Home / Berita / Opini / Apakah Yesus Disalib Dan Apakah Yesus Tuhan?

Apakah Yesus Disalib Dan Apakah Yesus Tuhan?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

Kritik Kandungan Ayat Penyaliban Dalam Injil Yang Empat (Markus, Matius, Yohanes dan Lukas)

Kontradiksi penyaliban Yesus; Apakah Yesus Memikul salibnya Sendiri ataukah ada seseorang yang membantu memikulkan salibnya?

dakwatuna.com – Berikut cuplikan penyaliban Yesus dalam Injil yang empat:

Di tengah jalan, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene bernama Simon. Mereka memaksa orang itu memikul salib Yesus. (Matius Pasal 27: 32)

Yesus keluar dengan memikul sendiri salib-Nya ke tempat yang bernama “Tempat Tengkorak“. (Di dalam bahasa Ibrani disebut Golgota). (Yohanes Pasal 19: 17).

Di tengah jalan mereka memaksa seorang memikul salib Yesus. Orang itu kebetulan baru dari desa hendak masuk ke kota. (Namanya Simon, –berasal dari Kirene–ayah dari Aleksander dan Rufus.). (Markus Pasal 15: 21).

Maka Yesus pun dibawa oleh mereka. Di tengah jalan, mereka berjumpa dengan seorang yang bernama Simon, yang berasal dari Kirene, yang sedang masuk ke kota. Mereka menangkap dia, lalu memaksa dia memikul kayu salib itu di belakang Yesus. (Lukas Pasal 23: 26).

Apakah Yesus memakai baju ketika disalib? Dan manakah yang diundi, pakaian atau jubah atau kedua-duanya atau salah satunya?

Matius 28/35, Markus 15/24, dan Lukas 23/34 menyebutkan bahwa prajurit-prajurit melakukan undian atas pakaian Yesus setelah penyaliban, namun tidak menyebutkan apakah sebelumnya dia (Yesus) memakai pakaian atau tidak? Dalam Yohanes 19: 23-24 disebutkan bahwa pakaian Yesus dibagi empat, masing-masing mendapat satu bagian, tidak dengan undian! Tapi dibagi rata. Adapun yang dengan undian adalah jubah Yesus, seperti yang termaktub di Yohanes pasal 19 ayat 24: “Mereka membagi-bagi pakaian-Ku, dan membuang undi untuk jubah-Ku.” Dan memang prajurit-prajurit itu berbuat begitu“.

Siapakah yang benar-benar mencela Yesus, kedua penyamun atau salah satunya?

Disebutkan dalam Matius pasal 28 ayat 47 dan Markus pasal 15 ayat 33 bahwasanya penyamun-penyamun (dalam versi inggris: Robbers yang berarti bentuk plural), keduanya ikut menghina Yesus, “Penyamun-penyamun yang disalibkan dengan Dia itu pun malah menghina Dia juga seperti itu“. Namun dalam Lukas 23:39 dikatakan bahwa hanya salah seorang saja dari mereka yang menghina Yesus, dan bahkan yang satu malah tidak setuju atas apa yang dilakukan kawannya. Berikut detailnya dalam Lukas pasal 23: 39-43:

(39) Salah seorang penjahat yang disalibkan di situ menghina Yesus. Ia berkata, “Engkau Raja Penyelamat, bukan? Nah, selamatkanlah diri-Mu dan kami!” (40) Tetapi penjahat yang satu lagi menegur kawannya itu, katanya, “Apa kau tidak takut kepada Allah? Engkau sama-sama dihukum mati seperti Dia. (41) Hanya hukuman kita berdua memang setimpal dengan perbuatan kita. Tetapi Dia sama sekali tidak bersalah!” (42) Lalu ia berkata, “Yesus, ingatlah saya, kalau Engkau datang sebagai Raja!” (43) “Percayalah,” kata Yesus kepadanya, “hari ini engkau akan bersama Aku di Firdaus.

Apakah Yesus Rela disalib atau tidak rela?

