Home / Berita / Internasional / Asia / Personel Militer AS yang Membakar Al-Qur’an Akan Dihukum

Personel Militer AS yang Membakar Al-Qur’an Akan Dihukum

Ilustrasi - Tentara Amerika di Afghanistan (Reuters Pictures)

dakwatuna.comSedikitnya lima personel militer AS akan menghadapi tinjauan disiplin terkait insiden pembakaran Al-Qur’an di Afghanistan. Meski investigasi bersama pejabat senior militer Afghanistan dan AS menyimpulkan, pembakaran itu tanpa maksud melecehkan.

Tapi di lain pihak, sebuah panel berbeda bentukan presiden Afghanistan, Hamid Karzai, menyimpulkan bahwa pembakaran kitab suci itu disengaja. Maulvi Khaliq Dad, pemimpin panel ini, menuntut agar mereka yang terlibat diadili dan dihukum. Tuntutan ini pun didukung oleh Karzai.

“Mereka mengklaim bahwa itu adalah tidak disengaja. Tapi tim investigasi kami menemukan hal itu memang disengaja,” kata Maulvi seperti dilansir Guardian (Minggu, 4/3).

Barack Obama dan pejabat AS lainnya telah meminta maaf atas insiden tersebut pada tanggal 20 Februari lalu. Tapi bentrokan tak dapat dicegah. Insiden itu memicu kerusuhan enam hari di seluruh Afghanistan. Lebih dari 30 warga Afghanistan dan enam tentara AS tewas dibuatnya.

Kantor Karzai mengatakan pada hari Sabtu itu hanya melihat laporan yang disusun oleh para pemimpin agama dan belum adanya laporan bersama, sehingga tidak bisa mengomentarinya.

Juru bicara presiden Karzai, Aimal Faizi, mengatakan, pihaknya juga masih menunggu hasil investigasi NATO, yang mungkin akan menunjukkan siapa dan berapa banyak orang yang terlibat. Setelah itu, baru kan diumumkan sikap kanttor kepresidenan.

“Presiden Afghanistan saat ini hanya meminta dari para pejabat militer AS memberikan hukuman terhadap para pelaku,” pungkas Aimal. (ysa/RMOL)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 6,75 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Palestina Pasca Terpilihnya Donald Trump