Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Wahai Mataku

Wahai Mataku

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (graphicpulse.com)

dakwatuna.com

Wahai mataku,
Sungguh ku bahagia memilikimu
Kau telah menemaniku semenjak kulahir di dunia
Kini seiring bertambahnya usiaku
Pandanganmu juga tak sekuat dahulu
Tapi kehebatanmu tak lekang karena waktu
Pesonamu tak tergerogoti pertambahan usiaku
Tak pernah berubah
Tak pernah lelah
Menemaniku menjalani hari

Wahai mataku,
Sungguh ku sangat bahagia memilikimu
Kau lah yang buatku bisa melihat keindahan dunia
Kaulah yang menjadikanku bisa menatap wajah ibu dan ayahku
Melihat senyum manis saudara-saudaraku
Memandang semua ekspresi kehidupan

Wahai mataku,
Sungguh ku bangga memilikimu
Walau kini kau mungkin tak seperti dulu
Kudapati Kini kau tak mampu menatap lama
Saat melihat huruf-huruf indah Al Qur’an
Memandang tulisan berangkai samudera ilmu
Menemaniku merangkai kata
Menemaniku menghadiri majelis ilmu

Wahai mataku,
Sungguh aku sangat bersyukur memilikimu
Walau kini kau semakin manja
Kau semakin cepat menutup dan istirahat dari tugas muliamu
Wahai mataku,
Semakin sering kudapati kau layu dan kuyu
Saat ku ingin berlama-lama berkomunikasi dengan Rabb ku
Semakin sering juga kudapati kau lesu
Saat kuingin berlama-lama membaca ayat2 suciNya

Wahai mataku,
Semakin sering ku melihatmu bosan berlama-lama dengan aktivitas mulia
Aku tidak tahu apa yang terjadi denganmu?
Mungkinkah kau sudah mulai lelah menemaniku
Ataukah karena kau telah tergoda dengan mata dari manusia pemalas
Yang sering memanjakan matanya
Tidur pulas semalaman tanpa sempat terbangun untuk menyapa TuhanNya
Atau mungkin kau merasa iri dari mata manusia pendosa
Yang rela berlama-lama menatap pandangan maksiat
Yang tampak indah dan melenakan
Istiqamah berlama-lama menonton televisi
Meskipun kebanyakan tayangannya tak bermutu
Tak juga menambah kemuliaanmu,
Apakah itu semua yang kau inginkan duhai mataku?
Sekali lagi apakah itu yang kau inginkan agar kau betah terbuka lama??

Wahai mataku,
Sungguh ku sangat mencintaimu
Takkan ku biarkan kau memandang yang haram
Takkan kubiarkan kau bermanja-manja dengan pandangan menipu
Indah kelihatan, tapi menghancurkan
Takkan kubiarkan engkau berlama-lama menikmati pandangan penuh dosa

Wahai mataku,
Sungguh kuingin kau seperti dulu
Betah berlama-lama menemaniku membaca
Menangis penuh penyesalan atas segala dosa
Selalu fresh saat menemaniku qiyamullail
Selalu bersemangat saat menemaniku menghafal kata cinta pada Rabbku
Selalu tampak bahagia dan betah berlama-lama
Menemaniku menjalani aktivitas kebaikan

Wahai mataku,
Sungguh ku menginginkan kita selalu bersama
Tak hanya di dunia ini saja
Sungguh ku menginginkan kita kembali bersama
Bereuni di SurgaNya

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 7,60 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Sardini Ramadhan
Staf di Bappeda Kabupaten Ketapang. Alumni FKIP Universitas Tanjungpura Pontianak.

Lihat Juga

Mata Dakwah, Mata Kaderisasi