Dalam Matius Pasal 27:46 disebutkan bahwa Yesus tidak rela atas apa yang terjadi pada dirinya:

Pukul tiga sore, Yesus berteriak dengan suara keras, ‘Eli, Eli, lama sabakhtani?’ yang berarti, ‘Ya Allah-Ku, ya Allah-Ku, mengapakah Engkau meninggalkan Aku?”

Sedangkan Yohanes tidak menyebutkan demikian. Disebutkan dalam Lukas pasal 23:46 sebagai berikut:

Lalu Yesus berteriak dengan suara keras, “Bapa! Ke dalam tangan-Mu Kuserahkan diri-Ku!” Setelah berkata begitu, Ia pun meninggal.”

Pendapat Ayat Al-Quran Tentang Penyaliban

Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah*”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.”

*= Mereka menyebut Isa putra Maryam itu Rasul Allah ialah sebagai ejekan, karena mereka sendiri tidak mempercayai kerasulan Isa itu.

Umat Islam meyakini bahwasanya Yesus (Isa) tidak disalib, yang disalib adalah seseorang yang diserupakan dengannya, bernama Yudas Iskariot, itu pertama. Umat Islam juga meyakini bahwa Yesus adalah utusan Allah (Rasul Allah) seperti Rasul-rasul lainnya. Yesus (isa) yang terlahir tanpa ayah tidak sama sekali menunjukkan bahwa Yesus adalah anak Tuhan (anak Allah), karena Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan.

Maryam (Maria) berkata ketika mengandung Yesus (isa): “Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun.” Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia.” (QS. Ali Imran: 47)

Dan masih banyak lagi Ayat di dalam Al-Quran yang menyanggah prasangkaan mereka yang beranggapan bahwa Yesus adalah Tuhan sekaligus anak Tuhan.

Adakah anak hakiki Tuhan?

Apakah setiap anak yang terlahir dari seorang wanita yang belum pernah disentuh lelaki manapun dapat dinasabkan kepada Tuhan (anak Tuhan)? Bagaimana jika zaman ini ada seorang wanita yang tiba-tiba mengandung tanpa suami? Apakah anaknya adalah anak Tuhan? Lalu kenapa Tuhan harus menghamili makhluknya untuk memiliki anak jika ia bisa menciptakan anak?

Anak bagi Tuhan adalah sesuatu yang mustahil terjadi secara akal, bukan hal-hal yang tidak dapat terjamah akal! Kemustahilannya semakin menjadi tatkala ilmu pengetahuan terus berkembang sampai ke suatu jenjang di mana proses kelahiran manusia telah diuraikan dalam rincian mendalam yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Jumlah kromosom pada manusia ada 46, dan tak ada manusia yang dapat hidup dengan jumlah kromosom kurang dari itu, walaupun hanya kurang satu, kalaupun bayi itu hidup, akan merupakan separuh manusia, bukan manusia yang sempurna.

Mirza Tahir Ahmad berkata tentang hal ini dalam bukunya “Ajaran Kristen; Perjalanan dari Kenyataan dan Khayalan”:

Sel telur Maryam yang belum dibuahi telah menyediakan 23 kromosom sebagai andil ibu dalam pembentukan embrio/janin. Jika demikian, pertanyaan akan timbul, bagaimana sel telur itu telah dibuahi dan dari mana datangnya ke-23 kromosom penting lainnya?

Secara ilmiah, Maryam tidak dapat menyediakan ke-46 kromosom seorang diri; yang 23 harus datang dari pihak lain. Jika Tuhan adalah bapak beliau, maka hal itu akan menimbulkan beberapa kemungkinan. Pertama, tentu Tuhan juga memiliki kromosom sama seperti yang dimiliki manusia, yang dalam kasus ini tampaknya telah dimasukkan dengan cara tertentu ke dalam rahim Maryam. Hal itu tidak dapat dipercaya dan tidak dapat diterima; jika Tuhan memiliki kromosom-kromosom manusia, berarti Dia bukan lagi Tuhan. Jadi, akibat mempercayai Yesus sebagai anak hakiki Tuhan, status Ketuhanan Sang Bapa pun terancam bahaya.

