Home / Berita / Nasional / PKS dan AK Parti Saling Bertukar “Jurus”

PKS dan AK Parti Saling Bertukar “Jurus”

Pertemuan PKS dan AK Parti (suaranews)

dakwatuna.comTiga kali AK Parti (Partai Keadilan dan Pembangunan), mampu memenangkan berturut-turut dalam Pemilu Turki. Seorang Ketua Bidang Kepemudaan AK Parti Adem Ali Yilmas membeberkan sebuah rahasia mereka dalam penentu faktor kemenangan tersebut. Yaitu karena partinya fokus dalam upaya melayani masyarakat.

“AK Parti senantiasa berupaya menempatkan diri sebagai partai yang paling depan dalam melayani dan paling dekat dengan masyarakat,” ucap Adem ketika menjadi pembicara diantara diskusi mengenai “Kiat Partai Politik Meraih Dukungan Rakyat” yang digelar oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta, akhir pekan lalu.

Strategi untuk selalu dekat bersama rakyat dilakukan oleh AK Parti dengan cara mendirikan kantor-kantor perwakilan hingga di setiap distrik dan bagian terkecil dibawah distrik. Kantor tersebut menjadi penyerap aspirasi sekaligus mengeksekusi program-program partai.

Selama 10 tahun sejak berdiri pada 2002, AK Parti berusaha menjalin hubungan dengan baik bersaama masyarakat. Kebijakan yang diambil pun yang prorakyat meski tidak dalam bentuk memberi uang atau makanan. “Tapi, secara umum, AK Parti melakukan yang terbaik untuk melayani rakyat,” kata Adem.

Mengenai program AK Parti yang berbeda dengan partai lain, Adem mengakui, sebenarnya tidak ada yang spesifik dari programnya. “Yang membedakan hanyalah kalau partai lain fokus pada satu bidang layanan atau di satu daerah, tapi AK Parti di semua bidang dan di semua wilayah.”

Di tengah prinsip negara yang menjunjung sekulerisme, AK Parti memperjuangkan hak-hak kaum muslim yang menjadikan salah satu faktor penarik dukungan rakyat terhhadap partai. Ketika itulah, masyarakat menjadi instrumen penting untuk memenangkan AK Parti.

Meski tidak memiliki media, hanya satu kanal televisi – program-program AK parti mendapat dukungan 50 persen media. AK Parti pun menganggarkan hampir 30 persen total dana pemilu di alokasikan untuk menyosioalisasikan kerja-kerja partai.
Adapun Erdogan merupakan sosok pendongkrak perolehan suara. Karakternya yang dekat dengan rakyat sebelum dan sesudah menjadi perdana menteri – bahkan penjual singin (makanan di pinggir jalan) dan sopir angkot pun mengenalnya – memberikan kontribusi 70 persen kemenangan AK Parti. “Sedangkan, kerja-kerja program kami menyumbang 30 persen kemenangan.”

Erdogan dikenal sangat benci kezhaliman. “Erdogan adalah seorang yang sangat tegas. Kalau hitam dikatakan hitam, kalau putih dikatakan putih, tak pernah abu-abu,” kada Adem.

Selain memosisikan diri sebagai partai Islam, AK Parti juga mendaulattt dirinya sebagai partai beraliran konservatif. Strategi ini ditempuh untuk memperluas basis massa pendukung partai, tidak hanya dalam satu suku, agama, maupun budaya.

Untuk memperluas basis pemilih dan menyasar pemilih muda, AK Parti kini mulai serius menggarap sosial media, seperti twitter dan facebook. tak kurang dari 40 orang dikerahkan untuk menggawangi jaringan sosial media.

AK Parti juga sedang berusaha belajar tentang kepemudaan dan kaderisasi untuk kaum muda kepada PKS. AK Parti mengakui bahwa kaderisasi kepemudaan PKS sangat menonjol, sehingga AK Parti juga perlu untuk mempelajarinya. (republika/suaranews)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 8,20 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Wakaf Sebagai Solusi Pengembangan Infrastruktur di Indonesia