada syi’ah..pdahal syi’ah punya peran yang sangat besar dalam mengangkat gengsi umat Islam di dunia.bayangkanlah jika sekrang tidak ada Islam syi’ah di Iran dan Hizbullah di Lebanon..Islam terasa diinjak2 barat..kita harus jujur bahwa peran saudi,mesir,UEA,Qatar,dll yang mayoritas negara islam sunni tidak ada apa2nya dalam melawan kekejaman israel&amerika bahkan mereka bersekutu dgn menjadikan negaranya sebagai pangkalan militer AS..cepat atau lambat dunia akan tahu bahawa islam syi’ah-lah yang paling benar ajarannya..wahai pembenci syi’ah..!!bacalah referensi syi’ah dari sumber aslinya..jgnlah membaca syi’ah dari tulisan orang2 non syi’ah apalag pembenci syi’ah..saya telah melakukan kajian mendalam ttg syi’ah dari sumber aslinya..hasilnya sama seklai tdk ada kesesatan di dalmnya bahkan berisi petunjuk2 kebenaran yang harus kita baca&dalami..image jelek&sesat syi’ah hanya berasal dari orang2 Islam yang ga paham..KAJILAH!!

    •  Saya pikir tidak tepat mengatasnamakan satu golongan dengan pemimpin negaranya, karena belum tentu sikap yang diambil pemimpin disetujui oleh rakyatnya, Mesir misalnya. Dan, tidak mesti mereka yang vokal itu lantas dianggap benar. Tidak seperti itu menilai kebenaran.

  • mas ion

    jelas mana yang ketahuan banyak omong nglantur ma yang berilmu…menjelek2kan salah satu sahabat berarti menghina rasul”itu ucapan rasul”…syiah sesat menyesatkan..semoga pengikutnya dibukakan pintu taubat dan diampuni dosa2nya..

    • Menjelaskan kesalahan salah seorang shahabat itu tidak sama dengan menjelek-jelekkan beliau. Coba buka surat At-Taubah ayat 118. Ayat itu menjelaskan tentang kesalahan Kaab bin Malik, Hilal bin Umayyah dan Mararah bin Rabi’. Ketiganya adalah shahabat nabi. Tapi mereka berbuat kesalahan. Akhirnya, kesalahan mereka diabadikan dalam ayat ini agar kita bisa mengambil hikmah-nya.

      Coba buka juga surat Shaad ayat 17 sampai ayat 40. Ayat-ayat ini membahas tentang kesalahan2 yang dilakukan oleh Nabi Daud dan Nabi Sulaiman. Al-Qur’an juga merekam kisah ini agar kita bisa mengambil hikmahnya.
      Atau, apa itu berarti Al-Qur’an sudah menjelekkan-jelekkan para shahabat nabi dan para nabi ?

      Muawiyah, sebagai seorang shahabat nabi, insya Allah dosa-dosanya diampuni oleh Allah. Tapi itu bukan berarti kita membenarkan semua kesalahan yang pernah beliau lakukan.

  • Daripada berdebat masalah ginian, mending kita konsen pada misi penyatuan umat islam dunia dengan segala perbedaannya. Kembali pada Al-Quran dan tinggalkan hadits. Hadits lah yang membuat kita terpecah-pecah, hanya Al-Quran sumber hukum dalam islam yang dijamin keasliannya hingga akhir jaman oleh Allah SWT. Hal ini sesuai dengan QS : An-Nisa’ [4] : 82

    • Ini quraniyyun, inkarussunnah.. Shalatnya bisa macem-macem, tergantung pemahamannya terhadap Al-Quran yang katanya berdasarkan petunjuk dari Allah, maka ada yang shalatnya 3 rakaat, 6 rakaat, dst. Haji itu bukan ke mekkah, dst. Karena pakai pemahaman sendiri untuk menjalankan isi Al-Quran. Kembalilah kepada Allah dan Rasul-Nya..

