18:32 - Minggu, 01 Februari 2015

Hawa Mengenali Adam: Tulang Rusuk Mengenali Siapa Pemiliknya

Rubrik: Artikel Lepas | Oleh: Lhinblue Alfayruz - 22/03/12 | 19:30 | 29 Rabbi al-Thanni 1433 H

“Sejak diturunkan ke bumi, Hawa terus memikirkan Nabi Adam. Bagaimana keadaannya sekarang? Apa ia sanggup hidup sendirian di bumi ini? Hawa bertekad untuk bertemu Nabi Adam. Hawa terus berjalan menyusuri bumi. Sesekali ia beristirahat sambil makan buah-buahan. Ia terus berdoa kepada Allah agar segera dipertemukan dengan Nabi Adam. Hawa tiba di sebuah padang pasir dan bukit yang sangat gersang.  Ia sudah sangat kelelahan dan hampir putus asa. Kemudian ia berdoa kepada Allah dengan sangat khusyuk. Rupanya Allah mengabulkan doanya. Hawa melihat sosok yang sangat ia kenali. Ia adalah Nabi Adam. Hawa memanggil Nabi Adam dan Nabi pun memanggil Hawa dengan penuh kerinduan. Inilah saat yang paling membahagiakan bagi mereka.”

Ilustrasi (blogspot.com)

dakwatuna.com – Itulah sepenggal kisah tentang pertemuan Adam dan Hawa di bumi dalam buku “Ensiklopedia Kisah Al-Qur’an” terbitan Gema Insani Press. Mungkin kisah ini pun menggambarkan manusia pada umumnya. Tabiat perempuan yang peduli tergambar jelas dalam penggalan cerita di atas. Hawa terus memikirkan Nabi Adam dan ingin segera bertemu dengan Nabi Adam. Apa alasannya? Ternyata, bukan karena sekadar melepas rindu dirinya pada Adam, tapi lebih memikirkan bagaimana keadaan Nabi Adam sekarang? Apakah Adam sanggup hidup sendiri di bumi? Hawa tak memikirkan dirinya sendiri. Itulah sifat dasar perempuan, ketika memutuskan sesuatu ia selalu mempertimbangkan orang lain bukan hanya kepentingan dirinya sendiri.

Ya, karena Allah menciptakan Hawa untuk menemani Adam ketika di syurga. Allah tahu bahwa Adam tak bisa hidup sendiri. Walaupun dengan kenikmatan-kenikmatan syurga yang telah ia dapatkan, tetap saja seorang Adam membutuhkan teman. Maka, Allah ciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam untuk menemani Adam di syurga.

Ketika diturunkan ke bumi dan mereka berpisah, maka naluri masing-masing pasti akan saling mencari. Dan dalam pencarian di sini digambarkan secara jelas kekhawatiran Hawa akan kondisi Adam di bumi: sanggupkah Adam hidup sendirian?

Hawa pun terus berusaha menelusuri bumi demi bertemu Adam. Uniknya, di buku ini tak diceritakan bagaimana usaha Adam menemukan Hawa, tapi lebih kepada bagaimana usaha Hawa menemukan Adam. Pastinya tak bisa dipungkiri juga bahwa tentunya Adam pun berusaha keras untuk bertemu dengan Hawa karena di syurga yang penuh kenikmatan saja Adam membutuhkan seorang teman, bagaimana dengan ketika di bumi yang berbeda jauh dari segi kenikmatan di syurga?  Tentu Adam sangat membutuhkan seorang teman terlebih ketika berada di bumi. Dan tentunya ada rasa kehilangan ketika Hawa yang biasanya menemaninya di syurga tak ada di sisinya.

