Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Istirahat Kita di Surga

Istirahat Kita di Surga

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (endricahyo2safi3.wordpress.com)

dakwatuna.comHati yang lalai adalah mangsa empuk buat iblis dan para dedengkotnya untuk menggoda manusia. Mendakwahi anak cucu Adam agar terserong hatinya. Taujih-taujih syetan teramat memikat. Godaanya selalu variatif menjanjikan kenikmatan-kenikmatan yang disenangi syahwat. Rayuannya begitu maut, gak berhenti sebelum berhasil. Visi hidupnya semenjak terusir di surga hanya satu: cari teman sejati sebanyak-banyaknya di neraka nanti. Misinya jutaan dan benar-benar terorganisir.

Mereka benar-benar mengamalkan taujih dari Ali Bin Abi Thalib, “Kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tak terorganisir”. Serangan ajakan durhakanya benar-benar mengamalkan prinsip manajemen modern. Ada planning, organizing, actuating dan evaluatingnya. Program kerjanya dilaksanakan tanpa mengenal waktu. Dimana ada manusia di situ ada dia. Namun seperti manusia, yang butuh waktu refreshing, mereka juga melakukan itu, atau lebih tepatnya terpaksa mengagendakan refreshing setahun sekali ,saat bulan Ramadhan datang. Saat mereka dibelenggu dan tak mampu untuk menggoda manusia. Tapi itulah hebatnya makhluk ini, meski terbelenggu, system kinerjanya tetap dilanjutkan oleh para kader binaannya berwujud manusia. Bahkan andaikata umurnya nggak sampai kiamat nanti, dia masih bisa tersenyum dengan system perekrutan dan kaderisasi canggih yang dilakukannya. Dia takkan merasa khawatir misi kejahatannya berakhir tatkala dia dibelenggu.

Satu lagi kelebihan Iblis, dia tidak pernah puas dengan hasil usahanya, sebesar apapun usaha itu telah tercapai. Etos kerjanya sangat luar biasa. Produktivitasnya sangat tinggi. Andaikata mereka mau berpuas hati untuk sementara dari hasil usahanya selama ini. Bisalah mereka nyantai dan refreshing sejenak. Ngopi bareng untuk sejenak melepaskan kepenatan menggoda manusia. Coba bayangkan di antara 7 milyar penduduk dunia saat ini, hanya 1,3 Milyar yang menjadikan Islam sebagai pilihan hidup. Artinya ada sekitar 4,7 Milyar yang akan menjadi temannya nanti.Ini sungguh jumlah yang sangat besar dan mungkin lebih dari cukup untuk menemani mereka. Apalagi jika ditambah dengan manusia-manusia durhaka zaman dahulu yang juga bermilyar-milyar jumlahnya. Tapi sekali lagi itulah hebatnya mereka, tak pernah cepat puas dengan hasil usahanya. Ada tugas maha penting yang harus diselesaikan, bagaimana menjadikan 1,3 Milyar sisanya untuk ikut juga bersamanya dan yang tak kalah penting adalah mempertahankan 4,7 milyar tetap bersamanya agar tak tergoda dengan rayuan pejuang kebenaran.

Bagi mereka (iblis) selagi matahari masih bersinar. Selagi masih banyak yang menyembah Allah. Kerja mereka belumlah dikatakan selesai. Mereka (iblis cs) akan istirahat dari menggoda manusia, saat kaki kiri mereka dan kader-kader binaannya menginjak pintu masuk neraka. Ah, iblis seandainya kekokohan tekadmu dititiskan kepada para pejuang kebaikan/kebenaran yang suka istirahat dari aktivis mulianya selama ini, mungkin sudah banyak di antara 4,7 Milyar itu kembali ke jalan yang benar. Namun sayangnya, kau malah ajarkan yang sebaliknya.

Sahabat, tiada satu hari pun kita hidup tanpa adanya godaan, rayuan, taujih dan dakwah kejahatan ala iblis. Tiada sesaat pun kita terlepas dari godaan iblis. Tidak ada aktivitas kita yang aman dari godaannya. Saat sendiri dia goda kita dengan khayalan-khayalan untuk bermaksiat. Saat dijalan dia goda kita untuk memandang yang haram. Saat belajar dia goda pikiran kita menerawang memikirkan yang lain. Saat kita adzan dia goda kita untuk memerdukan suara adzan tersebut agar dipuji yang lain, sebagai seorang muadzin bersuara merdu. Saat shalatpun godaan dahsyat membuyarkan kekhusyukan shalat kita. Betapa banyak kita tergoda untuk tidur saat khutbah jumat disampaikan. Betapa cepat mata kita mengantuk saat berada di majelis ilmu. Sering kita dapati inspirasi baru saat asyik-asyiknya shalat . Kerap kali ketika mata terbuka jam 03.00 dini hari, kita  digoda dengan bisikan, masih awal, tidurlah 5 menit lagi, biar badanmu lebih segar saat mengerjakan Qiyamullail, sering kita ikuti godaan itu, kembali memanjakan mata sejenak tapi malah kebablasan, sehingga jangankan Qiyamullail shalat subuh pun kita jadi kesiangan.

Godaan iblis emang dahsyat. Tiada berhenti walau sesaat. Wajar Imam Ahmad bin Hambal berkata, “istirahatnya kaum muslimin adalah saat kaki kanannya menginjak surga”. Selama kita masih hidup di dunia, tak akan pernah kita istirahat dari godaannya. Maka selalu ingatlah Allah dalam setiap aktivitas kita. Jangan pernah sedikit pun lalai, karena iblis teramat pintar memanfaatkan peluang sekecil apapun.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (23 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Sardini Ramadhan
Staf di Bappeda Kabupaten Ketapang. Alumni FKIP Universitas Tanjungpura Pontianak.
  • Ibnu Zaki

    Semoga kita termasuk orang yang tidak puas untuk berbuat baik…aamiin

  • Sasakia Charondha

    Bismillah…
    Ya Rabb, lindungilah kami dari godaan iblis yang terkutuk…

    Semoga bisa menghadirkan Engkau dalam setiap aktivitas kami..Aamiin.

  • wulan alifah

    Allah bersamaku, Allah menjagaku, Allah melindungiku

  • Melvira19

    blh copas gak ya??

    bgs bgt nih..

Lihat Juga

Ilustrasi. (addinie.wordpress.com)

Surga untuk Ibu