Kemungkinan kedua adalah, Tuhan telah menciptakan kromosom-kromosom tambahan sebagai suatu gejala penciptaan supernatural. Dengan kata lain, kromosom-kromosom itu benar-benar bukan milik Tuhan secara pribadi tetapi telah diciptakan secara mukjizat. Hal ini dengan sendirinya membuat kita menolak hubungan Yesus dengan Tuhan sebagai seorang anak terhadap bapak, dan menyebabkan hal yang sama terhadap hubungan keterikatan antara alam semesta dengan Tuhan, yakni hubungan setiap makhluk ciptaan dengan Pencipta-nya.”

Jelaslah sudah bahwa janin yang ada dalam perut Maryam bukan anak Tuhan. Allah berfirman:

(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: ‘Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat* (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)“. (QS/ Ali-Imran: 45)

*= yang dimaksud kalimat di sini adalah kalimat kun (jadilah), maka terciptalah Isa (Yesus) tanpa ayah.

Mudah bagi Allah untuk menciptakan Adam tanpa mertua, maka bukankah mudah bagi Allah untuk menciptakan Yesus (Isa) tanpa ayah?

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (125 votes, average: 9,26 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Tinggal di Kecamatan Andir Kelurahan Dungus Cariang. Lahir tahun 1987 di Bandung. Saat ini aktif sebagai mahasiswa di Al-Azhar tingkat 4 Fakultas Ushuluddin jurusan Dakwah wah tsaqafah Tslamiyyah.
  • Pak Moderator… kenapa yang beginian diposting? Pentingkah bagi umat Islam?
    Bukankah Rosulullah s.a.w. pernah melarang salah satu sahabat mempelajari/mengutip terdahulu (yang sudah ternoda)?
    Tidak cukupkah Al-Quran sebagai rujukan utama bagi kita?

    • Adminsitusinformer

      Rasulullah berkata “Laa tushaddiquu alhal kitab walaa tukaddzibuuhu!” artinya “Jangan membenarkan ahli kitab dan jangan mendustakannya!.. lalu beliau melanjutkan “Walakin.. quluu amanna billahi wa maa unzila lilaina (QS. Al-Baqarah: 136). Yang dimaksud tidak boleh mengutip adalah dalam konteks mendadlili amal-amal kita (orang islam), namun jika tujuan mengutipnya untuk mengungkap kebenaran atau tidaknya, maka ini tidak mengapa, juga untuk menjadi bahan studi. Sudah barang tentu Al-Quran adalah rujukan utama, kemudian sunnah, adapun injil, dan kitab2 lainnya, semuanya sudah dirubah tangan2 manusia, sehingga bukan lagi sebuah kebenaran, namun di dalamnya tetap ada sisa-sisa kebenaran yang luput mereka rubah!  

    • untuk
      membedakan dua hal, kita harus melihat detail 2 hal tersebut… tidak
      harus berbuat salah dahulu untuk menjadi benar… tetapi sangat penting
      untuk mengetahui secara jelas apa itu “salah” agar kita bisa berusaha
      menghindar dari kesalahan dan berbuat sesuatu yang benar…

    • Andre

      maksudnya bukan mengutip pak mahenz, tp membandingkan.. karena jelas sekali perbedaan mengutip dan membandingkan. dimana antara Alquran dan Injil banyak sekali pertentangan secara nyata (dikarenakan injil telah banyak berubah karena campur tangan manusia dantidak suci lagi). jadi semua itu untuk diketahui saja..

  • Subhanallah.. Terima kasih atas ilmunya.. Pak Mahenz, ini merupakan bagian dari bagian kesempurnaan iman kepada Kitab2 Allah Swt.. Mudah2an dengan mengetahui hal ini kita tidak mudah dibodohi oleh org2 yg tdk bertanggungjawab… wallahu’ ‘alam.. 

  • Untuk menambah keimanan kita. saya rasa tidak mengapa hal ini di posting.

