Home / Berita / Internasional / Eropa / Larangan Jilbab FIFA Jauhkan Perempuan dari Sepak Bola

Larangan Jilbab FIFA Jauhkan Perempuan dari Sepak Bola

Ilustrasi - Pesepakbola Muslimah (alarabiya.net/RoL)

dakwatuna.com – London. Wakil Presiden FIFA, Pangeran Ali bin Al Husein, mengharapkan FIFA segera mencabut larangan berjilbab untuk perempuan Muslim dalam pertandingan sepak bola. Larangan ini menurutnya hanya akan menjauhkan Muslimah dari sepak bola. “Saya pikir semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk melakukan olahraga yang mereka sukai,” ujar Pangeran Ali kepada Reuters, Sabtu (11/2).

Sepak bola sudah menjadi olahraga dunia sehingga seharusnya sepak bola dapat diakses siapapun yang menginginkannya. Cabang olahraga lain seperti rugby dan taekwondo, kata Pangeran Ali, tidak memberikan larangan sekeras untuk sepak bola.

Maka ia berharap akan ada perubahan peraturan terkait larangan berjilbab terhadap pemain sepak bola perempuan dalam pertemuannya dengan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasionak (IFAB), bulan depan. IFAB merupakan badan pembuat aturan sepak bola yang terdiri dari 4 anggota FIFA dan 4 anggota asosiasi sepak bola Inggris.

Mereka akan mengadakan pertemuan di Inggris pada tanggal 3 MAret. Pada pertemuan tersebut Pangeran Ali menawarkan para atlet sepak bola ini dapat menggunakan jilbab jenis //velcro// buatan Belanda. Jilbab ini diharapkan dapat menjawab masalah keamanan yang selama ini menjadi alasan FIFA untuk melarang para pemain berjilbab. “Saya ingin memastikan dan menjamin sepak bola menjadi milik semua orang,” kata dia.

Jilbab pertama kali dilarang di permainan sepak bola pada 2007 saat seorang pemain Asmahan Mansour (11 tahun) menolak melepas jilbabnya. Ia dilarang bermain oleh Federasi Sepak Bola Quebec.

Pangeran Ali berpendapat larangan ini terlalu ketat. Ia berpendapat rambut panjang justru lebih memungkinkan menyebabkan cedera di lapangan.

Saat ditanya bila larangan tersebut tidak juga dicabut apakah hal ini akan membuat para perempuan enggan bermain bola, Pangeran Ali mengatakan hal itu sudah terlambat untuk beberapa orang. Oleh karena itu ia berharap akan ada hasil positif yang didapat dari pertemuan nanti.

Isu larangan jilbab ini kembali mencuat setelah tim sepak bola Iran dinyatakan kalah 30-0 akibat tidak mau bermain pada kualifikasi Olimpiade, tahun lalu. Mereka dianggap gugur karena menolak melepas jilbab mereka saat bermain. Endah Hapsari/friska yolanda/reuters/RoL)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Tuffahizzah

    Bagus deh ada larangan jilbab, jadi wanita muslimah gak usah maen sepak bola. Lha wong sepak bolanya sendiri nggak boleh dalam Islam. default8879 {“method”:”validate”,”params”:[],”id”:1,”jsonrpc”:”2.0″}

    • sori gan mo koreksi,, sejak kapan sepak bola jadi gak boleh dalam islam???
      apa yg membuatnya tidak boleh???
      smua hal ttg mslh dunia hukum asalnya boleh (mubah), sampe ada syariat (hukum) yg melarang (mengaturnya)…
      sepak bola boleh aja, termasuk olah raga,, Rasulullah menyuruh umatnya supaya kuat, ya dgn cara olah raga (Rasulullah menyuruh agar anak2 kaum muslim itu diajarkan berkuda, memanah, berenang..bisa haram jg gan kalo pelaksanaannya salah,)… yg bikin gak boleh itu kalo pakaiannx ngebuka aurat, campur wanita & laki2  baik yg nonton/yg maen,,, dijadikan taruhan dan laennya yg memang menjadikannya tidak boleh/haram….

      solusinya, biarin aja para wanita itu berolah raga, dgn pakaian yg nutup aurat, di tempat yg tertutup tanpa ada seorang laki2 pun yg menonton/jadi wasit.. beres kan . . . Islam Itu mudah gan, jangan dibikin rumit . . .

      • betul gan saya setuju…..lanjut

      • MuhammadBagus

        saudara rockmad, solusi anda terlalu naif, kenapa karena itu tidak akan bisa terwujud, 
        dalam berpakaian, apa difinisi menutup aurat, apa hanya dengan memakai pakaian yang hanya menutup kulit saja atau lekuk tubuh, tanpa memperhatikan apakah pakaian itu meyerupai pakaian laki2 sudah di sebut menutup aurat, coba lihat foto di berita ini, apakah sudah syar’i,
        Pertandingan di tempat tertutup.
        dalam sepak bola tidak hanya segi olah raga yang di jadikan patokan, segi ekonomi memainkan peranan penting dalam olah raga ini, Iklan, Televisi, penonton, dll, apakah ada orang yang mau membangun stadium olah raga yang gratis buat pertandingan tertutup. dan kalau sudah masuk taraf internasional apakah ini bisa terwaujud.

        dalam segi keseharian, kalo ini sudah jadi profesi, wanita sepak bola apakah bisa membagi waktu untuk keluarga mereka, yang itu sudah menjadi kewajiban pokok seorang muslimah, ditinggal berhari-hari untuk pertandingan yang diluar kota, luar negeri, mereka pergi tanpa di temani oleh mahrom mereka, apa bisa terwujud…coba anda berikan solusi buat ini semua…

  • Aulia Maryam

    Maaf……..Bukan Islamnya yg melarang, tp dlm tradisi Islam dari dulu blm pernah ada yg namanya sepakbola untuk perempuan: Dalam Islam intinya merawat kesehatan atau kebersihan itu harus dan bs dgn berolah raga,,,terlepas apapun jenis olah raganya…….Dan yg paling penting olah raga tersebut aman tdk klo untuk perempuan…….salam

  • Gigie sasongko

    jempol buat brother rochmad

Lihat Juga

Ilustrasi - Perempuan berkerudung. (flickr.com / Zarfique Blindgraphique)

Perempuan di Kereta

Organization