Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Masalah Itu Manis

Masalah Itu Manis

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – “Jangan katakan kepada Allah kalau kita punya masalah, tapi katakan kepada masalah kalau kita punya Allah”

Kutipan di atas saya copas dari status Facebook salah satu teman saya. Setelah membaca status itu saya langsung me-like-Nya padahal baru beberapa detik muncul di laman Facebook. Karena menurut saya kata-kata di atas sangat luar biasa. Iya, di tengah banyak dinding-dinding Facebook digunakan sebagai luapan keluh kesah, kekesalan, dsb. Yang seolah-olah menunjukkan ketidakikhlasan kita dalam menerima segala takdir ketentuan Allah Swt, teman saya ini meng-update status dengan nilai optimis.

Status teman saya di atas  sangat luar biasa menurut saya, dan status seperti itulah yang semestinya kita publish ke depan facebooker mania. Karena dengan membaca status yang luar biasa itu, teman kita yang membacanya mungkin akan tercerahkan walau boleh jadi sebelum membaca status kita itu dia sedang kegundahan. Kemudian biasanya status yang luar biasa di laman Facebook  akan  memunculkan komen-komen luar biasa lainya. Kalau begitu bukankah pahala akan mengalir kepada si peng-update status itu? Karena dia telah mencerahkan yang sedang gundah,memberi solusi yang sedang dirundung masalah.Jika ini yang terjadi, maka satu sisi fositif  laman “muka buku” ini telah dirasakan, dan kita telah menanam satu kebajikan.

Jika sebalik-Nya yang kita lakukan, yakni meng-update status-status yang berisi keluhan, emosi, cacian dan lain sebagainya. Apakah itu tidak menimbulkan satu dosa bagi kita sendiri. Karena kita sangat dilarang berkeluh kesah akan masalah atau takdir yang kita jalani. Kemudian jika ada teman yang memberikan jempol manis-nya akan status yang berisi keluh kesah itu, apakah dia tidak dikatakan melakukan sebuah keburukan karena seolah teman kita itu merasa setuju dengan apa yang kita update(keluh kesah kita).Jika itu yang terjadi berarti kita telah menanam satu keburukan bagi diri sendiri bahkan orang lain.

Jujur saya sangat tidak suka ketika membaca status-status teman saya yang berisi keluh kesah, sumpah serapah, atau cacian atas apa yang sedang mereka rasakan saat meng-update status-status mereka tersebut. Apalagi kalau saya tau mereka adalah teman-teman saya yang sama-sama telah mengenyam pendidikan pesantren yang diajarkan bagaimana sebenarnya kita dalam menghadapi sebuah masalah. Yaitu dengan mendekatkan diri kepada Allah serta introspeksi diri. Mungkin jadi masalah itu datang sebagai teguran darinya atas apa yang telah kita lakukan sebelum-Nya atau masalah itu datang sebagai ujian untuk men-tes keimanan kita.

Ketika kita ditimpa sebuah permasalahan, berarti Allah mau kita lebih dewasa dalam menghadapi hidup ini. Ketika kita ditimpa musibah, berarti Allah ingin agar kita mendekat kepadanya. Ketika kita ditimpa kesusahan, berarti Allah telah menyediakan untuk kita kemudahan. Karena sesungguhnya dibalik permasalahan ada proses pendewasaan, dibalik musibah ada hikmah, dibalik kesusahan ada kemudahan.

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”(QS. al-Insyiroh: 5-6)

Ketika permasalahan datang menghampiri, jangan mengeluh di hadapan sang pencipta, jangan memberontak akan keputusannya apalagi mengatakan bahwa Allah tidak adil. Namun, mintalah agar kita diberi kesabaran serta ketegaran dalam menghadapinya, diberikan solusi yang terbaik bagi kita, dan selalu mengharap dia memberikan ganjaran pahala untuk kita.

Tanpa malam purnama takkan indah. Tanpa lapar nikmat makanan takkan terasa. Tanpa dahaga sejuknya dingin air takkan memberi banyak makna. Begitu juga kemenangan atau kemudahan takkan banyak memberi arti tanpa didahului rintangan masalah kesusahan. Setelah mendung terbitlah cerah.

Tak ada hidup tanpa masalah, karena masalah adalah sunnah-Nya. Yang kita perlukan hanya kebijakan dalam menyikapinya. Jika ketegaran yang kita bina, nikmat masalah akan terasa. Jika keluhan yang kita bina sengsara masalah akan selalu bertambah.

