Home / Pemuda / Kisah / Kenapa Kendi itu Dibanting??

Kenapa Kendi itu Dibanting??

Ilustrasi (seapots.com)

dakwatuna.com – Assalamu’alaikum…

Apa kabar Jimmie? Terima kasih atas tanggapannya, alhamdulillah, jadinya kita bisa menyambung silaturrahim. Juga bersyukur atas kemajuan teknologi komunikasi dan informasi kini semakin memudahkan kita untuk tetap saling mengunjungi. Meskipun hanya di dunia maya.

Terima kasih Jimmie, keinginan Jimmie untuk mendapatkan kisah-kisah seperti itu memacu saya untuk menulis dari kisah-kisah yang tercecer, semoga ada manfaatnya. Dan itu pasti Jimmie, karena kita yakin semua kisah perjalanan manusia pasti ada pelajaran yang bisa diambil. Jangankan orang-orang shalih, orang sesombong Fir’aun pun Allah kisahkan panjang lebar di dalam Al-Qur’an, agar menjadi pelajaran bagi generasi sesudahnya.

Kisah yang akan saya sampaikan terjadi di India Jimmie. Persisnya kapan dan siapa nama pelakunya saya lupa. Ya Allah, memang mengingat nama salah satu kelemahan saya. Seperti namamu. Kemarin saya panggil William, dan saya baru sadar kalau dulu nama panggilanmu Jimmie. Padahal mengingat nama itu penting dalam hubungan persaudaraan.

Konon, ada seorang warga negara Inggris yang sedang berjalan menyusuri perkampungan India. Mungkin peristiwa ini terjadi sewaktu India masih berada dalam jajahan Inggris. Si ‘Inggris’ itu kerjaannya apa tidak ada penjelasannya. Dugaan saya seorang peneliti. Penjajah kan selalu melibatkan peneliti yang bertugas meneliti berbagai sisi kehidupan daerah jajahannya, mulai dari budaya, kekayaan alamnya dan lain sebagainya yang selanjutnya dijadikan sebagai bahan kajian. Hasil kajian itu nantinya dijadikan sebagai referensi membuat strategi melanggengkan kekuasaannya di daerah jajahan.

Ketika sedang menyusuri perkampungan, Jimmie, tepatnya di daerah persawahan, orang Inggris itu kehausan dan tidak jauh dari tempatnya terdapat seorang petani yang sedang mengerjakan sawahnya. Si Inggris itu tanya apakah punya minuman?

“Iya, Tuan, ada.”

“Boleh saya meminta air minumnya?”

“Oh silakan Tuan.”

Dari tempat minum semacam kendi yang terbuat dari tembikar petani itu memberikan air minum. Dan dengan beberapa teguk hilanglah dahaganya dan basah kerongkongannya. Setelah berbincang-bincang ke sana-sini si Inggris itu pamitan pergi. Petani meneruskan pekerjaannya dan meletakkan kendinya pada tempatnya.

Selang beberapa tahun kemudian orang Inggris itu mengadakan perjalanan ke daerah serupa. Dan seperti sebelumnya ia kali juga merasa kehausan. Dari kejauhan ia melihat seorang petani

Serta merta ia dekati orang itu dan ternyata bukan orang pertama yang pernah ditemuinya. Dia pun menanyakan air minum dan orang itu punya. Diberikannya sebuah kendi tembikar dan ia meminumnya. Setelah berkenalan dan berbincang-bincang, Inggris itu pamitan dan pergi. Namun alangkah terkejutnya dia ketika setelah beberapa meter ia meninggalkan orang, si petani itu memecahkan kendi itu.

Prang… praaang…

Kaget sekali orang Inggris itu, tapi tidak berani bertanya atau berkomentar. Kejadian itu mengusik pikirannya. Setelah berada di kota ia tanyakan kejadian itu kepada kawannya orang India. Sambil senyum kawannya menjawab,

“Oh, orang itu bukannya marah, tuan.”

“Lantas kenapa ia pecahkan kendi itu?” katanya penuh selidik.

“Orang pertama yang Anda temui itu adalah Muslim, sedang kedua Hindu.”

“Apa hubungannya peristiwa membanting kendi dengan agama seseorang Tuan?” katanya tambah penasaran.

“Bagi seorang Muslim, dia bisa berinteraksi dan memberi makan dan minum kepada siapa saja, walaupun ia bukan seagama. Sedangkan orang Hindu, tidak boleh orang yang beda agama makan dan minum dari tempat dan bejananya. Makanya ia pecahkan kendi itu.”

Si Inggris itu nampak puas mendapatkan jawaban atas teka-teki itu. Namun di balik itu ada sesuatu yang kini mengusik benaknya.

Islam, ya agama Islam. Kenapa agama Islam berbeda dengan agama Hindu? Selama ini ia berpikir semua agama sama. Kenapa Islam tidak membeda-bedakan interaksi walaupun dengan orang yang tidak seagamanya dengannya.

Ya, begitulah Islam Jimmie. Islam tidak membeda-bedakan muamalah dengan siapa saja. Karena Islam adalah agama rahmat. Tidak hanya bagi Muslim, namun juga bagi non-muslim, bahkan bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan. Sungguh bertolak belakang dengan apa yang dituduhkan oleh sebagian orang. Sekarang ini Islam sedang mengalami pencitraan buruk Jimmie. Berbagai lebel negatif dialamatkan kepadanya. Terorisme, radikalisme, ekstrimisme, kolot, dll. Padahal kita tahu bagaimana Nabi kita berbuat baik kepada siapa saja. Kepada musuh sekalipun. Beliau pernah berkali-kali ‘nyuapin’ makan seorang Yahudi miskin.

Ya Jimmie. Keindahan interaksi dalam Islam itu lalu menarik perhatian orang Inggris itu. Yang kemudian mendorongnya untuk ingin tahu lebih banyak lagi tentang agama kita. Dan Allah pun memberikan hidayah-Nya dan ia masuk Islam.
Dah Jimmie ya, semoga bermanfaat.

Wassalam.

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (17 votes, average: 9,65 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Asfuri Bahri, Lc
Lahir di Lamongan dan telah dikaruniai Allah 6 orang anak. Lulusan MTS di Gresik, MA di Gresik, dan LIPIA Jakarta. Sehari-hari sebagai Pengajar. Aktif di beberapa organisasi, antara lain LSM FOCUS, dan IKADI DKI Jakarta. Beberapa karya ilmiah telah dihasilkannya, antara lain "Rambu-Rambu Tarbiyah" (terjemahan, CIP Solo), "Anekdot Orang-Orang Tobat" (Darul Falah), "Galaksi Dosa" (Darul Falah), dan "Kereta Dakwah" (terjemahan, Robbani Press). Moto hidupnya adalah "Pada debur ombak, daun jatuh, hembus angin, ada tarbiyah".
  • Allah memberi Hidayah kepada siapa pun yang ia kehendaki…

  • cahaya_anur

    oh baru tahu… hehhe…
    Inspiratif sekali. Tapi saya punya ttga hindu dia tdak punya kendi hiihi.. tapi dia baik sekali kdang suka membagikan makanan sehabis sajen. dorr saya sndiri bingung bolehkah dimakan?

Lihat Juga

Ilustrasi. (isaacribeiro.com.br)

Memasuki Era Digital, Pengusaha Muslim Harus Melek Teknologi