Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Katakan Tidak Untuk Gosip

Katakan Tidak Untuk Gosip

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (leadershipconnectionforchildcare.com)

dakwatuna.comDi gosok makin sip, itulah gosip. Sepertinya gosip sudah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat kita. Mengetahui keburukan orang lain adalah sudah menjadi trend, sehingga saat di manapun dan sedang melakukan kegiatan apapun rasanya tidak afdhal jika tidak dibumbui dengan gosip. Gosip atau buah bibir atau desas desus adalah selenting berita yang tersebar luas dan sekaligus menjadi rahasia umum di publik yang kebenarannya diragukan atau merupakan berita negatif. Gosip identik dengan ibu-ibu atau kaum wanita, tetapi ternyata banyak juga kaum laki-laki yang menyukai gosip. Gosip biasanya menyebar dari mulut ke mulut.

Bigos alias biang gosip adalah sebutan untuk mereka yang suka bergosip atau memperbincangkan orang lain. Bisa dipastikan Anda tidak akan mendapatkan manfaat apapun ketika Anda mengetahui keburukan orang lain. Anda tidak akan mendapatkan hadiah tetapi Anda justru akan mendapatkan image/pandangan tidak baik dari lingkungan sekitar Anda. Untuk masalah dosa atau pahala itu urusan Tuhan, tetapi menurut hemat saya semua agama pasti mengajarkan kebaikan dan tidak membenarkan ketika seseorang memperbincangkan keburukan orang lain.

Saat bergosip, biasanya dilakukan dengan semangat dan menggebu-gebu, merasa dirinya paling benar, manusia paling suci, tidak pernah melakukan kesalahan apapun. Ibarat peribahasa “Semut yang jauh di seberang lautan tampak, sedangkan gajah di pelupuk mata tidak tampak”. Tapi pernahkah kita memikirkan apa akibatnya untuk orang yang sedang kita gosipkan? Pernahkah kita sedikit saja memikirkan perasaannya dan juga keluarganya. Dan bagaimana jika yang digosipkan itu adalah kita? Jika kita mengetahuinya, mungkin sedih, kecewa, marah, sakit hati, dan lain-lain. Ketahuilah seperti itu juga yang dirasakan oleh orang yang sedang kita bicarakan itu. Gosip yang berlebihan bisa menimbulkan efek negatif seperti, timbulnya fitnah, pertengkaran, putusnya silaturahim, dendam dan bahkan pembunuhan.

Jika Anda termasuk orang-orang yang tidak suka gosip, pertahankan! Bagaimana cara menghindari gosip? Ini jawabnya:

  1. Tanamkan dalam diri kita bahwa kita tidak akan mendapatkan manfaat apapun dengan Anda mengetahui keburukan orang lain
  2. Pandai-pandailah membuat analogi. Jika yang dibicarakan itu adalah kita, bagaimana perasaan kita? Seperti itu juga perasaan orang yang sedang kita perbincangkan. Kemudian ingatlah juga, bagaimana perasaan orang tuanya terutama ibunya saat mengetahui anaknya menjadi buah bibir.
  3. Ingatlah Tuhan maha mendengar dan maha mengetahui apa yang dilakukannya oleh hambanya, dan balasan Tuhan itu pasti ada dan juga adil
  4. Saat pembicaraan kita sudah mulai mengarah ke gosip, segeralah putar arah ganti topik pembicaraan kita
  5. Jika kita bertemu dengan orang-orang yang kita anggap para bigos, sebisa mungkin hindari, tetapi tetap dengan menjaga hubungan baik dengan mereka. Cari celah untuk memasukkan nilai-nilai positif kepada mereka.
  6. Bergosip termasuk salah satu penyakit hati, jadi rajin-rajinlah beribadah agar penyakit hati tersebut tidak menjangkiti kita
  7. Gosip bisa menyebabkan retak dan hancurnya suatu hubungan

SO… KATAKAN TIDAK UNTUK GOSIP, semoga bermanfaat.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 9,83 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

  • Wara_iyyooh

    sepakat… (*_^)…

  • Wara_iyyooh

    setuju,,, makasih atas tipsny… (*_^)

  • Sya_dza

    izin share…. ^-^

  • Eko Wardaya

    Good.. semangat menulis

Organization