Memang agak sedikit berbeda, penggambaran pertemuan itu diangkat dari sisi Hawa yang berusaha bertemu Adam. Tak diceritakan pencarian seorang Adam namun lebih ditekankan pada pencarian seorang Hawa yang menunjukkan rasa pedulinya pada Adam. Hawa terus berjalan, beristirahat, berdoa di tengah lelah. Hingga akhirnya di tengah lelah yang begitu sangat dan dalam kondisi hampir putus asa, di gurun pasir yang panas dan gersang, doa khusyuknya dikabulkan Allah dan dipertemukanlah ia dengan sosok yang ia kenal. Ya, ternyata Hawa-lah yang mengenali Adam lebih dulu ketika bertemu. Sungguh, tulang rusuk mengenali siapa pemiliknya.

Mungkin akan terlontar pertanyaan begini: “Nabi Adam dan Hawa itu kan cuma dua-duanya manusia di bumi. Jadi ketika bertemu mudah untuk saling mengenali. Lantas bagaimana dengan kita yang jumlah penduduk bumi sudah sekian milyar banyaknya? Bagaimana kita bisa tahu bahwa dialah tulang rusuk kita (bagi laki-laki) atau dialah pemilik tulang rusuk ini (bagi perempuan)?

Di sinilah letak proses ta’aruf itu berperan. Tentunya ta’aruf yang syar’i, bukan sekadar kata ta’aruf namun jauh nilai-nilainya dari sebuah proses ta’aruf. Ta’aruf lah ajang saling mengenal yang [katanya] akan terasakan di sana siapa tulang rusuk atau pemilik tulang rusuk kita.

Mari kutunjukkan kisah dua orang akhwat. Ada seorang akhwat yang merasa klop dengan seorang ikhwan, merasa saling cocok, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk ta’aruf. Dalam proses ta’aruf, ternyata istikharah sang akhwat tak mantap dan ada keraguan di sana. Ta’aruf pun kandas di tengah jalan. Awalnya sebelum ta’aruf, sang akhwat menganggap bahwa ikhwan itulah pemilik tulang rusuknya. Tapi ternyata, setelah ta’aruf, bukan ikhwan itu pemilik tulang rusuknya.

Qadarullah, sang akhwat dipertemukan dengan seorang ikhwan yang belum pernah dikenal dan dipertemukan dalam sebuah proses ta’aruf. Sang akhwat pun mantap, tak ada keraguan sedikit pun dalam istikharahnya. Akhirnya, mereka menikah.

Satu lagi, ada seorang akhwat yang memblacklist seorang ikhwan untuk menjadi calon suaminya karena merasa tidak cocok secara karakter. Namun ternyata sang ikhwan berkeinginan untuk ta’aruf dengan sang akhwat. Awalnya sang akhwat menolak untuk berta’aruf dengan sang ikhwan. Atas nasihat sang guru ngaji dan istikharah beberapa kali, sang akhwat pun mencoba untuk berta’aruf dengan ikhwan yang dimaksud. Hingga akhirnya, mereka menikah.

Terlihat jelas bukan? Bahwa memang hanya sebuah proses ta’aruf yang syar’i-lah yang bisa mendatangkan petunjuk Allah. Dan sebaik-baik petunjuk itu adalah petunjukNYA.

Ada sebuah penggalan dalam artikel yang pernah dibaca:

“Kalau kita tidak mau mencoba ta’aruf, bagaimana mungkin kita tahu ia jodoh kita atau bukan. Kalau kita ta’aruf, kita akan tahu. Jika berhasil, berarti jodoh. Kalau belum berhasil, berarti belum jodoh. Iya, kan?!”

(untuk baca lebih lengkapnya bisa klik di sini.)

Jadi, memang benar, kita takkan pernah tahu siapa jodoh kita di dunia, kita takkan pernah tahu siapa pemilik tulang rusuk kita (bagi perempuan), atau siapa tulang rusuk kita yang belum ditemukan (bagi laki-laki), sebelum proses ta’aruf. Dari proses ta’aruflah, Allah memberikan petunjukNYA, menunjukkan siapa yang terbaik untuk kita.