  • nandaarfany

    Saya pikir tidak ada salahnya Topik seperti ini di Postingkan. Bagaimanapun Nabi Isa alias Yesus itu juga termasuk salah satu dari Nabi dan Rasul Allah yang benar. Asalkan tujuan dan maksudnya sebagai bahan pembelajaran bukankah ini akan baik-baik saja dampaknya? Kecuali bagi orang yang berpikiran sempit dan picik (maaf). Bukankah kebenaran itu harus diungkapkan? Mengapa kita mesti tutup mulut untuk mengungkap satu kebenaran demi agama Allah? Dalam Al-Qur’an sendiri Allah telah mengungkapkan walaupun hanya dari sisi garis besarnya saja. Katakanlah benar jika sesuatu itu benar dan katakan salah jika itu memang salah. Semua ini semata-mata demi Allah dan bukan untuk mencari permusuhan apalagi menghujat. Semoga kita bisa berpikir jernih dan bijak dalam menyikapi sesuatu permasalahan, apalagi itu menyangkut tentang ke-Esa-an Allah SWT… 

  • Saya sangat setuju dengan postingan ini, apapun yang diuraikan dr prespektif kemanusiaan kita, tentu seperti inilah ‘kesesatan’ berpikir kita terjebak. Saya seorang katolik tetapi saya tdk akan pernah percaya kalau Yesus dulu datang membawa agama katolik. Dari kesesatan pikiran saya inipun tetap tidak mampu menarik saya keluar dari kekatolikan saya karena saya tidak pernah menempatkan Yesus hanya sebagai Nabi, apalagi memposisikan Yesus hanya sebagai manusia fana. Dalam keimanan saya, sosok Yesus adalah sabda yg menjadi manusia (pembawa nilai2 surgawi yang asalnya dari Allah), sehingga saya meyakini bahwa semua manusia yang selama hidupnya berkenan kepada Allah/menurut kehendak Allah maka sebetulnya dia hidup dalam Yesus, baik dia itu beragama Islam, Kristen, Hindu, Budha dll. Sangat disayangkan kalau kita menilai ajaran agama tertentu hanya dari kacamata kemanusiaan kita yang dilengkapi akal budi semata,,,bukankah agama-agama itu hanyalah buatan ‘manusia-manusia terpanggil’ yang kita namakan nabi itu. Saya mengikuti Yesus bukan krn saya katolik tetapi karena ajaran-ajarannya yang DIA sebarkan melalui perbuatan-perbuatanNYA dan kebetulan yang mengimani ajaran Yesus secara lebih menyeluruh ada di agama katolik. Sejak saya mulai mampu mencerna pesan kotbah para imam katolik (sejak di bangku SD), saya tidak pernah mendengarkan isi kotbah yang menghasut, mencemooh, menjelekkan, mempertentangkan, apalagi menyindir ajaran agama lain,,,kalau ada, itu pasti bukan seorang imam katolik. Dengan postingan inipun sdh pasti tidak membuat saya terkritisi apalagi timbul pertentangan dalam diri saya akan kebenaran iman saya. Marilah kita gandeng tangan membangun keselarasan hidup di mata Tuhan dengan menyeimbangkan antara pikiran, perkataan dan perbuatan kita, supaya NAMA TUHAN yang kita imani senantiasa bertahta di bumi dan di surga,,,salam damai buat kita sekalian.

    •  lihat lah pada hari kiamat, sesungguhnya seorang{kamu} yang tidak menyembah ALLAH akan memasukkan kamu kedalam neraka “JAHANNAM”
      “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata,“Sesungguhnya Alloh ialah Al-Masih putra Maryam”, padahal Al-Masih (sendiri) berkata, “Hai Bani Israil, sembahlah Alloh Robbku dan Robbmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Alloh, maka pasti Alloh mengharamkan kepadanya Surga dan tempatnya ialah Neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” [QS. Al-Maidah: 72]

      • diskusiruper

        Kawan, serulah! jangan menghukumi! karena Hidayah tidak ada yang tau!

