02:12 - Selasa, 02 September 2014

Ribuan Santri Catat Rekor Muri Disaksikan Gubernur Jabar

Rubrik: Daerah | Kontributor: dakwatuna.com - 13/02/12 | 14:13 | 19 Rabbi al-Awwal 1433 H

Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan, Lc. (inilah.com/Syamsuddin Nasoetion)

Kategori Menulis Al-Qur’an Tercepat dan Terbanyak

dakwatuna.com – Kuningan. Sebanyak 3.319 santri dari Pondok Pesantren Al Multazam dan Khusnul Khotimah Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) menulis mushaf Al-Qur’an terbanyak. Bertempat di Pesantren Al Multazam, pemecahan rekor disaksikan langsung Gubernur Jawa Barat, H Ahmad Heryawan Lc, Kepala BKPP Drs H Ano Sutrisno. Selain gubernur, acara tersebut juga dihadiri Wabup Drs H Momon Rochmana MM.

Pemecahan rekor Muri tersebut dilakukan para santri dengan menulis Alquran khatam lima kali dengan menggunakan metode follow the line atau dengan cara menebalkan tulisan Alquran yang sudah tercetak tipis pada kertas menggunakan pensil dengan batas waktu 10 menit. Namun dari batas waktu yang telah ditentukan tersebut, beberapa santri di antaranya berhasil menyelesaikan tulisan Alquran lebih cepat.

“Berdasarkan catatan kami, jumlah peserta menulis Alquran di Pesantren Al Multazam ini melibatkan 3.319 santri dengan waktu tercepat 4 menit 19 detik oleh Riska. Hal ini berarti telah memecahkan rekor Muri yang sebelumnya pernah diselenggarakan di Tangerang, Banten yang diikuti 604 peserta dan di Jakarta sebanyak 1.208 peserta,” kata Manager Museum Rekor Indonesia (Muri) Jusuf Ngadri yang disambut tepuk tangan para santri.

Secara resmi, piagam penghargaan tersebut diserahkan Ngadri kepada Gubernur Jawa Barat, H Ahmad Heryawan Lc dan Pimpinan Pondok Pesantren Al Multazam Adin Nurhaedin. Heryawan mengungkapkan, mushaf-mushaf Alquran yang telah ditulis oleh para santri tersebut selanjutnya akan dikumpulkan untuk kemudian disusun dan disatukan menjadi mushaf Alquran utuh.

“Melalui Yayasan Iqro” Bil Qolam, mushaf-mushaf Alquran tersebut akan dikoreksi kembali jika ada kesalahan penulisan, kemudian akan disusun dan dijilid kembali, sehingga menjadi mushaf Alquran utuh. Tidak ada yang terbuang,” kata Heryawan.

Diungkapkan Heryawan, pemecahan rekor Muri penulisan Alquran yang dikemas dalam acara Jabar Menulis Alquran Bersama Gubernur tersebut, merupakan bentuk perwujudan program pengentasan buta aksara di Jawa Barat. Diharapkan, kegiatan ini dapat menggairahkan lagi masyarakat untuk belajar menulis dan memahami Alquran yang selama ini hanya terselenggara di kawasan pesantren.

Radar Cirebon (JPNN Group) melaporkan penulisan Alquran Iqro bil Qolam dengan metode follow the line ini, merupakan rekor baru yang dipecahkan Riska, siswa Ponpes Terpadu Al Multazam dengan mencatatkan waktu 5,11 menit. Mudirul Ma’had Ponpes Terpadu Al Multazam KH Adin Nurhaedin Lc usai kegiatan mengatakan, kegiatan Jabar Menulis Alquran ini sesuai dengan program yang sedang dicanangkan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan Lc.

Oleh karena itu, Gubernur Jawa Barat sangat mendukung kegiatan yang melibatkan 3.319 santri dari Ponpes Terpadu Al Multazam dan Husnul Khotimah, sehingga memberikan kepercayaan kepada Al Multazam untuk melaksanakan program ini. “Bak gayung bersambung, ketika kami menawarkan program ini, Bapak Gubernur sangat antusias karena sesuai program Pemprov Jabar yakni untuk menghilangkan buta aksara di Jabar,” katanya.

Adin melanjutkan, memecahkan rekor Muri karena peserta yang terlibat dalam menulis Alquran dengan memakai metode follow the line ini melibatkan lebih dari 3.000 santri ponpes Terpadu Al Multazam dan Husnul Khotimah. Bisa dikatakan, ini even terbesar di Kuningan bahkan di Indonesia. “Memecahkan rekor Muri karena peserta yang terlibat sebanyak 3 ribu pelajar, yang akan menulis Alquran bersama Gubernur Jabar Ahmad Heryawan Lc,” ujarnya.

Adin menambahkan, Ponpes Terpadu Al Multazam yang berdiri pada tahun 2002, mempunyai tingkatan sekolah mulai dari SD, SMP, SMA, dan telah memiliki santri lebih dari satu ribu. Oleh karena itu, pihaknya sekarang sedang memperjuangkan Program Tahfidzil Quran dengan jenjang waktu 8 bulan hingga 1 tahun, sehingga setelah mereka lulus, legalitas khatam Qurannya diakui. “Santri kami tersebar di seluruh Indonesia dan mereka secara tidak langsung menjadi duta informasi yang membawa nama Kuningan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan H Momon Rochmana MM, menyambut baik adanya kegiatan Jabar Menulis Alquran, Karena kegiatan ini, akan menjadi dasar untuk mempelajari dan memperdalam ajaran Alquran, sehingga mampu membentuk pribadi yang santun, silih asah silih asih dan tercipta suasana yang kondusif di wilayah Kuningan. “Kegiatan Jabar Menulis Alquran Bersama Gubernur Jabar ini, merupakan program yang baik dalam memelihara budaya baca dan tulis Alquran,” pungkasnya. (ded/jppn)

Redaktur: Hendra

Keyword: , , , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (18 orang menilai, rata-rata: 9,06 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • guna arrhenius

    poto ama artikelnya gak nyambung. pas acara gak pake baju itu beliau :)

Iklan negatif? Laporkan!
46 queries in 1,449 seconds.