Home / Berita / Rilis Pers / Dukungan MIUMI Terhadap Fatwa MUI Jatim Tentang Ajaran Syi’ah

Dukungan MIUMI Terhadap Fatwa MUI Jatim Tentang Ajaran Syi’ah

dakwatuna.com

PERNYATAAN DUKUNGAN

MAJELIS INTELEKTUAL DAN ULAMA MUDA INDONESIA (MIUMI) TERHADAP

FATWA MUI JAWA TIMUR TENTANG AJARAN SYI’AH

Logo MIUMI. (inet)

Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji hanya bagi Allah ‘Azza wa Jalla, dan Shalawat Salam senantiasa tercurah kepada Baginda Kita Nabi Muhammad SAW beserta para keluarganya yang mulia dan para sahabatnya yang memperjuangkan tegaknya Al-Islam sepenuh jiwa, raga dan harta, sepanjang zaman hingga yawmil akhir.

Dengan memperhatikan perkembangan kehidupan beragama di Indonesia, dan dakwah Islam khususnya, Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) terus memantau secara ilmiah dan syar’iyah penanganan Kasus Syiah di Sampang-Madura yang meresahkan warga masyarakat dan mengancam persatuan dan keutuhan bangsa.

MIUMI memandang bahwa selama ini Pemerintah Republik Indonesia dan elit politik di negeri ini sering memanfaatkan dukungan suara umat Islam yang mayoritas dalam setiap kebijakan pembangunan Indonesia, namun Pemerintah RI dan elit politik lalai dan tak peduli untuk melindungi akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang dianut oleh mayoritas umat Islam. Akidah bagi umat adalah persoalan hak asasi yang paling fundamental. Bahkan akidah Aswaja itu telah menyatu tertanam kuat menjadi bagian terpenting kultur Islam di Indonesia. Umat yang terusik akidahnya bisa melakukan apa pun untuk membela dan mempertahankan akidah yang dianutnya.

Pasca peristiwa pembakaran rumah pendakwah Syiah Tajul Muluk dan beberapa fasilitas lainnya yang terjadi pada 29 Desember 2011, pada tanggal 1 Januari 2012 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Sampang telah mengeluarkan Fatwa No. 035/MUI/Spg/I/2012 tentang Ajaran yang Disebarluaskan Sdr. Tajul Muluk di Kec. Omben Kab. Sampang, kemudian tanggal 21 Januari 2012 MUI Propinsi Jawa Timur menindaklanjuti dan memperkuatnya dengan Keputusan Fatwa MUI Jawa Timur No. Kep-01/SKF-MUI/JTM/I/2012 tentang Kesesatan Ajaran Syi’ah. Alhamdulillah, Fatwa dari kedua institusi ulama yang dihormati oleh masyarakat Madura dan Jawa Timur itu mampu meredam aksi massa paska Kasus Syi’ah di Sampang yang sempat menjadi isu nasional menjelang pergantian tahun lalu. Oleh karena itu, MIUMI mengungkapkan terimakasih kepada para Ulama Madura dan Jawa Timur yang cepat tanggap menyikapi Ajaran Syi’ah di Sampang sebagai bentuk tanggung jawab keulamaan dalam membimbing umat. Perlu diketahui, bahwa dari kasus Syi’ah Sampang ini, kita dapat memetik pelajaran penting bahwa masyarakat warga Sunni Nahdlatul Ulama (NU) yang dikenal sangat toleran pun merasa sangat terusik dengan ajaran-ajaran Syi’ah yang dikembangkan Tajul Muluk yang bersumber dari doktrin-doktrin utama Syi’ah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah.

