Home / Berita / Silaturahim / Ada Apa Dengan Hijrah di Pasir Gudang?

Ada Apa Dengan Hijrah di Pasir Gudang?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

dakwatuna.comDiriwayatkan dari Amir al-Mukminin (pemimpin kaum beriman) Abu Hafsh Umar bin al-Khathab radhiyallahu’anhu beliau mengatakan: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرئ مانوي . فمن كانت هجرته الي الله ورسوله فهجرته الي الله ورسوله ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها أو امرأة ينكحها فهجرته إلي ما هاجر إليه

“Sesungguhnya setiap amalan harus disertai dengan niat. Setiap orang hanya akan mendapatkan balasan tergantung pada niatnya. Barangsiapa yang hijrah karena cinta kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya akan sampai kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena menginginkan perkara dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya (hanya) mendapatkan apa yang dia inginkan.” (HR. Bukhari [Kitab Bad’i al-Wahyi, hadits no. 1, Kitab al-Aiman wa an-Nudzur, hadits no. 6689] dan Muslim [Kitab al-Imarah, hadits no. 1907])

Hijrah yang dilakukan oleh para Rasul kita adalah seruan Allah untuk rasul-Nya, sebagai tanda cinta kepada Allah untuk meninggalkan keluarga, harta. Keluar dari kehidupan jahiliyah menuju kehidupan yang lebih baik dalam pandangan Allah. Dan untuk menguatkan keyakinan dan tauhid kepada Allah.

Memaknai hijrah bagi TKI yang sedang mengadu nasib di negeri orang itu adalah sangat penting. Hijrah kita ke negeri jiran ini, perlu kita luruskan kembali niatnya. Agar kita mampu mendapatkan nilai di hadapan Allah. Dengan meniatkan hijrahnya kita ini karena Allah, maka kelak Allah akan berikan kita pahala yang berlimpah atas setiap kebaikan. Allah akan memudahkan setiap urusan kita, memberikan keberkahan harta dari kerja kita dan akan selalu menjaga kita agar tetap berada dijalan-Nya.

Dan kita yang berada di Malaysia ini harus disyukuri, karena kita masih diberikan kemudahan dalam mencari ilmu Allah, dan  lingkungan yang mendukung untuk lebih baik (lingkungan yang islami).

Kita perlu selalu sadari bahwa Allah Maha kuasa atas segala sesuatu, kita tidak tahu kapan dijemput oleh malaikat maut untuk menghadap kepada-Nya. Maka itu kita harus menyiapkan bekal yang cukup. Tanyakan dalam hati dan diri kita, ”Apakah bekal kita untuk menghadap kepada Allah sudah cukup?”

Saat kita telah dijemput oleh Allah tidak ada yang mampu menemani kita selain 3 perkara yaitu: Amal jariyah, anak shalih dan ilmu yang bermanfaat. Bila kita mampu mengajarkan ilmu maka ajarkanlah, berusaha mengarahkan atau mengajak teman kita dalam kebaikan. Dan kita bergabung dengan IKMI (Ikatan Keluarga Muslim Indonesia) agar kita sama-sama belajar dalam kebaikan untuk bekal di dunia dan juga di akhirat.

Banyak ilmu yang akan kita dapat dengan IKMI, kita akan mendapatkan banyak ilmu. Ilmu agama dan juga ilmu yang lain, karena banyak program training yang diperuntukkan kepada TKI. Ada training komputer, montir, bekam dan pengobatan Islam, menjahit, kewirausahaan, tahsin (membetulkan bacaan Al-Qur’an) dan banyak kegiatan lain yang sangat bermanfaat. Dengan IKMI juga dapat menyatukan hati dalam silaturahim yang sangat indah dengan saudara-saudara yang sama ada di Johor.

Ringkasan materi taklim IKMI Pasir Gudang,  yang disampaikan oleh Ustadz Yogi panggilan akrab dari Dedy Triawan Suprayogi. Beliau merupakan salah seorang dari team Pembina dalam organisasi IKMI (Ikatan Keluarga Muslim Indonesia), yang tengah merantau di negeri jiran ini untuk menyelesaikan program doktoralnya.

Acara taklim bulanan yang dilakukan di Muzium Layang-layang pada tanggal 1 April 2012, diadakan oleh teman-teman TKI yang ada di kawasan Pasir Gudang, Johor-Malaysia. Disambut cukup antusias dengan di hadiri sekitar 45 orang. Dengan diwarnai oleh nasyid yang diiringi rebana, dari grup nasyid “Mokad” dari kata Modal Nekad. Karena mereka latihan hanya sebentar.

Selain itu juga ada kegiatan pengajian mingguan yang dilakukan setiap malam ahad, ditempat tinggal mereka biasa disebut hostel atau apartemen dari perusahaan tempat mereka bekerja. Taklim kali ini adalah sengaja diadakan bukan hanya sebagai rutinitas tetapi juga untuk menyambut teman-teman TKI yang baru datang di Pasir Gudang. Agar mereka terangkul dalam kebaikan dan merasa memiliki saudara seiman yang akan siap membantu mereka.

IKMI berusaha untuk menyentuh setiap kawasan, dalam menjalin silaturahim dan untuk membantu saudara-saudara kita dalam mencari ilmu. Agar kelak saat kembali ke tanah air, kita mampu mengatasi setiap kesulitan hidup dan bisa lebih baik dalam urusan dunia dan akhirat. IKMI telah berdiri selama 14 tahun di negeri jiran ini, semoga semakin solid dalam berbagi ilmu, menjalin silaturahim dan dikuatkan dalam jalan dakwah.

Tim Media IKMI

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Choiriyah
Nama lengkap Choiriyah, lahir dan besar di kota Malang-Jawa Timur, domisili di Batam. Mulai ikut dunia tulis-menulis sejak duduk di bangku SMA, dan menang juara II Karya Ilmiah Remaja di Malang. Saat bekerja di perindustrian Batam, ikut aktif dalam pembuatan buletin dan berita perusahaan se-Asia. Mulai tahun 2011-2014 aktif di FLP Johor. Sekarang Aktif dalam FLP Batam. Semoga dapat lebih banyak berkarya untuk dakwah bil Qolam.

Lihat Juga

Pesantren Kilat yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Muslimah (FOKMA) daerah Perak Malaysia, di depan asrama pekerja Unisem Simpang Pulai, Malaysia, Ahad, (26/6/2016). (YY Farikha)

(Foto) FOKMA Perak Malaysia Gelar Sanlat Bertema “Mengenali Diri tuk Lebih Dekat dengan Ilahi”