Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Kita Adalah Pemain

Kita Adalah Pemain

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (adlin-life.blogspot.com)

dakwatuna.com

Enyahkan saja penutup tubuh itu
Jika hendak proklamirkan diri sebagai paripurna
Atau berdoa saja hilang ingatan
Dan isi otak pun terinjak

Bukan dengan keterpaksaan
Atau dengan menepuk dada
Meski dari balik tirai
Kami tak butuh itu

Karena kita di sini adalah pemain
Bukan menunjuk dan di tunjuk
Tapi saling memeluk

Bukan dari berapa banyak sujud
Bukan dari berapa banyak jatuh
Tapi Allah Maha Tahu

Hanya ada hitam dan putih
Bukan merah, kuning, hijau
Hanya butuh bahasa universal
Bukan aku, kamu, dan mereka

Kami yang kadang terkapar
Dentuman kata-kata mencabik keyakinan
Jika ke sini kami digelari sesat
Jika ke sana kami kembali terpecah

Kami hanya mencari
Mengapa menjadi tersisih?
Kami hanya berbagi
Sebuah nafas dari Illahi

Karena kami yakin
Beribu-ribu debat bergulir
Kami tak akan tersingkir
Jika tidak di sini
Mungkin di akhirat nanti

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ya ALLAH, hidupkanlah aku sebagai orang yang tawadhu', wafatkanlah aku sebagai orang yang tawadhu' dan kumpulkan aku dalam kelompok orang-orang yang tawadhu'

Lihat Juga

Mem‘booming’kan Permainan Asal Medan di Kampung Tagelan, Pandeglang Banten