Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Hilangkan Keraguan Memimpin Negara

Hilangkan Keraguan Memimpin Negara

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Dalam perkembangan dakwah yang kita senantiasa baca dan pelajari, bahwa urutan tarbiyah ini bermula dari memimpin diri sendiri dan kemudian memimpin negara. Materi-materi pekanan yang menghiasi majelis liqoat sudah sering kita baca dan pelajari. Pekerjaan-pekerjaan dakwah, amal sosial dan kegiatan-kegiatan dakwah sudah sering kita lakukan. Gerakan tarbiyah yang bermula dari gerakan sosial, dan gerakan bawah tanah, sekarang sudah menjadi gerakan dakwah yang besar.

Apakah dulu kita pernah membayangkan akan seperti sekarang? Apakah dulu kita pernah hitung-hitungan ketika memunculkan gerakan tarbiyah di permukaan negara bernama Indonesia? Tapi apa yang kita lihat sekarang? Gerakan tarbiyah telah menjalar ke seluruh aspek dan elemen negara ini, dengan keterbukaannya, dengan kehangatan dan kesungguhan memberikan amal terbaik bagi bangsa ini.

Lalu kenapa hari ini kita selalu bertanya-tanya, apakah ketika gerakan ini dipercaya memimpin Indonesia, mampu menyejahterakan rakyatnya? Dan mendeliverykan setiap gagasan dan ide menjadi program dalam pemerintahan? Dan dalam keraguan itu ada satu lagi penyakit yang menghambat keyakinan, yaitu keraguan dalam mempersatukan narasi keumatan.

Wahai ikhwah. Gerakan ini, yang telah dideklarasikan oleh imam syahid Hasan al Banna, adalah gerakan yang hendak mempersatukan narasi-narasi yang saat itu mengalami perpecahan dan pemisahan-pemisahan. Yang kemudian dimanifestasikan dalam politik pemerintahan saat ini. Dan jauh sebelum itu, Rasulullah saw telah membangun satu basis gerakan yang bermula dari tarbiyah yang kemudian mampu memimpin negara dengan ide dan gagasannya. Dan itu semua berhasil dilakukan di tengah masyarakat jahiliyah yang awalnya ragu dengan gerakan yang dibawa oleh Rasulullah saw.

Lalu, kenapa hari ini kita ragu dan takut, jika satu saat kita memimpin negara ini, takut tidak mampu dan tidak bisa. Tidak ada yang menyangka ketika tiga ratusan kaum muslimin mampu mengalahkan ribuan pasukan kafir Quraisy. Satu kunci yang bisa kita petik adalah sakinah qalbiyah. Ketenangan dan kemantapan hati dan batin dalam meraih kemenangan. Maka kunci ini, adalah kunci yang tak tergantikan sepanjang zaman.

Kunci inilah yang harus kita gunakan dalam meraih setiap kemenangan. Kunci inilah yang akan menghilangkan setiap keraguan. Bahwa kemenangan akan hadir dan menyebarkan kabar kebaikannya kepada kawan dan lawan. Bahwa kemenangan ini adalah kemenangan semua kalangan. Bahwa kemenangan ini adalah kemenangan dari narasi keumatan yang telah bersatu dan yakin dengan kemampuan dan kekuatan diri.

Maka. Tidak ada lagi keraguan.

Karena pada saatnya. Kitalah yang akan mengambil alih tongkat kepemimpinan bangsa ini. Dan yakinlah. Bahwa kita mampu memberikan keadilan bagi bangsa ini dalam kesejahteraan. Sejarah telah membuktikan. Kenapa harus ragu? Sudahkah ada kemantapan hati dalam diri Antum sekalian? Bahwa kemenangan sebentar lagi akan singgah di tangan kita!

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 9,88 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Fajar Fatahillah

Lahir di Tasikmalaya. Menempuh pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah PERSIS Cempakawarna Tasikmalaya. Dilanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah Al Hikmah Jakarta.

Pendidikan Terakhir :

Mahasiswa Institut Sains dan Teknologi Nasional, Jakarta 2011

Alumni Institut Teknologi Telkom, Bandung 2006-2010

Organisasi :

Ketua LDK Sentra Kegiatan Islam (SKI) Institut Teknologi Telkom 2009

Wakil Pusat Komunikasi Daerah Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Bandung Raya 2009-2010

Lihat Juga

Ilustrasi (Inet)

Wanita, Kepemimpinan, dan Peran Politik dalam Islam