      • Lucu sekali anda langsung menyimpulkan saya mengingkari sunnah. Lalu sunnah disini apa yang anda maksud??? Hadits atau seperti apa??? Ini fakta kawan bahwa hadits lah yang memecah belah umat islam, hadits yang mengkotak-kotakkan seseorang dalam 72 golongan, hadits ditulis 250 tahun setelah Nabi Muhammad wafat. Perlu diingat bahwa pegangan hidup manusia adalah Al-Quran, saat ini terjadi fenomena hadits digunakan sebagai sumber hukum utama dan pembenar bagi setiap golongan untuk menjatuhkan golongan yang lain. Astaghfirullahaladzim….

        • Semoga mas Rushdi diberi taufik dan hidayah Allah ta’ala dari kekeliruan karena mas telah menyimpang jauh dengan menyalahkan hadits sbg pemecah umat. Kawan mari kita berdoa untuk mas Rushdi

          • Jun Aidie

            toubat rusdhi.,.!!jangan sembarangan klo koment.

        • Aduh bro saya bukannya ahli agama saya hanya orang awam tapi yang saya ketahui hadist itu sumber hukum kedua setelah Al quran yang berfungsi sebagai penjelas dari Al quran Contohnya saja sholat di Al quran hanya di perintahkan tapi tidak ada penjelasan solat itu harus berapa rakaat tapi itu semua di jelaskan dalam hadis lalu bagaimana kalau hadis ditinggalkan,

  • Roes Manto

    Saya sangat kasihan dengan penulis artikel di atas. Apakah beliau tdk pernah membaca buku atau setidaknya browsing berbagaimacam berita di internet.

    1. Amerika mengembargo iran semenjak revolusi islam yg memutuskan hubungan dan ketergantungan dengan amereika sampai sekarang. Rezim sebelum revolusi sangat memuja amerika ( sama dengan rezim saudi dan hampir  semua negeri sunni saat ini, lihat kuwait, qatar, dll yang bergandeng mesra dengan amerika, termasuk dapat fasilitas pengamanan dari amerika dengan pangkalan militernya )

    2. Iran adalah negara yang paling keras menentang Israel. coba lihat apa arab saudi pernah menentang israel secara nyata, bahkan sekedar kecaman sekalipun, mesir justru negara yang paling romantis dengan israel.

    3.  Atas pertolongan Allah, dari kebodohan barat justru tekanan dan propaganda barat kepada iran membuat irsn semakin eksis. ( semacam promosi gratis gt……)

    4.  Atas pertolongan Allah juga barat yang disponsori amerika mahal2 membiayai perang justru malah menguntungkan Iran ( kaciiaaaaan dweh…….).
    Afganistan ditaklukkan dari rezim thaliban yang berfaham sunni garis keras yg sudah pasti anti syiah.
    Irak ditumbangkan dari rezim saddam husein yang berfahm sunni dan sangat alergi syiah ( saddam membantai lebih dari 850.0000 syuhada, 900.000 cacat, lebih dari 1 juta muslim syiah mengungsi dalam perang irak-iran )

    dari uraian diatas sangat wajar jika kalangan sunni GALAU sehingga mereka-reka cerita untuk sekedar menyenangkan diri sendiri ( kacian……..)

    • Raditya Nainggolan

      mmg siah islam ya….:-)

  • Untuk penulis artikel di atas, coba lihat link berikut:

    http://en.wikipedia.org/wiki/Armed_Forces_of_the_Islamic_Republic_of_Iran 
    http://en.wikipedia.org/wiki/Armed_Forces_of_Saudi_Arabia 
    Itu link militer Saudi dan Militer Iran.
    Lihat supplier peralatan tempur-nya. Itulah negara teman mereka.Israel adalah temannya Amerika. Dan dari link di atas, siapa yang menjadi teman Amerika? Apakah Saudi? ataukah Iran?Gunakanlah bukti, jangan gunakan isu, dugaan apalagi tuduhan.Inilah yang diajarkan Al-Qur’an maupun Hadits.

