Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Membeli Mimpi

Membeli Mimpi

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (depositphotos.com)

dakwatuna.com

Mimpi-mimpi masa kini
Ku beli mimpi dengan berat hati
Wajah-wajah baru ku dapati
Ku angkat pijakanku kini

Lelap terbuai masa lalu
Enggan bahkan sejenak berjalan
Meski hati menggapai asa
Tapi tubuh hanya membisu

Aku harus memeluk mimpi
Ku sanding dalam hati
Ku reguk tiap perih
Biar senang hati ini

Bukan dengan sebuah penilaian
Hanya sebuah pergerakan
Untuk aku dan Tuhanku

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 9,57 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ya ALLAH, hidupkanlah aku sebagai orang yang tawadhu', wafatkanlah aku sebagai orang yang tawadhu' dan kumpulkan aku dalam kelompok orang-orang yang tawadhu'
  •  

    Disaat
    ku berfikir Sehat…

     

    Banyak
    Nikmat telah kudapat,..namun masih berbuat maksiat (1).

    Disaat
    maksiat melekat..tak ingat akan kewajiban shallat..

    Disaat
    ku Shallat..apakah aku sungguh telah bertobat..

    Disaat
    ku bertobat..ujian dan cobaan meningkat…

     

    Kujalani
    kehidupan…sebagai kewajiban

    Kuberjuang
    dalam setiap waktu dan ruang

    Ku
    melangkah tuk mendapat berkah

    Kutertidur….dan
    bersyukur.

     

    Kemudian
    kuterbangun dan teringat akan nikmat yang telah kudapat..

    Kemudian
    Berkaca…sudahkah aku taat dengan shallat dan Zakat..

    Kemudian
    ku berpakaian..apakah pakaianku telah sesuai dengan amalan..

    Kemudian
    ku berjalan…apakah perjalananku menuju kebaikan..

     

    Apakah
    betul kudiciptakan dengan sempurna dengan penuh kemulyaan..

    Ketika
    masih kulihat kefakiran dan kemiskinan berada dilingkungan..

    Masih
    ada kesombongan dan kebanggaan..diatas kepapaan dan kenistaan

    Masih
    ada ghibah didalam kekecewaan…masih ada riya dalam perbuatan.

     

    Ketika
    aku tidak berani berdakwah…takut akan hukum sebab akibat..

    Ketika
    aku tidak berani mengatakan apa yang telah kuperbuat…Takut akan subhat dan
    laknat

    Ketika
    aku tidak berani merangkul….. takut dengan dosaku yang telah terkumpul

    Ketika
    aku tidak berani menjawab dan berbuat….takut…..akan menjadi Nasehat.

     

    Dan
    Ketika aku tidak lagi mampu berbuat, mengajak , dan  menjawab

    Aku
    hanya mampu berdo’a….dan inilah iman yang paling lemah yang kumiliki

    Ya
    Allah.., Jadikanlah aku orang yang baik disisa umurku ini…

    Berikanlah
    kekuatan kepada lidahku yang lentur ini..untuk mengucap Tobat.

    Berikanlah
    kekuatan kepada gerakan tumani’nah dan bacaan Tartilku..menjadi bekal akherat.

     

    Aamiin…

     

    (1).Maksiat
    : Adalah Perbuatan yang dilarang agama…( banyak yah )..heheheh

     

Lihat Juga

Gambar 1. Persamaan Regresi Linier Sederhana. (Bayu Bondan)

Merangkai Mimpi