Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Aku Lupa Akhirat

Aku Lupa Akhirat

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (tonitok.blogspot.com)

dakwatuna.com

Ku rogoh kantongku dalam-dalam
Untuk mencari sekeping receh
Di depanku peminta-minta menunggu
“terima kasih”, ucapnya setelah ku serahkan recehku

Aku melihat tas idamanku
Ku lihat harganya
Hampir separuh dari uang gajiku
Tak mengapa, asal hatiku puas

Adzan telah berkumandang
Ku abaikan panggilanNya
Sinetron telah menarik perhatianku
Tanpa sadar, waktu shalat hampir usai

Ku bergegas dalam langkahku
Lima menit lagi saat ku bertemu kawan
Tak boleh aku terlambat
Akhirnya tepat waktu aku datang

Telepon berdering ternyata panggilan kerja
Hatiku langsung mekar berkembang
Ku siapkan pakaian terindah
Guna menambah nilai

Waktu shalat hampir tiba
Ku buka lemari, ku ambil kaos oblong
Yang ini sajalah, pikirku
Hanya untuk shalat

Wooooow, pekikku dalam hati
keindahan alam mengguncang hatiku
Puncak gunung yang indah
Dalam jejak-jejak satu hari penuh
Dengan jadwal shalat yang terbengkalai

Rabbighfirlii….
Ampuni aku ya Allah
Ketika terlena pada dunia
Ku enyahkan akhiratku
Ampuni aku

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (32 votes, average: 7,81 out of 10)
Loading...Loading...
Ya ALLAH, hidupkanlah aku sebagai orang yang tawadhu', wafatkanlah aku sebagai orang yang tawadhu' dan kumpulkan aku dalam kelompok orang-orang yang tawadhu'

Lihat Juga

Martunis, (kedua dari kiri, bersama pesepakbola Portugal Cristiano Ronaldo (kiri). (beritasatu.com)

Pesan Ayah Untuk Martunis: Ke Mana Pun Kamu Pergi, Jangan Tinggal Shalat Dan Baca Qur’an