Home / Narasi Islam / Sejarah / Asy-Syahid, Abdul Qadir Audah (bagian ke-5, Selesai)

Asy-Syahid, Abdul Qadir Audah (bagian ke-5, Selesai)

Abdul Qadir Audah (1324-1373 H = 1906-1954 M). (inet)

Di Tiang Gantungan

dakwatuna.com Ketika para algojo membawanya bersama sahabat-sahabatnya untuk dieksekusi mati, dengan penuh keberanian asy-Syahid Abdul Qadir Audah maju ke tali gantungan, seraya menyerahkan segala urusannya kepada Allah Ta’ala. Adapun kalimat terakhir yang diucapkannya sebelum eksekusi itu adalah, “Sesungguhnya tetes darahku akan menjadi laknat bagi setiap Perwira Revolusi (Abdul Nasser cs.).”

Dan Allah Ta’ala mengabulkan doanya; tetes darah Abdul Qadir Audah menjadi laknat atas mereka semua. Sehingga tak seorang pun dari pelaku kezhaliman itu terlepas dari balasan Allah di dunia. Berbagai siksa dan penderitaan tak putus-putusnya menimpa mereka. Adapun Jamal Salim, ketua pengadilan terkena penyakit saraf. Saudaranya, Shalah Salim, ginjalnya tidak berfungsi, air kencingnya tertahan dan mati keracunan. Syamsu Badran, ia dihukum seumur hidup. Marsekal Abdul Hakm ‘Amir mati bunuh diri atau keracunan. Hamzah Basuni ditabrak truk gandeng sehingga dagingnya cerai berai di tempat terbuka. Prajurit Ghanim ditemukan sudah jadi mayat di areal perkebunan. Mayor Yasin diserang oleh untanya sendiri, lalu menginjak lehernya hingga mati. Dan masih sangat banyak di antara pelaku kezhaliman atau pembantu terjadi kezhaliman terhadap Ikhwanul Muslimin, yang Allah Ta’ala perlihatkan kepada kita semua keajaiban kekuasaan-Nya.

Adapun pemimpin besar mereka, komandan kejahatan mereka, Abdul Nasser, maka kehidupannya dipenuhi dengan kecemasan dan ketakutan, saat dia tersadar atau dalam keadaan tidur. Bahkan aliran air menggenang di atas kuburannya sehingga menjadi pelajaran bagi orang-orang yang berakal. Dan Allah Ta’ala akan selalu memenangkan perkara-Nya.

Kita sudah melihat tanda-tanda kekuasaan Allah Azza wa Jalla pada diri orang-orang zhalim yang telah melakukan kejahatan terhadap Ikhwanul Muslimin. Faruq menggebah Ikhwan pada tahun 1948, lalu ia disingkirkan sebagai raja dan diasingkan pada tahun 1952. Abdul Nasser melakukan kejahatan terhadap Ikhwan tahun 1954, lalu muncul agresi tiga negara terhadap Mesir, dan invasi Israel atas Sinai dan Port Sa’id. Ia lalu menggebahnya kembali pada 1965, dan Abdul Nasser mengalami kekalahan pada tahun 1967, dan tewas setelah kematian Abdul Hakim Amir. Maha suci Allah yang menunda balasan-Nya namun tidak pernah lalai.

Semoga rahmat Allah Ta’ala senantiasa tercurah kepada asy-Syahid Abdul Qadir Audah, dan semoga Allah mengumpulkan kita dengannya bersama para nabi, orang-orang shalih, ash-shiddiqin dan para syuhada. Amin.

— Selesai

(hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 6,20 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Lembaga Kajian Manhaj Tarbiyah (LKMT) adalah wadah para aktivis dan pemerhati pendidikan Islam yang memiliki perhatian besar terhadap proses tarbiyah islamiyah di Indonesia. Para penggagas lembaga ini meyakini bahwa ajaran Islam yang lengkap dan sempurna ini adalah satu-satunya solusi bagi kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat. Al-Quran dan Sunnah Rasulullah saw adalah sumber ajaran Islam yang dijamin orisinalitasnya oleh Allah Taala. Yang harus dilakukan oleh para murabbi (pendidik) adalah bagaimana memahamkan Al-Quran dan Sunnah Rasulullah saw dengan bahasa yang mudah dipahami oleh mutarabbi (peserta didik) dan dengan menggunakan sarana-sarana modern yang sesuai dengan tuntutan zaman.
  • Menggebah itu artinya apa ya? baru tau saya ada kata menggebah?

Lihat Juga

Jihad El-Khazen. (islammemo)

Jurnalis Senior Arab: Sebaiknya Ikhwanul Muslimin Segera Dibebaskan dari Penjara Untuk Berdakwah Memberantas Terorisme