  • umatnya aja kayak beginian, gimana mau maju, islam itu gak ada syi’ah gak juga sunni, janga kalain pecah2kan, kalau mau benci sahabat terserahmu, kalau mau cinta sahabat terserahmu,  debat itu dari dulu gak ada manfaatnya, mendingan benahi itu diri kalian, dah shalat, zakat, baik sama tetangga, tuh anak yatim, fakir miskin, yang gak bisa sekolah, bantu tu, tu ladang syurga, kamu fikir syi’ah dan sunnimu itu yang bawa kamu ke syurga, mimpi smua.

  • Tulisan tidak berdasar = hoax…. Tulisan ini sepertinya ingin umat islam berbalik tidak mendukung Iran…. ckckckc… 

    • Maul

      Bener bro…tulisan ini memecah belah Islam

  • Ecko p

    Propaganda untuk memecah ISLAM..

    inget artikel yahudi, yg menceritakan bagaimana cara mudah untuk memecah islam adalah dengan caara membuat pengikut islam tidak menjalani agamanya dengan baik dan benar. dan sebenar-benarnya iman..

  • alhamdullilah, saya sekedar menyimak apa yg kalian komentarkan, soal syi’ah, sunni, salafy, wahabi apa lah dan lain2 saya gak ambil pusing. Semoga Allah membimbing kita kejalan yg lurus amin

  • kliatan banget gak suka sama Syiah..woee..udahlah..Syiah emang pengikut setia Ahlul Bayt as…saya sangat setuju dengan Syiah dan tetap menghormati para Sahabat..baca sejarah

  • Imam Baqir

    memang begitulah sejarah syiah, terlahir atas dendam kaum majusi yang masuk islam tapi munafiq, dibidani oleh kaum yahudi yang juga munafiq di atas keislamannya.

    • Oom Heppi

      dobol. kamu gak ngeerti sejarah. berlagak kaya syeh wahaby

  • alfariz

    beginilah dakwah seharusnya, jangan hanya menyampaikan amar makruf tapi juga diimbangi dengan nahi mungkar seperti kesesatan2 dalam islam. mari kita bersatu diatas kebenaran (islam yang sesungguhnya).

    • Elan

      maaf antum slah komentar itu ,, gk ad kesesatan dlm islam.krn hakikatnya sempurna dari Allah,,hanya penganutx ada yg sesat. jd hati2 kalimatnya jgn smpai bodohin diri sndiri.

    • Oom Heppi

      wahaby selalu memandang madzhab lain sesat.

  • alfariz

    apalah artinya kita bersatu, tapi hakikatnya banyak perbedaan2 aqidah didalamnya. bersatulah diatas jalan yang lurus

    • Oom Heppi

      mna bisa wahaby di ajak bersatu. kalau sama amerika ya mau bersatu

  • Soleh

    Yang ada Islam Satu, Allah hanya Satu, Quran Hanya Satu, Kiblat Hanya Satu, Rasullah SAW hanya Satu, Syahadat hanya Satu…..lantas kenapa ada Muhammadiyah, NU, Persis, Sunni, Syiah, Wahabi…dll….mari bersatu bersatu dan bersatu jangan berperang, menghujat, memfitnah,

  • Atagnan

    Penulis ini sakit jiwa. ngomongnya mlantar mlintir kesana kemari. isinya cuma fitnah dan memprovokasi untuk pertengkaran antar umat islam. sakit jiwa kamu…

    • Hermansyah Adriansyah

      kalau belum ngerti syi’ah jangan komentar dulu. Syi’ah itu bukan penghina ahlul bait. istri nabi aisyah dianggap pelacur, sahabat nabi yang paling dekat dengan nabi dianggap yaitu abu bakar dan umar dibenci. jadi dengan syi’ah itu nabi sudah dianggap ngga benar milih istri dan ngga benar mendidik para sahabat. apa pantes disebut islam?

      • Oom Heppi

        syiah itu lebih hebat dari pada wahaby.

  • Judien Ahmad

    setuju sama atagnan …penulis sakit..

  • Oom Heppi

    tulisan wahaby . penuh kebohongan. . nglindurrrr si penulis ini

Lihat Juga

Ini Alasan Mengapa Syiah Gembira Dengan Kemenangan Trump