04:57 - Jumat, 18 April 2014

Agama dan Politik

Rubrik: Artikel Lepas | Oleh: Sofistika Carevy Ediwindra - 17/02/12 | 19:30 | 23 Rabbi al-Awwal 1433 H

Ilustrasi (Eduardo Olivares, Cebas Computer GmbH)

dakwatuna.com - Seringkali orang bertanya kenapa agama dibawa-bawa dalam politik atau politik membawa-bawa agama. Dan sering timbul pertanyaan, bagaimana dapat suatu partai politik didasarkan kepada agama, seperti halnya dengan partai politik Islam, Masyumi pada era Bung Karno.

Pertanyaan itu timbul sebab seringkali orang mengartikan yang namanya agama itu hanyalah semata-mata satu sistem peribadatan antara makhluk dengan Tuhan Yang Maha Kuasa saja. Definisi ini mungkin tepat bagi bermacam-macam agama. Akan tetapi tidak tepat bagi agama yang bernama Islam yang hakikatnya lebih dari sekedar itu.

Jika kita meminjam perkataan seorang orientalis, H.A.R. Gibb, maka kita dapat simpulkan dalam sebuah kalimat, “Islam is much more than a religious system. It is a complete civilization.” Islam itu adalah lebih dari sistem peribadatan. Ia adalah satu kebudayaan yang paling lengkap sempurna!

Lebih dari itu!

Islam adalah satu falsafah hidup, satu levens-filosofie, satu ideologi, satu sistem perikehidupan untuk kemenangan manusia sekarang dan nanti.

Oleh karena itu bagi kita seorang Muslim tidak dapat melepaskan diri dari politik. Dan sebagai orang berpolitik, kita tidak dapat melepaskan diri dari ideologi kita, yakni ideologi Islam. Bagi kita, menegakkan Islam tidak dapat dilepaskan dari menegakkan masyarakat, menegakkan Negara, menegakkan kemerdekaan.

Islam dan penjajahan adalah paradox, satu pertentangan yang tak ada persesuaian di dalamnya. Dengan sendirinya seorang muslim, seorang yang berideologi Islam, tak akan dapat menerima penjajahan bagaimana pun bentuknya. Memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan bagi kita, bukan semata-mata lantaran didorong oleh aspirasi nasionalisme atau kebangsaan. Akan tetapi, hakikatnya adalah karena kewajiban yang tidak dapat dielakkan oleh tiap-tiap muslim yang mukallaf.

Maka dapat dimengerti bahwa di dalam sejarah negeri kita, Indonesia, dalam menentang penjajahan dan kolonialisme, kaum muslimin dari abad ke abad tampil terdepan dengan semangat perjuangan dan pengorbanan yang menyala-nyala. Perjuangan Imam Bonjol, Diponegoro yang kesemuanya adalah pendekar muslim Indonesia, menjadi sumber inspirasi bagi bangsa kita dan keturunan selanjutnya.

Bukan kita hendak berbangga dengan jasa-jasa mereka. Kita juga tak ingin bermegah dengan perbuatan orang-orang yang telah mendahului kita. Tetapi revolusi yang meletus di tanah air kita pada tahun 1945 lalu cukup memberi ukuran bagi kita, dan umat Islam sekarang ini, sebuah pembuktian bahwa ruh Islamnya tidaklah mati. Bahkan ia adalah sumber yang tak kunjung kering, pendorong yang mahahebat dalam perjuangan menentang penjajahan apapun bentuknya. Sejarah membuktikan bahwa umat Islam Indonesia tidaklah kalah dari umat Islam di Negara lain. Ia bahu-membahu berjuang dan berjihad dalam pelbagai lapangan dengan tujuan yang satu, Allah.

“Katakanlah (Muhammad), inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada jalan Allah dengan yakin. Mahasuci Allah dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik.” (QS. Yusuf: 108)

Taken from: M. Natsir, Februari 1950 (dengan sedikit perubahan)

Tentang Sofistika Carevy Ediwindra

Mahasiswa semester 1 di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Saat ini aktif di KAMMI dan menjadi kepala departemen Pemberdayaan Perempuan KAMMI Komisariat Madani. [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Hendra

Keyword: , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (10 orang menilai, rata-rata: 8,80 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • Kinasih83

    Setuju sekali

  • http://www.facebook.com/profile.php?id=100000759810950 Ahmad Hu

    Firman Allah s.w.t yang bermaksud:
    “Dan bahawa sesungguhnya inilah jalanKu(agama Islam)yang betul lurus ,maka maka hendaklah kamu menurutnya dan janganlah kamu menurut jalan-jalan(yang lain dari Islam),kerana jalan-jalan(yang lain itu)mencerai-beraikan kamu dari jalan Allah.Dengan yang demikian itulah Allah perintahkan kamu,supaya kamu bertakwq.”
    (Al-An’am: 153).

  • http://profile.yahoo.com/X3INFT4FHTBSWDHPCRTX4REHZE fishtail

    maksud pembahasan ini apa ? yang dibahas politik dan agama trus ada firman Allahسبحانه و تعالى hubungannya apa?

    • http://profile.yahoo.com/Z432VVUERAXLZO3Q23HDWCZE2E Feri

      Agama Islamkan dari Alah SWT….

      • http://profile.yahoo.com/X3INFT4FHTBSWDHPCRTX4REHZE fishtail

        Anda benar. Trus politik dan agama hubungannya apa?

  • http://profile.yahoo.com/VE35JZMFRCACNKAQWE73B22R3Q antho

    Hari gini masih bicara relevansi agama dan politik? Buat saya, sebagai Muslim, yang insya Allah, Mukmin dan Mukhlis, sebaik-baik teladan adalah Rasulullah saw. Beliau adalah seorang pedagang, suami, ayah, Nabi dan Rasulullah, pemimpin umat, panglima perang, dan pemimpin negara. Tidak ada paksaan dalam agama Islam, tidak ada ancaman dalam Islam. Islam adalah keselamatan, rahmatan lil alamin. Islam Itu Islam yang kaffah. Islam yang saya pahami dan amalkan.

Iklan negatif? Laporkan!
73 queries in 1,130 seconds.