Home / Berita / Opini / Gerakan #IndonesiaTanpaJIL

Gerakan #IndonesiaTanpaJIL

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Gerakan #IndonesiaTanpaJIL (Facebook)

dakwatuna.com14 Februari 2012 lalu, sejumlah orang bersepakat mengadakan demonstrasi di bundaran HI, Jakarta Pusat. Demo itu bertemakan (dan menuntut) pembubaran FPI (Front Pembela Islam) yang selama ini dinilai kerap melakukan aksi kekerasan atas nama agama. Aksi-aksi FPI tersebut dianggap telah menimbulkan keresahan dan mengancam kebebasan. Di lain pihak, seolah-olah aparat keamanan dan pemerintah mendiamkan saja aksi-aksi tersebut. Menurut salah satu penggagasnya, Mariana Amirudin, demo ini murni berasal dari kalangan pegiat media sosial, khususnya di jejaring sosial twitter. Di twitter, orang-orang tersebut membuat hashtag #IndonesiaTanpaFPI. Berbagai twit yang bertemakan anti FPI muncul. Mulai dari kritikan ilmiah obyektif hingga caci maki. Mulai dari bahasa yang sopan, hingga bahasa yang kasar. Mulai dari sekadar kritik terhadap organisasi FPI dan pemerintah, hingga memaki-maki ajaran Islam (yang dianggap sebagai landasan aksi-aksi FPI).

Entah siapa yang mulai, bersamaan dengan munculnya hashtag gerakan #IndonesiaTanpaFPI, muncul pula hashtag #IndonesiaTanpaJIL (Jaringan Islam Liberal). Seolah-olah gerakan ini adalah respon atau jawaban dari #IndonesiaTanpaFPI. Uniknya, ketika gerakan #IndonesiaTanpaFPI sudah mulai surut dari perbincangan di twitter, justru #IndonesiaTanpaJIL makin “hot”. Ada yang membuat fan page-nya di Facebook dan membuat akun twitter @TanpaJIL. Bahkan aktor dan presenter Fauzi Baadilla membuat rekaman video singkat yang di-up load ke YouTube mengenai dukungannya pada gerakan #IndonesiaTanpaJIL ini ( youtu.be/lMbeTlMyNYk ).

Berbagai reaksi bermunculan. Yang pro dan yang kontra. Yang kontra, ada yang “menuduh” (dan mencoba mengesankan bahwa) gerakan #IndonesiaTanpaJIL disponsori oleh FPI dan disusupi kepentingan politik praktis parpol tertentu. Sementara yang pro, berdatangan dari berbagai latar belakang, mulai dari yang anti parpol hingga yang tidak suka dengan FPI.

Gerakan #IndonesiaTanpaJIL adalah gerakan moral dari sejumlah pegiat media sosial (blog, Facebook dan twitter) yang resah dengan sepak terjang JIL selama ini. Aktivis JIL seringkali membuat opini yang menggugat ajaran Islam. Hal-hal yang merupakan urusan fondasi dalam Islam, justru dipertanyakan dan dikritik, dengan dalih kebebasan berpikir ilmiah dan berpendapat. Padahal seringkali opini aktivis JIL itu jauh dari kaidah-kaidah ilmiah. Seperti menggugat ibadah qurban, mempertanyakan kenabian Muhammad SAW, mengolok-ngolok tauhid, mengejek jilbab, dan lain-lain. Hal ini terkadang dibalut dengan retorika yang dicoba dikesankan ilmiah, dengan harapan para followers atau fans atau khalayak akan percaya dan mendukung opini mereka. Bagi orang yang kurang ilmu dan tidak kritis terhadap mereka, tentu akan sangat mudah menerima begitu saja opini yang dilontarkan. Inilah yang dirasa meresahkan. Maka muncullah #IndonesiaTanpaJIL.

Dapat disimpulkan bahwa gerakan #IndonesiaTanpaJIL adalah:

  1. Gerakan moral
  2. Anti kekerasan
  3. Tidak ditunggangi kepentingan politik praktis parpol tertentu
  4. Terbuka bagi siapa saja
  5. Membuat dan menyebarkan opini yang merupakan counter attack dari opini aktivis JIL yang membingungkan umat.
  6. Tidak untuk membela ormas tertentu

Jika pihak yang pro JIL meminta kaum yang kontra JIL agar “melawan” JIL dengan opini/ide, maka inilah “perlawanan” itu: #IndonesiaTanpaJIL! Mari bergabung! (kompasiana)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (39 votes, average: 9,21 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Tomy Saleh
  • Umat Islam memang harus tahu siapa JIL itu sebenarnya?, mengapa mereka gencar menyerang Islam, memojokkan, menghina, melecehkan dsb, sebuah organisasi anak2 muda yg ingin memanfaatkan kucuran dolar dari negrinya Obama ini, dari sepak terjangnya yg diawali oleh Ulil Absar Abdala ini terus menghujat dan menantang Umat Islam di republik ini dg berbagai  cara membuat opini yg seolah-olah benar padahal sangat menyesatkan, sehingga tidak aneh kalo banyak orang Islam yg memelesetkan JIL ini dg istilah “Jaringan Iblis Laknatullah”.

  • aneh sekali yg namanya JIL gerombolan yg mengaku Islam tapi malah menggrogoti Islam, memutarbalikkan pemahaman Islam, mengotak atik Al Quran suci, dan membela non muslim dll yang semestinya sesama ummat islam / mukmin itu bersaudara, itu  tidak berlaku dalam JIL. laknatullah.

  • rahman kurniadi

    mas, katanya jadi jil itu enak-yah?. setiap kali mengeluarkan statment nyleneh dapat bayaran? bahkan diproyekin utk ngomong aneh2, semakin nyleneh semakin banyak bayarannya.

    • Lupita Laksmi

      gimana g enak mas, hidup tanpa ada aturan, semua2 buat mereka benar.. baik.. dan boleh2 saja.. hidup memang menyenangkan, tapi siapa yang menjamin mereka juga senang di akhirat kelak? :)

  • JIL sekumpuan orang gila yang nggk perlu ditanggapi,ditonton aja tapi kalo nyleneh banget ya di masukin rumah sakit jiwa biar waras

  • Nuryanto Dwisihyono

    JIL harus dilawan ! jil harus musnah di muka bumi ini, khususnya di Indonesia, yang sudah keblinger dengan jil, semoga sadar dan taubat…..!

  • Eriyanto Eriyanto

    sekarang malah jil nuduh2 PKS di belakang #indonesiatanpaJIL
    namanya juga orang kebingungan :)

  • semua,pasti ada sebab kenapa bs bgitu,jng krn kebencian terhadap islam menganggap ormas seperti FPI semua bgitu.krna umat islam bnyak munafik nya,apalgi media cuma meberitakan yang jelek2 aja,coba agama diluar islam pasti berbuat onar didiam kan saja

Lihat Juga

Tontowi/Liliyana maju kepartai Final Bulutangkis Olimpiade 2016 Brasil setelah mengalahkan pasangan Cina Zhang Nan/Zhao Yunlei. (sindonews.com)

Maju ke Final Bulutangkis Olimpiade, Tontowi/Liliyana jadi Satu-satunya Wakil Indonesia