    • wong edan…pake akal sehat…

    • HIDAYAH AKAN MUCUL BUKAN DENGAN POSTINGAN………

    • mohon maaf pak Fransiskus, sblmnya.. apakah bpak penah mmpelajari juga tentang Muhammad SAW dan ajaran2 yang dibawanya? insyAllah bapak juga akan kagum dengan ajaran2 yang disampaikan oleh Muhammad SAW.. InsyaAllah. ^^

      • kalo soal kagum, mungkin.
        Khalil Gibran aja kagum sama Nabi Muhammad tapi tetep beriman kepada Yesus Kristus dan status keagamaannya juga tetep Katolik

        • hehe, yabetul gk apa2 mas.. gk kagum juga gk apa koq, gk ada paksaan koq dalam memeluk agama kami (islam) n kami g pnah diajarkan untuk memaksa orang masuk islam dll, ^^
          saya muslim, n saya bangga.. tp saya tetep menghormati yg beragama lain..

          salam kenal mas ^^

  • Subhanallah … islam itu adalah logika & sesuatu yg masuk d akal agar kita berpikir

  • diskusiruper

    Kami percaya bahwa dalam setiap agama ada hal-hal yang terlalu manusiawi untuk dijangkau dengan akal, dalam agama kristen, hindu, budha dll. Salah-salah kalau selalu akal yang main, kita malah tersesat, dan kami pun tidak setuju dengan seseorang yang selalu memandang setiap sisi agama dengan akalnya, karena itu tadi.. ada hal-hal dalam agama yang tidak dapat dijangkau dalam akal.

    Sayangnya terkadang sebagian orang menyamakan antara hal-hal yang tdak dapat dijangkau akal manusia, dan hal-hal yang memang benar-benar mustahil ada/terjadi secara akal. Inilah yang membedakan agama kami (Islam) dan yang lainnya. Jika  dalam semua agama ada hal2 yang tidak dapat dijangkau oleh akal (terasuk islam), maka dalam agama ini (islam) sama-sekali tidak ada hal-hal yang mustahil terjadi secara akal. Agama memang masalah keyakinan, dan saya yakin bahwa keyakinan tidak secara otomatis membenarkan atau memerbolehkan hal-hal yang mustahil ada/terjadi secara akal menjadi bagian dari agama.

    Saya beberapa kali baca artikel seperti ini, sebagian memang ada yang berniat menghasut, dan ada juga yang berniat menjaga. Saya berharap artikel ini benar-benar menjaga umat islam. Karena keyakinan bagi umat islam adalah kepercayaan yang pasti (tidak menyisakan keraguan secuil pun), sesuai dengan realitas (realitas sejarah salah satunya; bahwa yesus tidak disalib), dan tumbuh dengan berdasar kepada dalil (bukti2) bukan sekedar taqlid (ikut-ikutan). Inilah adalah keyakinan dalam islam.

    Namun pada akhirnya, karena masalah agama adalah masalah keyakinan walaupun dengan catatan tadi (tidak mengabaikan hal2 yang mustahil secara akal untuk jadi bagian dlm agama), yang dapat kami katakan adalah “Lakum dinukum wa liya diin” (Bagi kami agama kami, bagi anda agama anda). Inilah batasan toleransi dalam agama, jika sudah terkait masalah Aqidah (keyakinan), maka semuanya dikembalikan kepada pemeluk agama masing. “Laa ikraha fiddin” (tidak ada paksaan dalam agama), setiap orang bebas berkeyakinan, dan karenanya Pluralisme tidak diapat diterima, karena telah merubah “keyakinan” menjadi “keraguan”. Jika Agama tidak patut diyakini, kenapa tidak dikatakan “Keraguan”? dan, saya yakin, tak ada seorang pun yang bertanya “Apa keraguan anda?” lebih jauh lagi, tak akan ada yang menjawab “Keraguan saya adalah Islam”.

    Terakhir yang perlu diketahui, mungkin perbedaan paling mendasar antara tiga agama samawi (Islam, Kristen, dan Yahudi) selain dalam masalah keyakinan adalah bahwa jika agama Nasrani (kristen) lebih condong kepada hal yang bersifat rohani (ruhiyy), dan Yahudi lebih condong kepada hal yang bersifat materi (maadiy), maka islam menyeimbangkan keduanya, dari situ kenapa kenapa akal punya porsinya dalam islam, karena Allah Maha tahu, zaman semakin materil, dan manusia semakin mengabaikah hal-hal yang bersifat rohani, dan karena itulah Allah swt mengutus Muhammad saw sebagai penyempurna syariat (pengajaran) Yesus (Isa), Musa, dan para nabi sebelumnya. Wallahu’alam bis shawab.

