ARTIKEL POPULER PEKAN INI: Bukan Jomblo, Tapi Single

Elegi Manusia Debu

13/2/2012 | 19 Rabbi al-Awwal 1433 H Please wait
Oleh: kiptiah hasan
Kirim Print

Ilustrasi (Reuters)

dakwatuna.com

Beranjak bangkit telah terik
Memacu alas di atas aspal
Roda-roda berputar melangkahi waktu
Sekelebat senyum tersangkut di pintu

Darah-darah yang berdesir
Keringat-keringat yang menjadi bulir
Debu-debu yang bergilir
Di manakah kau takdir?

Paras kota kian muram
Rupiah tertanam hutan beton menjulang
Celah kayu berderit
Penghuni gubuk tua menjerit

Senyum tulus dari sudut pegunungan
Tawa riang dari hijau persawahan
Melebur, kau adalah kau
Aku hanyalah aku

Ini mungkin indah, abadi sejenak
Ada yang terusik dan berbisik
Jenuh dengan ini, lalu kembali
Semoga tak berbayang
Sekejap berpijak, lalu hengkang

email

Keyword: , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (5 orang menilai, rata-rata: 9,40 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »
BERITA POPULER PEKAN INI: Ibunda Hidayat Nur Wahid Meninggal Dunia