Sejalan dengan fungsi dan tugas MIUMI yang bertujuan membangun dan memperkuat otoritas fatwa ulama dan lembaga keulamaan di tanah air, maka MIUMI menyatakan hal-hal sebagai berikut:

  1. Mendukung dua (2) Fatwa tentang Ajaran Syi’ah, baik yang dikeluarkan oleh MUI Kab. Sampang maupun MUI Propinsi Jawa Timur sebagai pedoman bagi umat Islam Indonesia untuk mengetahui penyimpangan ajaran Syi’ah.
  2. Menghimbau kepada Pemerintah dan masyarakat luas untuk mematuhi fatwa tersebut dalam upaya untuk melindungi dan mempertahankan akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
  3. Meminta kepada para penganut ajaran Syi’ah (Imamiyah Itsna ‘Asyariyah/ Ja’fariyah) untuk Ruju’ ila al-Haqq dan meninggalkan ajaran-ajaran Syi’ah yang menyimpang dan menyesatkan.
  4. Meminta kepada ormas-ormas Islam dan para alim ulama seluruh Indonesia untuk meningkatkan persatuan dan persaudaraan dalam upaya melawan politik adu domba dan perpecahan opini terkait ajaran Syi’ah di Indonesia.
  5. Menolak klaim dan tuduhan sesat bahwa umat Islam Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah penyebab disintegrasi bangsa dalam soal Sunni-Syi’ah. Sebaliknya, kaum Syi’ah di Indonesia lah penyebabnya, karena telah menyerang dan menistakan pokok-pokok keyakinan Ahlus Sunnah terkait status Al-Qur’an, kehormatan para Sahabat dan Isteri Rasulullah SAW, kema’shuman imam, dan juga sebagian aspek syari’ah Islam.

 

Ditetapkan di Jakarta, 19 Maret 2012.

 

Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi                                                              Bachtiar Nasir, Lc. MM.

Ketua                                                                                                  Sekretaris Jenderal

(ist)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 9,40 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Sungguh memprihatinkan , orang yang mengaku beragama islam yang notabene agama rahmatan lil ‘alamin masih mempraktekan hukum rimba,  yang kuat menekan yang lemah , yang mayoritas menekan minoritas walaupun si minoritas secara akidah adalah sama , sahadatnya juga sama , hanya karena berbeda mengambil hadits yang sumbernya berbeda dengan sumber hadits yang dipakai si mayoritas , si mayoritas dengan tanpa beban mencap si minoritas sesat!!!

    Di daerah ataupun negara yang mayoritasnya sunni menganggap saudara muslimnya yang syi;i adalah sesat , begitu juga sebaliknya di daerah atau negara yang mayoritasnya syiah menganggap saudara muslimnya yang sunni sesat..

    Salah satu penyebab perilaku yang menurut saya gak islami tersebut, karena kurang menghayati bahwa agama yang dibawa Nabi Muhamammad S.A.W adalah agama rahmatan lil ‘alamin , artinya seharusnya dimana saja berada umat islam harus menjadi rahmat bagi lingkungannya. Tidak malah menimbulkan perpecahan dan kerusakan yang jelas-jelas dilarang.

    Sebab lainnya adalah anggapan berlebihan yang menganggap masing-masing kelompoknya adalah yang paling benar dalam memahami dan mempratekkan agama , di luar kelompoknya pasti salah bahkan sesat , Naudzubillah..

    Adalah suatu keharusan bahkan wajib mengajak manusia ke jalan Allah dengan HIKMAH dan PENGAJARAN YANG BAIK bukan dengan pemaksaan , pelarangan apalagi di sertai caci maki bahkan pengrusakan, jika terjadi perbedaan berdiskusilah dengan cara yang lebih baik serta egaliter tanpa ada rasa bahwa kelompoknya yang paling benar, karena yang paling mengetahui siapa yang benar dan siapa sesat hanyalah ALLAH swt .

    Allah berfirman :

    Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
    dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang
    lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang
    lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. [ Q.S

    An Nahl (16) : 125 ]

  • Cukup menarik mengutip salah satu kalimat di atas yang katanya berasal dari ULAMA: ”
    Umat yang terusik akidahnya bisa melakukan apa pun untuk membela dan mempertahankan akidah yang dianutnya.”
    CKCKCKCK…. sikap ulama model begini telah berani membolehkan umat BERBUAT APA PUN… ya Ampyun… please dech… tobatlah wahai MIUMI….

Lihat Juga

Pimpinan tentara milisi Abu Al-Fadl Al-Abbas/QQAFA, Aws Al-Khafaji. (aljazeera.net)

Milisi Syiah: Kami Akan Segera Eksekusi Mati Tahanan Sunni di Penjara Irak