  • untuk membedakan dua hal, kita harus melihat detail 2 hal tersebut… tidak harus berbuat salah dahulu untuk menjadi benar… tetapi sangat penting untuk mengetahui secara jelas apa itu “salah” agar kita bisa berusaha menghindar dari kesalahan dan berbuat sesuatu yang benar…

  • semoga mereka sadar dengan tindakanya

  • Saya percaya, tujuan  sebenar penulis membentngkan artikel  ini bukanlah untuk menghina  mana-mana agama khususnya Krestian  tetapi untuk menyatakan fakta sebenar  kepada orang2 Islam  semata-mata supaya mereka tidak terkeliru.  Ini tentunya dibolehkan.

    Mohamad Isa Bin Wahab—Malaysia.

  • Saya setuju dengan postingan seperti ini, bisa menambah keimanan dan memperluas wawasan berfikir kita. Kalau perlu dibuat kajian berseri. Bisa mengundang para mantan  pendeta yg sdh masuk islam, karena mereka lebih memahami isi alkitab yg pada akhirnya membuat mereka meninggalkan ajaran alkitab itu sendiri…Salah satunya adalah Bpk. Insan L.S.Mokoginta (HP:08158787627). Beliau sangat terbuka bagi rekan-rekan yg ingin berdiskusi tentang masalah seperti ini.

  • Kalau mau memilih sesuatu, harus membandingkan dengan yang lain. Pilih HP saja harus membandingkan merk2 lain. Apalagi memilih agama, ya harus dibandingkan dengan yang lain, jangan sampai menyesal di kemudian hari.

  • sesungguhnya hanya allah yang mampu merubah segalanya… ingat setiap manusia hanyalah sebagai lakon atau wayang… masalah dimana posisinya apa perannya bagai mana jalan ceritanya hanya sang penulis dan sutradara yang tau… tugas kita hanya menyampaikan masalah mengerti atau tidak dan bagai mana nanti hasilnya hanya allah yang berhak memberikan hidayahnya… sebab semua adalah warna dan gambaran keindahan dan kebesaran allah… namun hidayah allah akan didapat oleh orang2 kritis yang selalu berusaha mencari tau tentang kebenaran yang sesungguhnya…

  • Terima kasih berbagai komentar  ini turut mencerahkan imanku, namun itu iman mereka.  Bagaimanapun  itu kepercayaan mereka sesuai  Alkitab, Yesus itu   Allah Manusia, Manusia Allah…. Yesus itu diyakini pribadi istimewa…. Dalam Yesus dan bersama Yesus orang Kristen menyembah Allah, dalam nama Yesus , mereka menyembah Allah…. Yesus jalan menuju Allah, karena  Yesus datang dari Allah….  Ya itu agama mereka namun …kita pun komentar dari keterbatasan kita, ketidaktahuan kita. Ujung dari iman kepada Yesus adalah iman kepada Allah yang menjadikan Yesus….tdk berhenti di Yesus… ujungnya adalah ALLAH… ALLAH .. ALLAH.

  • Dari Rukun Iman yg 6 (enam) salah satunya yaitu “Iman kpd Kitab2 Allah” mulai dari Kitab Zabur, Taurat, Injil sampai Al Qur’an. Kitab2 suci yg turun/ ada sebelumnya diperuntukkan bagi kaum/ umat manusia pada masanya. Kitab Al Qur’an yg turun/ ada utk terakhir kalinya merupakan Kitab suci penyempurna atas Kitab2 suci yg ada sebelumnya dan diperuntukkan bagi umat manusia sampai akhir zaman. Jd Kitab2 suci yg ada sebelum Al Qur’an sudah OUT OF DATE, apa lagi sudah banyak dinodai oleh tangan2 manusia. Contoh: Kitab suci Taurat sudah banyak ayat2 yg dihilangkan, diganti, bahkan dicampur adukkan dgn ayat2 dr kitab TALMUD yg merupakan ajaran kepercayaan masyarakat bani israil kuno.

