06:07 - Minggu, 21 Desember 2014

Tolak Kenaikan Harga BBM dan Tawarkan Solusi, PKS Surati SBY

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 21/03/12 | 13:03 | 28 Rabbi al-Thanni 1433 H

Sekjen PKS, Anis Matta

dakwatuna.com – Jakarta. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah mengirim surat kepada Presiden SBY terkait rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Intinya PKS masih menolak kenaikan harga BBM.

“Kita sudah mengirim surat kepada Presiden, seharusnya sudah sampai tiga hari lalu. Intinya kita menolak kenaikan harga BBM,” kata Sekjen PKS, Anis Matta, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/3/2012).

Menurut Anis, masih ada solusi lain untuk mengatasi kenaikan harga minyak dunia selain menaikkan harga BBM. Secara fiskal, Anis menerangkan, masih memungkinkan untuk tidak menaikkan harga BBM. Syaratnya, ada keinginan dari pemerintah.

“Semua ini secara fiskal masih manageable, masih bisa diutak-atik kalau kita pengen,” jelas Anis.

Dalam suratnya ke Presiden, Anis menjelaskan, PKS menawarkan beberapa solusi menghemat anggaran pemerintah selain menaikkan harga BBM. Solusi tersebut diantaranya adalah penghematan belanja pegawai pemerintah, pemanfaatan dana sisa lebih pembiayaan (Silpa), dan efisiensi serapan anggaran.

Utamanya, masih menurut Anis, pemerintah harus menyiapkan strategi kebijakan energi yang tepat untuk menghadapi kelangkaan minyak bumi di masa depan.

Pemerintah dinilai Anis selalu terlambat bereaksi untuk menyikapi kenaikan harga minyak dunia.

“Paket kebijakan energinya harus diperbaiki dan ini yang tidak dilakukan selama 7 tahun pemerintahan SBY. Seharusnya pemerintah melakukan kebijakan yang fundamental. Misal kita tak punya strategic reserve, seperti bulog kan punya cadangan beras, minyakkan bisa dibuat begitu,” jelasnya. (trq/gun/Ahmad Toriq/DTC)

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (9 orang menilai, rata-rata: 9,89 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • http://www.facebook.com/people/H-Tom-Sutomo/100000245945495 H Tom Sutomo

    saya sangat setuju dengan pernyataan bung ANIS.kalau kita lihat lebih dalam bahwa anggaran pemerintah juga  anggaran pegawai nya yang memang seharusnya di perkecil/hemat,bukannya tambah membengkak,saya sangat heran  dan kagum di masa demokrasi in.khususnya di pemerintahan semua nya serba uang,MAU RAPAT ATAU RAKER,SEMUANYA BERBUNYI UANG,MAU MEMBENAHI PERATURAN PEMERINTAH /UNDANG UNDANG MASIH PAKAI UANG SAKU DLL,ini adalah pemborosan anggaran keuangan negara,sehingga dampaknya seperti saat ini yang akhirnya menimpa rakyat kecil,sementara di pemerintahan berfoya foya dengan uang rakyat, dengan anggaran yg cukup besar tapi hasilnya nihil,malah nambah KORUPTOR SEMAKIN GEMUK DENGAN UANG RAKYAT,nah apabila BBM naik otomatis harga kebutuhan pokok lain naik,sementara pengangguran dan lowongan kerja terbatas,mau jadi apa bangsa ini,untuk penghematan listrik di pedesaan khususnya KOTA BANGAKALAN MADURA  kami mulai berinisiatif / mensosialisasikan penggunaan TENAGA SURYA,HARGA TERJANGKAU,TIDAK PUSING DENGAN TAGIHAN PLN dan aparat aparat pemerintah yg keparat suka makan uang rakyat.”BBM naik “.RAKYAT MELARAT,ORANG PEMERINTAHAN JADI KONGLOMERAT”.

Iklan negatif? Laporkan!
97 queries in 1,385 seconds.