Masalah datang untuk kita hadapi, bukan untuk dicaci atau dimaki. Masalah adalah mediator dalam proses pendewasaan. Tanpa masalah kita takkan pernah dewasa. Tanpa masalah kita takkan menjadi orang yang luar biasa.”Jalan yang lurus dan mulus takkan pernah menghasilkan pengemudi yang hebat. Laut yang tenang takkan pernah menghasilkan pelaut yang tangguh. Langit yang cerah takkan pernah menghasilkan pilot yang handal.”

Di saat kita mencari solusi dalam suatu masalah, di saat itulah sebuah proses pendewasaan hidup akan dimulai. maka, berbahagialah mereka yang memiliki masalah dan mampu mengatasi masalah tersebut dengan brilian, yaitu dengan tetap selalu bersandar akan keputusan sang eksekutor yang maha adil setelah tawakal dilakukan. Mari bersama taklukkan masalah…!

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (151 votes, average: 9,36 out of 10)
Loading...Loading...
Mahasiswa S1 Tahun Akhir Jurusan Studi Islam (Spesialisasi Fiqh-Ushul) Universitas Hassan Tsani, Mohammedia, Casablanca, Maroko.

Lihat Juga

Ilustrasi (wordpress.com/misteradotz)

Hikmah dari Sebuah Tebakan Berantai

  • http://www.facebook.com/people/Aisyah-Hikmah/1438620832 Aisyah Hikmah

    Sebenarnya itu adalah dawuhnya sayyidina Ali Bin Abi Thalib. Lengkapnya :
    “Bukanlah kesulitan yang membuat kita takut, tapi ketakutan yang membuat kita sulit, karena itu jangan pernah mencoba untuk menyerah dan jangan pernah menyerah untuk mencoba. Maka jangan katakan pada Allah aku punya masalah, tetapi katakan pada masalah aku punya Allah Yg Maha Segalanya.”
    (Ali Bin Abi Thalib)

    • http://www.facebook.com/crikitwan Crikitwan Ae

      hhmmm…salut bwt aisyah  

    • http://profile.yahoo.com/BEIAB5QPMIIZLWBPM7OI23MMIA Onny

      izin copas ya aisyah. jzklh

  • http://www.facebook.com/profile.php?id=100002015251825 Herdiansyah El-amdah Ihsan

    terimaksih atas tambahan’a saudari,,,! saya lupa menanyakan kepada teman saya ttg kutipan status’a itu,,sekali lg terimakasih,,jazakillah,,,!

  • http://www.facebook.com/people/Aisyah-Hikmah/1438620832 Aisyah Hikmah

    Afwan.. ^^

  • http://www.facebook.com/profile.php?id=100000146872805 امام حرمؤن

    subhanallah.. :)

  • Arif Rudiantoro

    izin CoPas ya SoOOOB

  • http://www.facebook.com/people/Hafiza-Husna/100001048623184 Hafiza Husna

    izin share ya
     

  • http://twitter.com/leniluwina leni luwina

    ijin copy yaaa, trmaksh…

  • http://www.facebook.com/profile.php?id=100002145770218 Novi Subagio

    syukron atas pengetahuan ilmunya sangat manfaat ntuk semua y.

  • http://www.facebook.com/people/Sukmin-SC/100001148833672 Sukmin SC

    syukron atas artikelnya sangat memotivasi

  • http://www.facebook.com/people/Aleks-Casandra/100000272378636 Aleks Casandra

    hebat!!!

  • http://www.facebook.com/people/Khumaerotunnisa-Nisa/1579044252 Khumaerotunnisa Nisa

    MOTIVASI BAGET buat aq…. jazklh

  • http://www.facebook.com/profile.php?id=100000072514582 Mardiah Diah

    Subhanallah…..ijin share ya Aisyah

  • http://profile.yahoo.com/6FMQRRGAVWVOFY37DOWK4JBBOY LINDA

    assalamu alaikum ..
    izin copas ya’ ..
    makassihh :) 

  • http://twitter.com/abiebaditya abieb aditya

    izin share boleh kan? :)

  • http://www.facebook.com/people/SaRi-Mala-NurMala/100000857351735 SaRi Mala NurMala

    alhamdulillah….

  • aldo zulfahmi

    aslm afwan izin share yaah..

  • http://www.facebook.com/rosma.wati.399 Rosma Wati

    izin share ya…..

  • [email protected]

    saya izin copas ya. :) terima kasih