So, buat para ikhwan yang sedang merasa seseorang itu sebagai tulang rusukmu, cobalah ta’aruf dulu. Baru kamu bisa bilang kalau dia tulang rusukmu atau bukan setelah proses ta’aruf. Dan tentunya disertai musyawarah dan istikharah. Dua hal inilah yang tak boleh ditinggalkan ketika proses ta’aruf.

Dan buat para akhwat yang berkali-kali gagal dalam proses ta’aruf, yakinlah memang mungkin belum saatnya dipertemukan dengan pemilik tulang rusukmu. Bersabarlah dan teguhkanlah kesabaranmu. Insya Allah semua kan indah pada waktunya.

Pada akhirnya, sebaik-baik jodoh adalah jodoh di akhirat, jodoh yang kekal. Namun sejatinya kita takkan pernah tahu siapa jodoh kita di akhirat. Karena belum tentu jodoh di dunia juga otomatis jodoh di akhirat. Maka yang bisa diikhtiarkan saat ini adalah mencari jodoh di dunia untuk membawanya menjadi jodoh di akhirat pula.

“Ya Allah Ya Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami nikmat di dunia dan juga nikmat di akhirat. Dan jauhkanlah kami dari siksa api neraka…”

Aamiin…

dia
sebuah nama yang belum tereja
dia
sebuah rupa yang belum tersketsa
dia
sebuah sosok yang entah dimana
dia
calon nahkoda
sebuah biduk rumah tangga
dia
kuyakin ada
karna hati yang merasa
Rabbana
Jaga ia di manapun berada
Mudahkan langkahnya
Tunjukkan jalannya
Luruskan niatnya
Bulatkan tekadnya
Mantapkan hatinya
Berkahilah rizkinya
Hingga akhirnya
KAU pertemukan aku dengannya
Dalam suatu ikatan suci nan mulia
Mitsaqan ghalizha

Tentang Lhinblue Alfayruz

seorang perempuan yang suka menulis dengan kepribadian phlegmatis-melankolis dan dreamy idealist [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Hendra -

Topik:

Keyword: , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (201 orang menilai, rata-rata: 9,09 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • http://www.facebook.com/people/Martha-Yuli/100000349592473 Martha Yuli

    seorang ummahat mengatakan kpd ana… kira2 spt ini “Jangan tinggal istikharah dalam setiap halnya, mulai dari akan berta’aruf hingga hari2 menjelang pernikahan” subhanallah..begitu penting istikharah

  • http://profile.yahoo.com/XTQV4HJBCU73FCXT236YKVXWRU rose

    kl utk laki2 yg berpoligami apkh dia khlgn lbh dr 1 tulang rusuk? mohon penjelasan. maaf sy msh awam dlm hal ini

  • http://www.facebook.com/muhamad.fhaiez Faiz Muhamad

    Istikharah membawa pilihan kepada jalan yang di tunjukkan Allah SWT.
    karena Allah lebih mengetahui apa yang hambanya butuhkan.
    Subhanallah.. Istikharah adalah sebaik-baiknya jalan guna menyongsong ridha Allah SWT.

  • http://profile.yahoo.com/7WFNIVL6E6AK7CCPI3T6IKO3ZI ones

    1. jika jodoh kita tebih tua usianya dari kita, apakah iya tulang rusuk kita  diciptakan terlebih dahulu sebelum kita dilahirkan.. 
    2. bagaimana dengan yang kawin cerai?apakah memang tulang rusuknya dibuat untuk banyak orang
    3.jika ada orang yang mempunyai istri lebih dari satu, apakah memang tulang rusuknya banyak yang hilang

  • http://www.facebook.com/profile.php?id=1584611365 Andria Sang Pemimpi

    Qw terlalu Tulus mencintai Seorang Wanita
    Qw terlalu menyayangi Seorang Wanita
    Hingga Akhirnya setelah 3 Tahun Dia Beranjak Pergi Dari saya berrti Bisa Di Sebutkan Dia Bukan Tulang Rusuk Saya
    tapi Saya Sudah terlanjur mencintainyai dia Tapi Sayang Saya Baru kali Ini membaca Artikel Ini Sbhnllh Shlt Istikhoro itu bnr2 bermanfaat Sekali……..

