03:57 - Senin, 21 April 2014

Ditemukan, Injil yang Mengabarkan Kedatangan Nabi Muhammad!

Rubrik: Asia, Eropa | Kontributor: dakwatun - 28/02/12 | 06:15 | 03 Rabbi al-Thanni 1433 H

Sebuah Injil berusia 1.500 tahun yang menceritakan kedatangan Nabi Muhammad SAW ditemukan di Turki. (dailymail.co.uk)

dakwatuna.com – Kairo. Sebuah Injil berusia 1.500 tahun yang menceritakan kedatangan Nabi Muhammad SAW ditemukan di Turki. Kabarnya, Gereja Vatikan telah meminta secara resmi kepada pemerintah Turki untuk melihat Injil yang tersimpan selama 12 tahun di negara tersebut.

Menteri Budaya dan Pariwisata Turki, Ertugul Gunay mengatakan sejalan dengan keyakinan Islam, Injil ini memperlakukan Yesus sebagai manusia bukan Tuhan. Fakta ini, sekaligus menolak ide konsep tritunggal dan penyaliban Yesus.

“Disebutkan injil ini, Yesus berkata kepada salah seorang pendeta, bagaimana kami memanggil mesias? Muhammad adalah nama yang diberkati,” kata dia membacakan salah satu ayat dalam Injil seperti dikutip alarabiya.net, Senin (27/2).

Gunay menuturkan dalam injil ini juga disebutkan Yesus sendiri menyangkal menjadi Mesias. Yesus mengatakan bahwa Mesias itu adalah keturunan Ismail yakni orang Arab.

Sebelumnya, Umat Islam sendiri mengklai pesan kedatangan Muhammad SAW juga terdapat dalam injil Barnabas, Markus, Matius, Lukas dan Yohannas.

Gunay mengatakan pihak Vatikan telah meminta salinan injil tersebut saat Injil tersebut hendak diselundupkan ke luar Turki pada tahun 2000. Kini, Injil tersebut berada dalam brankas pengadilan Ankara. Nantinya, Injil tersebut akan diserahkan kepada Museum Etnografi Ankara.

Meski demikian, kalangan Gereja skeptis dengan keaslian Injil tersebut. Seorang pendeta Protestan Ihsan Ozbek mengatakan Injil itu berasal dari abad ke-5 atau ke-6. Sementara Barnabas, yang merupakan pemeluk pertama Kristen hidup pada abad pertama.

“Salinan Injil di Ankara mungkin telah ditulis ulang oleh salah seorang pengikut Barnabas,” kata dia.

Sebab, lanjutnya, ada jeda 500 tahun antara Barnabas dan penulisan salinan Inkjil. “Umat Islam mungkin akan kecewa bahwa Injil ini tidak ada hubungannya dengan injil Barnabas,” ujarnya.

Sementara Profesor Omer Faruk menilai Injil itu perlu ditelusuri lebih lanjut guna memastikan Injil itu dibuat oleh Barnabas atau pengikutnya. (Ajeng Ritzki Pitakasari/Agung Sasongko/RoL)

Redaktur: Hendra

Keyword: , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (181 orang menilai, rata-rata: 9,19 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • 56693 hits
  • Email 6 email
  • wito

    Subhana Allah

    Sesuai Surat Alquran Ass Shaff surat 61 ayat 6
    Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”.

  • http://www.facebook.com/faisaladiwijaya Faisal Yusuf Adiwijaya

    udah lah. bagi kaum nasrani(pendeta) itu, untuk mu agama mu. untuk ku agamaku.

  • Reza Iph

    ya udalah semuanya g usa diperdebatkan lagi masalah injil, ya uda pasti benar Al Quran dan Agama Islam krn Islam rahmatan lil’alamin sedangkan Alquran adalah undang2, nah skrg kita yg umat Islam sudahkan menjalankan Perintah2 Allah dan Sunnah Nabi serta meninggalkan segala yang dilarang?

  • Taufieq Story

    kenapa ummat islam harus kecewa, toh injil bukan kitab suci islam,,, al-qur’anlah yang paling benar…

  • Aom Yoyon

    Terus kalau asli atau palsu apa pentingnya untuk pedoman kehidupan ? Paling hanya sebagai artefak saja sebagai bukti peninggalan masa lalu, karena dengan hadirnya Al Quran berarti kitab-kitab sebelumnya dinyatakan tidak berlaku lagi. Semoga….

Iklan negatif? Laporkan!
83 queries in 1,214 seconds.