    • saya sendiri sebenarnya agak “marah” dengan “proses editing” alkitab, tp setelah saya membaca banyak forum diskusi umat katolik, sebenarnya alkitab tidak benar benar di edit.cuma dirapikan karna ada beberapa ayat yang merupakan pengulangan, dan ada pasal pasal yang tidak rapi dalam penomorannya. misalnya ada kitab ini, setelah pasal 12 langsung ke pasal 14. dan bagi siapa saja yang hendak membahas soal keagamaan seperti ini, tolong dibahasnya yang lengkap dengan mencantumkan refrensi yang juga lengkap karna kita semua tau agama adalah hal yang sensitif.
      asal tau aja, taurat itu berasal dari kata Torah dan Talmud adalah salah satu bagian dari Torah.
      dalam agama Yahudi, Torah adalah pedoman mereka termasuk Talmud yang ada di dalamnya.
      dan itu ga bisa dianggap salah juga karna di dalamnya ga ada sesuatu yang sifatnya menyesatkan.
      kalaupun ada, mungkin karna orang yang baca “menelan mentah mentah” apa yang tertulis di sana

    • asholatyah firdaus

      betul setriliun persen

  • coba kita memakai akal sehat: WAJAR SAJA ORDA BARU MEMPERBAIKI ORDE LAMA, begitu halnya dgn al-qur’an, kitab al qur’an diturunkan allah sebagai kitab terakhir bagi seluruh manusia. 
    kita lihat kembali dilapangan: BANYAK DARI PADA ILMUAN2 TERKENAL YG PADA UJUNGNYA MEMELUK ISLAM( muallaf)SETELAH MEREKA MENELITI SUATU MASALAH DAN MASALAH ITU TERNYATA SUDAH TERTARA DALAM AL-QUR’AN…………………
    ”ingatlah islam agama yg benar disisi allah”
    dan nabi muhammad adalah utusan allah

  • Budi Santoso

    Subhanallah, Postingan ini baik buat umat Isa yg masih tersesat dan menyesatkan akibat ulah ahli2 kitab Yahuda dan Nasoro, yg merubah injil dan menyelewengkannya untuk kepentingan dirinya atau golongan, semoga ini bisa menjadi pencerahan buat mereka yang tersesat dan menjadi pembelajaran untuk yang mereka yg mencari-cari kebenaran yg hakiki yaitu jalan Islam, Amin ya Rabbalalamin

  • subhanallah, tp kok ada beberapa ayat yang beda ya dengan bible saya . . . atau mingkin beda referensi bible-nya dengan punya saya…