  • http://profile.yahoo.com/KRFFG5YYVYRIFVM5TMCDKPNHNE Maryami

    hum..maaf, tampaknya artikel ini terlalu menyimplifikasi. Jika ta’aruf berhasil, lalu kemudian menikah, apakah sudah pasti jodoh? bagaimana dengan yg kemudian salah satu meninggal, lalu menikah lagi? bagaimana dg poligami 2,3,4 yg apapun perdebatan yg muncul merupakan tetap diperbolehkan secara syariat (yang berarti pasti mengandung kebaikan di dalamnya) manakah yg merupaka tulang rusuk? 
    Noffens, jodoh itu sudah ada dalam lauh mahfudz, jadi memang pasti akan dipertemukan. Tapi jodoh kan cerminan, jd kalau mau dapat yg baik ya gunakan cara yg baik (tidak menyempitkan makna ta’aruf ya, karena yg hakikat ta’aruf kan perkenalan). Lagi pula, bs jadi yg didatangkan ke kita, namun akhirnya tdk berhasil sampai ke jenjang pernikahan, itu juga berjodoh, namun hanya dalam satuan waktu saja, untuk mempersiapkan kita ke jenjang kehidupan selanjutnya, menjemput jodoh berikutnya. Tapi kalau ngomongin mana yg tulang rusuk, wallahu a’lam. Lagi pula tidak pernah ada yg menyebutkan tulang rusuk yg dimaksud cuma 1 kan? dan menurut anatomis rusuk manusia ada 12..hayo loh rusuk yg mana? :P

    Err..lagi pula, bukankah hadist diciptakan dari tulang rusuk itu zahirnya lebih tertuju pada Hawa kan? apakah berlaku juga untuk penciptaan selanjutnya? ataukan lebih berlaku sebagai perumpamaan?

    after all, ana setuju, proses yg baik itu salah satunya dg senantiasa memohon petunjuk lewat istikharah, tapi jangan persempit makna ta’aruf maupun tulang rusuk di sini. CMIIW

  • http://profile.yahoo.com/JFIXS4ZE43D7HAPIH6JJEMOY4A udur

    tes

  • http://www.facebook.com/mattalitti Andi Eifiel Mattalitti

    sy perna mbaca d media rakya merdeka…kata prof dr nasaruddin,ma….katanya sebelum hawa diciptkan ada seorang wanita sebelumnya krn dia tidak mau melayani nabi adam(membangkang) dia kabur? pertanyaan saya kalo nabi hawa(tulang rusuk) diciptakan pendahulu dari mana(maaf lupa namax?

    • Akhmad Dharmawan

      maaf. tolong dicermati dan dicari kebenarannya sumbernya

  • Mufita Pinku

    saia ingin bertanya apakah mungkin tulang ruruk kita itu bukan berasal dari agama yng sama?
    lantas itu bgaimana? apkh msh bsa d persatukn? sedang slh satu tdx ad yg mau mnglh?

    • Akhmad Dharmawan

      jawabannya ada dalam Al Qur’an.
      silahkan di lihat Qur’an yg bapak punya yg ada terjemahannya.

      Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka
      beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita
      musyrik, walaupun dia
      menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik
      (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak
      yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu.
      Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan
      dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya
      (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil
      pelajaran. (Qs. Al Baqarah [2]: 221)

      rukun Iman
      1. Iman kepada Allah
      2. Iman kepada malaikat Allah
      3. Iman kepada Rasul Allah
      4. Iman kepada Kitab Allah (Al-Qur’an)
      5. Iman kepada Hari kiamat
      6. Iman kepada Qodo dan Qodar

      Allahu’alam. kebenaran hanya dari Allah

  • dindin amel

    berarti jelas bahwa jodoh pasti sudah di tentukan ya

  • Rania Rusdi

    dalam taaruf hrs disertai solat istikharah

Iklan negatif? Laporkan!
93 queries in 1,234 seconds.