22:07 - Kamis, 28 Agustus 2014

Dubes Portugal dan Afrika Selatan Jadi Korban Kebrutalan Pasukan Zionis Israel

Rubrik: Asia | Kontributor: dakwatuna.com - 26/03/12 | 07:35 | 04 Jumada al-Ula 1433 H

Ilustrasi (knrp)

dakwatuna.com – Duta Besar Portugal dan Afrika Selatan untuk Palestina, terpaksa menjalani perawatan karena terkena efek gas air mata yang ditembakkan pasukan zionis Israel.

Tentara-tentara zionis Israel kembali menembakkan gas air mata untuk membubarkan aksi protes warga Palestina dan aktivis internasional di desa Kufr Qaddoum, dekat Ramllah, Tepi Barat. Aksi protes itu biasa dilakukan setiap pekan untuk menentang dinding “apartheid” dan pemukiman-pemukiman Yahudi yang dibangun rezim zionis Israel di wilayah pendudukannya di Palestina.

Kedua duta besar itu sedang ikut berunjuk rasa dan melakukan aksi jalan kaki bersama warga Palestina dan aktivis kemanusiaan internasional, termasuk dari Israel, menuju ke pintu gerbang utama desa yang sudah bertahun-tahun diblokade oleh pasukan zionis.

Selain duta besar Portugal dan Afrika Selatan, sejumlah perwakilan dari negara-negara Eropa dan anggota parlemen, serta pejabat pemerintah dan anggota legislatif Palestina, juga berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa itu.

Ketika mereka hampir mendekati pintu gerbang desa yang dituju, pasukan zionis mulai menembakkan gas air mata yang menyebabkan sejumlah pengunjuk rasa mengalami luka-luka, termasuk dua duta besar itu dan seorang aktivis asal Prancis.

Kordinator unjuk rasa bidang media, Morad Shteiwy mengatakan, pasukan zionis Israel makin meningkatkan seranganya terhadap aksi-aksi protes damai yang dilakukan warga Palestina dan aktivis internasional. “Tentara-tentara zionis itu juga dengan sengaja membidik rumah-rumah warga sipil, dan menembakkan gas air mata mereka ke rumah-rumah itu. Pasukan zionis juga mengotori rumah warga Palestina di desa Kufr Qaddoum dengan semprotan air limbah dan kandungan bahan kimia lain yang baunya sangat tak sedap,” ungkap Shteiwy, aktivis yang baru saja bebas setelah ditahan selama tujuh hari oleh aparat keamanan Israel karena aktivitasnya dalam aksi-aksi damain menentang kebijakan Israel. Selain ditahan, Shteiwy juga dikenakan denda sebesar 7.500 NIS.

Militer Israel selalu menggunakan kekerasan yang brutal dalam menghadapi aksi-aksi unjuk rasa di Tepi Barat, yang menyebabkan korban luka maupun kerusakan fasilitas umum. Selain di desa Kufr Qaddoum, pasukan zionis juga melakukan kekerasan terhadap para pengunjuk rasa di desa Bil’in, Ni’lin dan Nabi Saleh yang terletak dekat Ramalah, di desa Ma’sara dekat Bethlehem dan beberapa aksi protes serupa di sejumlah desa lainnya di Tepi Barat.

Aksi-aksi kekerasan pasukan zionis terhadap aksi-aksi protes yang dilakukan warga Palestina dan aktivis internasional, pernah menelan korban jiwa. Pada bulan Desember 2011, aktivis Palestina bernama Mustafa Tamimi dari desa Nabi Saleh, gugur syahid. Pasukan zionis menembak Tamimi saat aktivis itu sedang mengikuti aksi damai menentang dinding dan pemukiman Yahudi.

Pada bulan Januari 2011, warga Palestina bernama Jawaher Abu Rahma mengalami luka serius akibat tembakan gas air mata tentara zionis, dan akhirnya meninggal dunia di rumah sakit di Ramallah. Jawaher adalah saudara perempuan Basem Abu Rahma, yang juga gugur syahid saat melakukan aksi protes di Bil’in pada bulan April, 2009.

Ketika itu, seorang tentara zionis menembakkan gas air mata, langsung ke arah bagian dada Basem, sehingga pemuda Palestina itu mengalami pendarahan yang menyebabkan kematiannya. Insiden ini terekam dalam kamera video yang dengan jelas memperlihatkan bagaimana tentara zionis Israel menyerang Basem yang sedang melakukan aksi damai. (aisyah/im/knrp)

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (2 orang menilai, rata-rata: 5,50 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
64 queries in 1,579 seconds.