Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Catatan Kecil Tentang Sabar di Jalan Dakwah

Catatan Kecil Tentang Sabar di Jalan Dakwah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.comTugas seorang dai lebih dari sekedar menunggu pujian atau celaan. Tugas asasi seorang dai adalah menyampaikan apa yang telah dibawa oleh Rasul-Nya – shalallahu ‘alaihi wa sallam. Kalau tiba-tiba ada pujian, maka itu adalah bunga di tengah jalan, kalau ada celaan, maka itu adalah durinya, dan besar kemungkinan duri akan lebih banyak ketimbang taburan bunga. Itulah tabiat dakwah. Karenanya seorang dai dituntut memiliki sifat sabar. Keberadaan sifat ini di dalam dirinya merupakan salah satu jaminan paling utama akan bertahan atau tidaknya sang dai di jalan dakwah.

Masa-masa pelajaran tentang sabar sesungguhnya telah berlalu. Patutlah kita membuka kembali catatan-catatan pengajian kita, sebagian besar akan mendapati materi sabar di sana.

Sebagaimana belajar menembak itu berbeda dengan menembak sasaran pada saat perang, seperti itu pula halnya sabar. Belajar tentang sabar berbeda dengan sabar itu sendiri; sabar ketika dicela, ditimpa musibah atau yang lainnya. Mirip seperti menembak sasaran kayu kemudian menembak sasaran makhluk bernyawa. Akan lain perasaan yang muncul.

Jalan panjang para dai akan senantiasa direcoki, baik itu oleh sesama saudaranya sendiri, maupun oleh mereka yang jelas terang-terangan memusuhi, dan inilah yang telah Hasan al Banna katakan dalam coretan-coretan kecilnya jauh-jauh hari sebelum coretan-coretan tersebut akhirnya terjadi.

Cukuplah bagi kita untuk mentadabburi satu ayat dari Al-Quran “Innallaha ma’as shabirin”. Bukan lagi presiden yang melindungi kita, dan yang mendukung kita, tapi Allah, pencipta presiden dan orang terhormat manapun di alam semesta ini. Tidak kah kita bangga ketika kita menjadi orang yang didekatkan olehNya kepadaNya?

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 9,13 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Tinggal di Kecamatan Andir Kelurahan Dungus Cariang. Lahir tahun 1987 di Bandung. Saat ini aktif sebagai mahasiswa di Al-Azhar tingkat 4 Fakultas Ushuluddin jurusan Dakwah wah tsaqafah Tslamiyyah.
  • Mujahid,,,perlu perjalanan panjang yg bnyk duri..

Lihat Juga

Memperluas Jaringan Lembaga Dakwah