Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Maafkan Aku

Maafkan Aku

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com

Aku mohon, maafkan aku

Sebagai hamba aku terlalu lancang pada PemilikNya.

Aku terlalu sombong pada apa yang Dia berikan. Sungguh maafkan akuu…

Badanku bergerak, menggigil. Dadaku sesak

Lantunan istighfar tak henti keluar dari mulutku…

Maafkan akuu…

Aku merasa ada yang akan terjadi pada diriku

Entah apa aku pun tak tahu dan tak mengerti…

Yang aku tahu. Di belakang tubuhku ada gunungan dosa-dosa yang siap runtuh, roboh, menindihku… aku takut. Maafkan akuu… kumohon

Ku teruus saja mengerang…

Maafkan akuu

Berkelebat bayang-bayang masa lalu memenuhi jiwaku…

Maafkan akuu…ku mohon

Kepada ibu yang telah melahirkanku. Maaf karena aku belum bisa mengukir bahagia di wajahmu. Maaf karena aku belum bisa menanam bangga dalam hatimu. Maaf, untuk semua air mata yang tumpahkan karena aku. Maaf, karena aku belum mampu menghapus beban di tubuh lelahmu. Ibuu, maafkan anakmu yang kerap memasang muka masam di depanmu. Maaf, aku yang sering cemberut kala inginku tak kau penuhi. Maaf, untuk tuntutan-tuntutan yang ku pinta padamu. Maafkan untuk semua luka yang melekat dalam benakmu. Terima kasih untuk cinta, sayang dan doamu untukku. Beribu kali yang tak terhitung. Maafkan anakmu…

Maafkan akuu, bapak. Yang selalu sibuk dengan agenda-agendaku. Maafkan aku yang kerap memalingkan wajah saat kau curahkan masalahmu padaku. Maafkan aakuu, yang terus memeras keringatmu. Maafkan aku yang hilangkan perjuanganmu. Maaf, karena aku belum bisa menjadi sandaran masa tuamu. Maaf karena ku masih saja terus membiarkanmu tak berteman. Maaf karena aku yang kau harapkan, selalu sibuk-sibuk dan sibuk. Maaf

Maafkan aku maas dan teteh, belum bisa menjadi adik yang baik. Maaf. Karena aku terkadang membantah nasihatmu. Maafkan akuuu, yang jarang berkumpul bersama kalian dan sering bersama kesibukanku. Maaf, karena aku belum bisa membawa kalian pada manisnya perjalananku. Maaf, itu semua karena kelemahanku…

Maafkan akuu…

Maafkan aku pada setiap jiwa yang mengenal sosokku. Maafkan aku pada jasad yang pernah bertemu denganku. Maaf pada setiap hati yang pernah ku sakiti. Maafkan aku, pada kalian yang kerap terzhalimi karena cacat imanku. Maafkan aku pada setiap ruh yang pernah ku buat luka karena busuknya akhlakku. Maaf

Maafkan aku, pada setiap bayangan wajah yang hadir dalam pertobatanku. Kalian yang pernah melihat kedengkianku. Maafkan aku, pada setiap kalian yang pernah mendengar suatu keburukan dariku. Maafkan aku, pada kalian yang mendapati wajah muramku. Maafkan aku, pada kalian yang senantiasa mengingatkanku kala ku “sakit iman”. Maafkan aku, pada kalian yang pernah menangis akibat ulah tanganku, kejamnya lidah lisanku, bobroknya perbuatanku, busuknya perlakuanku. Maafkan aku, pada kalian yang pernah merasa tak nyaman dekat denganku. Maafkan akuu, pada kalian yang selalu baik padaku yang “imanku penuh luka”.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (27 votes, average: 9,78 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Aktif di Lembaga Dakwah Mahasiswa UIN SGD Bandung dan KAMMI UIN SGD Bandung, Lembaga Pers Mahasiswa, kuliah Jurusan Jurnalistik 2009, aktif menulis juga di koran nasional Media Indonesia, anak ketiga dari tiga bersaudara, asal Ciamis Jawa Barat.

Lihat Juga

Ada Muslimah Diusir dari Kampanyenya, Trump Harus Minta Maaf