ARTIKEL POPULER PEKAN INI: Bukan Jomblo, Tapi Single
hadi susanto

Mungkin Saatnya Kita Menangis

29/2/2012 | 05 Rabbi al-Thanni 1433 H Please wait
Oleh: hadi susanto
Kirim Print

Ilustrasi (RoL)

dakwatuna.com

Ketika menghidupkan malam sudah hilang kelezatannya…
Ketika Masjid Mulai ditinggalkan…
Ketika berkumpul dengan orang shalih terasa hambar…
Ketika Hati tak lagi merindu…
Ketika diri semakin Terbelenggu…

Ketika kegelisahan dan keraguan bercampur menjadi satu…
Dan seolah ingin melepaskan semuanya tapi diri ini merasa berat…
Ketika akal sehat sudah mulai berkarat…
Melepaskan belenggu dengan sesuatu yang tidak bermanfaat…

Ke mana semangat menggebu yang dulu pernah singgah…
Ke mana cita-cita yang pernah hadir…

Jikalau saat ini Pintu dunia sudah mulai terbuka…
Pintu Syurga semakin terlupa…

Mungkin ini saatnya kita menangis kawan…
Merenungi diri yang tak lagi tajam dalam bersikap…
Seolah tumpul termakan nafsu dunia…
Seolah tunduk pada ego diri…

Betul sebagai manusia mungkin kita tidak sempurna…
Mungkin pula selalu lemah…

Tetapi… apakah itu menjadi alasan…
Apakah itu menjadi acuan…
Dalam menyikapi segala keadaan yang membuat kita lalai dalam bertindak…

Ingat, hidup adalah suatu perjalanan panjang yang berliku…
Ujian dan tantangan adalah suatu bumbu manis yang senantiasa hadir dalam langkah kita…
Bila tiba saatnya nanti mungkin kita akan merasakan arti atas perjalanan kita…

Permasalahannya adalah akankah kita kalah dan terpuruk dalam menghadapi segala keadaan saat ini…
Sesungguhnya hanya orang-orang yang sabar yang akan mendapatkan kemenangan…

Mungkin saatnya kita menangis kawan…
Mengapa jarak terentang dan waktu yang berlalu telah mengubah begitu banyak?
Bukan… Bukan berarti aku sudah baik…

Hanya aku rindu melihatmu,
ada di rumah ALLAH,
ada dalam ikatan mulia yang pernah hadir,
ada dalam dirimu yang dulu,

Duhai Rabbi, kembalikan dia yang dulu
agar kami bisa bersama dalam barisan yang mencintai-Mu…

email

Keyword: , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (29 orang menilai, rata-rata: 9,10 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
  • apalah_nama

    Bahkan air mata pun sudah terhenti,,,,

  • http://www.facebook.com/people/Dwi-Indah-Soesan/100002411271592 Dwi Indah Soesan

    Tabahkan hatiku ya ALLAH…

  • http://jilbab-renni.blogspot.com/ jilbab renni

    setuju ustadz, dakwah adalah transaksi pribadi kita dengan Allah. Semakin erat quwwatu shilah billah kita maka akan ringan lisan dan anggota tubuh kita menyambut seruan dakwah. Pun juga sebaliknya, semakin lemah ma’nawiyah kita, akan banyak masalah menghadang kinerja dakwah kita

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »
BERITA POPULER PEKAN INI: Ibunda Hidayat Nur Wahid Meninggal Dunia