  • menurut pemahan saya, Yesus Kristus sebagai Tuhan tidaklah se-simple itu.
    dalam kepercayaan katolik, ada konsep Allah Tri Tunggal, Bapa, Putra dan Roh Kudus.
    ini pun tidak berarti Tuhan ada tiga.
    “kasarannya” 3 in 1.
    contoh simple-nya (sekali lagi saya tegaskan, ini hanya contoh), seorang Lurah.
    oleh masyarakat, dia di panggil oleh, tapi oleh anaknya dia dipanggil ayah, atau papa, atau bapak dan oleh istrinya, dia disebut suami.
    nah dalam hal ini, ketika Tuhan turun ke dunia, dia disebut anak manusia dan mengambil nama Yesus.
    ketika di surga dia disebut Allah Bapa, dan ketika kita menyebut Tuhan yang berkuasa di dalam hati kita, kita merujuk pada Allah Roh Kudus.
    semuanya satu kesatuan.
    bahkan dalam artikel ini pun masih ada kesalahan.
    dalam Yohanes 17 : 19 tidak ada kata SENDIRI.
    bunyinya yang tepat adalah “Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat
    Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota.”
    dalam Injil Yohanes, memang penjabarannya tidak lengkap apakah dia dibantu ketika memikul salib-Nya, tapi bukan berarti Dia membawa sendiri salib itu sendirian dari awal sampai akhir.
    dan beginilah bunyi Yohanes 19 : 24 “Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: “Janganlah kita membaginya
    menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan
    siapa yang mendapatnya.” Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis
    dalam Kitab Suci: “Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka
    membuang undi atas jubah-Ku.” Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.”
    dalam ayat 23 (ayat sebelumnya) bunyinya seperti ini “Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya
    lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian–dan
    jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya
    satu tenunan saja.”
    jadi, baju-Nya dibagi bagi menjadi beberapa bagian, sedangkan jubah-Nya diundi.
    perihal penjahat yang disalibkan bersama dengan Yesus dan ayat refrensi yang anda gunakan, saya tidak mau menanggapai karna sudah ada 2 ayat yang salah anda cantumkan dan itu menimbulkan persepsi yang berbeda.
    soal kerelaan, dalam hal ini, Yesus benar benar menujukkan sisi kemanusiaannya Dia.
    jadi walau dia (dalam kepercayaan saya dan umat katolik) adalah Tuhan, namun karna saat itu dia adalah manusia yang bisa merasakan sakit yang sama seperti manusia pada umumnya, dia mengalami ketakutan dan rasa frustasi.
    kamu digantung disalib dengan paku yang sedemikian besar, panas panas, di daerah perbukitan dan berjam jam pula.
    menurutmu bagaimana rasanya?
    terakhir tentang Anak Tuhan.
    itu sudah saya jelaskan di paragraf awal.
    menurut saya, sebenarnya tidaklah baik untuk menyoroti kepercayaan orang lain.
    kita sebagai umat beragama seharusnya hidup dengan mendiskusikan hal hal yang bisa membuat kita hidup berdampingan dalam damai. karna jangankan orang muslim, orang kristiani saja masih belum begitu memahami agamanya sendiri.
    saya yakin begitu pun sebaliknya.
    alangkah baiknya kita mendalami agama kita masing masing, kepercayaan kita masing masing aja.

    kalau membahas kepercayaan umat kristiani menggunakan sudut pandang umat muslim, selamanya, sampai dunia kiamat pun ga akan pernah ketemu titik temunya.
    untuk itulah, cara terbaik untuk menilai dan mendiskusikan iman dan kepercayaan kristiani adalah dengan mendiskusikannya bersama sesama orang kristiani menggunakan sudut pandang ke-kristenan, dan menilai serta mendiskusikan iman dan kepercayaan umat muslim ddengan mendiskusikannya bersama sesama umat muslim menggunakan sudut padang islam,

    • wah panjang sekali penjelasannya..

      saya setuju kalo kita harus berdampingan rukun dan mendalami agama masing2..

      dalam islam juga sudah jelas koq, “Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”(QS. Al Kafirun: 6)

      dan sedikit penjelasan ayat tersebut

      “Bagi kalian agama kalian, jangan kalian tinggalkan selamanya karena itulah akhir hidup yang kalian pilih dan kalian sulit melepaskannya, begitu pula kalian akan mati dalam di atas agama tersebut. Sedangkan untukku yang kuanut. Aku pun tidak meninggalkan agamaku selamanya. Karena sejak dahulu sudah diketahui bahwa aku tidak akan berpindah ke agama selain itu.” (Tafsir Ath Thobari, 24: 704)

      yang penting tetep rukun ya mas.. ^^

      • makannasi

        Disini ambigu sekali Islam mengatakan tidak ada Tuhan selain Allah. Sementara anda menyebutkan untukmu agamamu untukku agamaku. Menurut mu? Islam mengakui bahwa semua agama itu adalah benar atau hanya agama Islam saja yang benar adanya? pertanyaan ini menjebak.

        • Shahrul Nizam

          maksud sahabat kita dlm memahami konteks ayat quran ialah kami diseru mengajak manusia kembali kpd ajaran yg Allah swt telah tetapkan,ia umpama kembali kepangka jalan,tetapi jika mereka tidak mahu kembali dan tetap dgn kepercayaannya maka kami tidak boleh memaksa dan mereka itu juga tidak boleh memaksa kami umat islam mengikut agama mereka.memeluk islam harus dgn hati yg ikhlas dan faham bukan kerana takut.

  • dedi junaidi

    masih ada aja yg bahas beginian… sudahlah !

Lihat Juga

renungan-hidup

Tuhan, Izinkan Aku Kembali