Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Dua Penjual Sepatu

Dua Penjual Sepatu

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (Pikiran Rakyat)

#AnotherPerspective

dakwatuna.com Ada dua orang sales marketing sepatu yang dikirim oleh dua perusahaan berbeda yang bersaing untuk memasarkan produk mereka di sebuah pedalaman. Setibanya di sana, dua sales ini tercengang karena penduduk asli pedalaman tersebut sama sekali tidak mengenal sepatu, mereka pergi ke mana-mana bertelanjang kaki. Sales dari perusahaan pertama langsung kehilangan harapan dan mengontak markas pusat. “Bos, pulangkan saja saya. Jualan sepatu di sini tidak akan laku, tidak satu orang pun mau memakai sepatu!” kata sales tersebut di ujung telepon.

Begitu juga sales marketing yang kedua, langsung menelepon markas pusatnya, bedanya sales ini menelepon dengan bersemangat dan berbinar-binar. “Bos, kita bahkan bisa bikin pabrik sepatu di sini! Pasar kita banyak, belum satu orang pun memiliki sepatu!”

Sales yang kedua beruntung karena menjadi seorang optimist. Sedangkan sales yang pertama tentu saja langsung didamprat habis-habisan oleh bosnya karena bosnya mengirimnya ke sana justru karena orang-orang pedalaman itu belum memakai sepatu.

Beberapa hari berselang, kedua sales itu diterima dengan baik oleh penduduk setempat. Mereka mulai melakukan langkah-langkah sosialisasi. Sales yang pertama memasang spanduk-spanduk dan kios sepatu, kemudian berbicara tentang sepatu pada setiap orang yang ditemuinya. Sementara sales yang kedua terlihat bersantai-santai menikmati pemandangan dan bercengkerama dengan penduduk setempat.

Sales yang pertama mengadakan seminar-seminar tentang kesehatan kaki dan bahaya cacing tambang jika tidak memakai alas kaki. Namun dalam seminar-seminarnya tersebut, tanpa sadar sales itu sering sekali mengkritik penduduk setempat yang dianggapnya terbelakang karena belum memakai sepatu. Sementara itu sales yang kedua sibuk mempelajari kearifan lokal dan bersabar tidak membicarakan sedikit pun mengenai sepatu. Ia selalu mengagumi dan mensyukuri betapa beruntungnya penduduk setempat karena masih hidup sangat dekat dengan alam, jauh dari egoisme materialis, jauh dari pertikaian-pertikaian politik.

Pada minggu ketiga, sales yang pertama mulai kehilangan semangat karena orang-orang tidak mau mendengarkan ceramahnya mengenai sepatu. Jarak antara penduduk setempat dan sales yang pertama pun meregang. Sedangkan sales yang kedua? Setelah menikmati permainan-permainan lokal, sales kedua kemudian mengenalkan pada penduduk setempat permainan sepak bola. Tapi sales ini cerdik dan membuat sebuah peraturan yang tidak pernah diketahui oleh penduduk lokal, sepak bola harus dilakukan di lapangan penuh kerikil!

Pada minggu ke empat, tepat satu bulan setelah kedatangan kedua sales itu, sales kedua berhasil membuat setiap pria di desa tersebut membeli sepatunya. :),

Adapun sales yang pertama?

Dia pulang, setelah mengakui kehebatan sales yang kedua dan belajar darinya. Sales yang pertama dengan lapang dada mengakui kesalahan metodenya dan belajar menjalankan apa yang dipelajari dari sales yang kedua. Bahkan dia memaksimalkan manfaat dari kesalahannya tersebut dengan menceritakan pengalaman ini pada rekan-rekan salesnya. :)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (20 votes, average: 8,25 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Bezie Galih Manggala
Bezie Galih Manggala, akrab dipanggil Bezie; Alumni DJ dan Wakil Direktur Radio PPI Dunia 2010-2011. Salah satu mantan penyiar Moodis (Muda-Mudi Islami). Lahir di Tasikmalaya, 29 Sya'ban 1410, tapi tumbuh dan besar di kota Subang. Aktif menulis sejak berusia 15 Tahun. Menjejakkan kakinya pertama kali sebagai mahasiswa fakultas hukum di sebuah negeri yang dikenal karena romantismenya, Perancis, pada usia 18 tahun, dan di tempat itulah, Islam justru mulai mengetuk dan mengubah ruh tulisan-tulisannya. Menancapkan pena-nya pada #AnotherPerspective, sambil terus berharap dapat memperkenalkan keindahan islam melalui tulisan-tulisan. Silakan bersilaturahim melalui akun facebook atau emailnya di [email protected], atau twitternya di @beziemanggala. Dapat juga mengunjungi web pribadinya di www.onestopperspectives.com
  • pasti yang menulis artikel ini salesman sepatu yang dari perusahaan pertama tadi yah. :D
    (ilustrasi)

  • ini bagus juga artikelnya,memang seharusnya begitu orang itu tidak boleh tergesa gesa dalam melakukan sesuatu kalau menginginkan hasil yang baik dan juga jangan lah menyerah sebelum mencobanya istilah kata mundur sebelum berperang.

  • sering banget denger cerita ini di acara training-training MLM.

Lihat Juga

Ilustrasi. (sepatubordir0.wordpress.com)

Sepasang Sepatu Biru